Saturday , July 4 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Cara Pengembangan SDM Yang Murah Dan Praktis

Cara Pengembangan SDM Yang Murah Dan Praktis

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Berapa % pendapatan perusahaan Anda yang dialokasikan untuk anggaran pengembangan sumber daya manusia? Jawaban atas pertanyaan itu merupakan salah satu parameter atas komitmen managemen untuk secara nyata memperlakukan karyawan sebagai aset penting perusahaan. Kenyataannya, masih banyak perusahaan yang belum menempatkan budget pengembangan SDM sebagai prioritas penting. Sekalipun begitu, kewajiban kita sebagai atasan untuk mengembangkan staf tetap harus dijalankan. Jika berada pada posisi seperti itu, apakah ada cara yang murah dan praktis untuk upaya pengembangan orang-orang yang kita pimpin?

Sebelum menjadi trainer dan pembicara publik, saya bekerja dengan beberapa orang dalam team. Saya merasa beruntung sebab dalam perjalanan karir itu saya berkesempatan untuk menjadi Training Manager internal yang bertanggungjawab dalam kegiatan training untuk karyawan kami. Ketika mendapatkan tugas kepemimpinan, ’ruh sebagai trainer’ tidak mau hengkang dari dalam diri saya. Namun, apa daya; ada banyak keterbatasan sehingga saya tidak mungkin untuk selalu bisa memberikan training kepada team saya. Di sisi lain, anggaran pelatihan yang ada tidak bisa memenuhi ’seluruh’ gagasan ideal yang ingin saya berikan untuk staf saya.

Situasi itu membawa saya kepada gagasan yang murah dan praktis. Saya memposisikan seluruh staf di team saya sebagai trainer bagi semua anggota team. Walhasil, kami memiliki jadwal rutin untuk mengadakan ’training’. Trainernya? Kami sendiri. Topiknya? Suka-suka kami. Suka-suka? Ya, kami menentukan sendiri topik apa yang ingin kami pelajari, atau yang kami mampu lakukan. Hal ini berlaku untuk semua lapisan karyawan di team kami. Apakah mereka operator, staf, Manager, Senior Manager. Semua mempunyai jadwal untuk menjadi trainer. Sekaligus memiliki kewajiban untuk menjadi trainee, sekalipun yang akan menjadi trainernya adalah anak buahnya sendiri.

Kami bahkan melakukan penilaian untuk memilih topik terbaik. Saya menugaskan para manager dan staf senior di team kami untuk menjadi juri. Lalu dari rekomendasi dan penilaian mereka itu saya membuat keputusan tentang para pemenang. Bagi mereka yang terpilih sebagai yang terbaik, kami menyediakan hadiah berupa voucher belanja di supermarket.

Apakah hasilnya efektif? Selalu ada kemungkinan orang yang mencibir atau meragukan efektivitas kegiatan seperti ini. Tetapi, coba bayangkan ketika staf administrasi kami membawakan topik diskusi tentang ’Blue Ocean Strategy’. Padahal saya tahu kalau saat itu, bahkan banyak orang yang bertitel Manager tapi belum mengenal apa itu ’Blue Ocean Strategy’. Kami sudah membahasnya di team, lho. Dan faciltator utamanya adalah seorang staf administrasi. Efektif atau tidak? Silakan Anda nilai sendiri. Bagi saya pribadi, ’manfaatnya’ banyak sekali.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Anda bisa mulai dengan menyediakan buku-buku bermutu untuk dibaca oleh staf Anda. Lalu Anda dorong mereka untuk belajar membagikan ’ilmu’ yang didapatkannya dari buku itu kepada teman-temannya. Namun, saya bisa pastikan bahwa proses itu tidak bisa berjalan tanpa komitmen Anda sebagai atasan untuk mengawal pelaksanaannya. Sebaliknya, jika Anda sendiri bersedia BERHENTI dari kesibukan kerja untuk ikut hadir dalam forum itu; maka Anda bisa berharap team Anda untuk juga berkomitmen menjalankannya.

Bagi anggota team yang jauh, tentu tidak mungkin untuk selalu hadir di tengah-tengah mereka. Apa lagi jika mereka bukan anak buah langsung bagi kita. Tapi, jika kinerja mereka mempengaruhi kinerja kita, maka kita ikut berkepentingan dalam proses pengembangan diri mereka. Sampai sebelum mengakhiri masa kerja, saya mengalokasikan puluhan atau belasan juta rupiah hanya untuk membeli ratusan judul buku. Lalu buku-buku itu saya berikan sebagai hadiah bagi pencapaian mereka. Jika kita bisa memberi mereka buku-buku yang menginspirasi, dan meningkatkan kualitas kepribadian mereka; maka mereka akan meresponnya secara positif.

Jika Anda seorang atasan, saya menganjurkan untuk mencobanya bersama bawahan Anda. Tetapi, jika Anda seorang bawahan; saya menganjurkan untuk mengajak atasan Anda untuk mencobanya bersama Anda. Jika Anda merasa artikel ini layak untuk dibaca oleh atasan Anda, saya mendukung Anda untuk memforwardnya kepada beliau. Bisa jadi beliau memang tidak menyukainya. Tenang saja. Toh tidak ada resiko bagi Anda. Boleh jadi malah beliau menyambut baik gagasan ini, bukan? Lakukan saja.

Perjalanan saya mengajak anggota team untuk terus mengembangkan diri tidak selamanya mulus. Misalnya, ketika ada yang mengembalikan buku yang kami hadiahkan. ”Saya minta ditukar dengan buku yang lebih bagus.” katanya. Ini benar-benar terjadi. Dan dari kejadian itu saya menyadari bahwa ’pemilihan buku’ menjadi salah satu faktor kunci. Sekarang saya bisa menyarankan para Manager untuk membaca bukunya terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada staffnya. Setidak-tidaknya, mengetahui daftar isinya. Sebagai contoh, disini saya uraikan daftar isi salah satu buku yang layak untuk diberikan kepada staf Anda. Buku ini berjudul ”Ketika Kuda, Semut, dan Gajah Bekerja” yang merupakan buku #2 dari Trilogi Natural Intelligence terbitan RAS Group Penebar Swadaya.

Pendahuluan – Menerima Dengan Sepenuh Hati, Atau Tinggalkan Saja

Bab-1: Mungkin ini bukan pekerjaan idaman, tapi tidak berarti boleh disia-siakan
1. Apa Definisi Anda Tentang Pekerjaan Idaman?
2. Pengusaha Atau Pekerja?
3. Apakah Anda Dibayar Terlalu Murah?
4. Apakah Pekerjaan Ini Layak Untuk Disyukuri?
5. Bagaimana Mengukur Rasa Cinta Kita Kepada Pekerjaan?
6. Mana Yang Lebih Anda Cintai, Pekerjaan Atau Kaos Oblong?
7. Terlalu Banyak Pekerjaan Atau Kecanduan Hal Yang Tak Perlu?
8. Pertanda Apakah Kejemuan Terhadap Pekerjaan Itu?
9. Sebagai Individu, Apakah Kita Juga Sudah Merdeka?
10. Mari Berbagi Semangat!

Bab-2:Semua orang ingin memimpin, tapi sedikit yang bisa memimpin diri sendiri
1. Ingin Menjadi Pemimpin?
2. Andakah Sang Talenta Langka Itu?
3. Andakah Si Pemimpin Karbitan Itu ?
4. Tolong, Kami Kekurangan Karyawan Handal
5. Apakah Nilai Diri Anda Lebih Tinggi Dari Uang Seribu Rupiah?
6. Masih Adakah Dedikasi Disaat Kantor Sepi?
7. Hari Ini Bawahan, Besok Atasan
8. Seberapa Jauh Sikap Luwes Meningkatkan Nilai Anda?
9. Disukai Semua Orang Atau Respek
10. Benarkah Atasan Anda Menyebalkan?

Bab-3:Situasi kita berbeda, tapi semua mempunyai kesempatan yang sama
1. Sesama Bis Kota Dilarang Saling Mendahului
2. Benarkah Para Perempuan Bisa Diandalkan?
3. Bersediakah Kita Melapangkan Jalan Sang Lawan?
4. Seberapa Besar Kapasitas Diri Anda?
5. Sudah Layakkah Kita Untuk Mengenakan Dasi ?
6. Seberapa Pentingkah Kata Urgent Bagi Anda?
7. Sebaik Apakah Anda Sebagai Anggota Team?
8. Simply A Terimakasih
9. Saatnya Untuk Unjuk Gigi
10. Menjadi Pegawai Kelas Dunia

Bab-4:Kita dilingkupi ketidakpastian, tapi tidak berarti masa depan menjadi suram
1. Selamat Pagi, Anda Kena PHK!
2. Dibawah Ancaman Kehilangan Pekerjaan
3. Menolong Perusahaan Keluar Dari Krisis
4. Seberapa Pentingkah Anda Bagi Perusahaan?
5. 8S – Setia Serta Seia Sekata Saat Situasi Sedang Sulit
6. Gajah Bertarung, Pelanduk Mati Ditengah-tengah
7. Apa Yang Bisa Diberikan Oleh Sebuah Harapan?
8. Keluhan Karyawan Dan Proses Penyelesaian Masalah Hubungan Kerja
9. Bisakah Serikat Pekerja Menjadi Mitra Bagi Manajemen?
10. Siapakah Yang Seharusnya Lebih Siap Pakai Itu?

Bab-5:Bekerja itu orientasinya material, tetapi tidak berarti nihil nilai spiritual
1. Apakah Kesuksesan Sanggup Memberikan Kebahagiaan?
2. Biarkan Roda Kehidupan Itu Terus Berputar
3. Mengapa Tuhan Sampai Bersumpah Atas Nama Waktu?
4. Etos Kerja dan Kehidupan Beragama
5. Apakah Anda Bekerja Untuk Uang, Atau Kemuliaan?
6. Kepada Siapa Penghargaan Itu Layak Diberikan?
7. Bukti Bahwa Kita Pernah Ada
8. Bekerjalah Sesuai Dengan Kemampuan
9. Apa Yang Akan Terjadi Setelah Ini?
10. Anggap Saja Kita Sedang Melayani Tuhan

Ada banyak buku lain yang bisa kita pertimbangkan. Jika sebagai atasan kita melihat isinya bermanfaat bagi orang-orang yang kita pimpin, maka memberikannya sebagai hadiah kepada mereka bisa menjadi salah satu cara mengembangkan SDM yang murah dan praktis. Jika Anda mengenal penulisnya, mungkin Anda bisa meminta potongan harga supaya bisa lebih ekonomis. Mungkin para penulis buku bagus bersedia membantu jika Anda mengatakan hendak membelinya untuk staf Anda. Anda boleh bilang; ”Bisakah Anda memberi kami diskon 10% jika kami membeli 100 copy buku Anda?” Bahkan, jika Anda bisa ’sok kenal’ dengan mereka mungkin Anda bisa bertanya; ”Bisakah Anda memberikan training gratis selama 2 jam jika saya membeli 200 copy Buku Anda untuk staf saya?”. Coba saja.

200 copy? Itu kan banyak? Anda mengira saya bercanda. Tidak. Sekarang ini banyak penulis di Indonesia yang mempunyai banyak buku bermutu. Jika mereka punya 4 judul buku misalnya, maka 200 copy itu sama dengan 50 copy untuk setiap judulnya. Bayangkan jika 50 orang staf yang Anda pimpin bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh insight dari buku-buku itu. Apalagi jika Anda berhasil merayu penulisnya untuk memberikan training gratis tadi. Memangnya mereka mau? Saya tidak tahu pasti. Tapi layak untuk dicoba.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Writer, Trainer, and Speaker
www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com

Catatan Kaki:
Tak seorang pun atasan yang bisa memenuhi semua kebutuhan pengembangan anak buahnya. Namun, setiap atasan berkesempatan untuk menyediakan cukup ruang bagi mereka yang ingin berkembang. Karena itu adalah kewajibannya kepada bawahannya.

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan kunjungi www.bukudadang.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

2 comments

  1. Pak Dadang, saya sudah puluhan tahun bekerja, tapi sampai sekarang belum bisa mendifinisikan dengan tepat : APAKAH MAKNA BEKERJA ?

  2. Dadang Kadarusman

    #1. Pak Adhi, terimakasih. Kalau saya sih sederhana saja Pak, jika kita tidak ‘menemukan’ apa sesungguhnya makna bekerja itu, maka kita bisa ‘memberi’ makna kepada setiap pekerjaan yang kita lakukan. Dengan begitu, setiap orang bisa jadi memiliki makna sendiri, karena setiap orang boleh memberi makna yang berbeda. ‘Sudahkah kita memberi makna kepada pekerjaan kita?’, saya kira itulah pertanyaan yang bisa kita carikan jawabannya.