Monday , September 28 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Buku Me Too-nya Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya

Buku Me Too-nya Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Pernahkah Anda membaca buku yang sebagian besar isinya merupakan copy-paste dari buku-buku lain yang pernah Anda baca sebelumnya? Tentu kurang mengasyikan membaca buku seperti itu. Apalagi jika sang penulis buku tidak secara legowo menyatakan bahwa buku itu mengambil bagian-bagian atau nukilan-nukilan penting dari buku lainnya. Kira-kira, apa kata yang tepat untuk menamakan buku seperti itu ya? Apakah kata ’me too’ cocok untuk menyebutnya?

Kemarin, saya baru kembali ke kamar hotel sekitar jam 6 sore setelah memfasilitasi program Train The Trainers untuk para leaders dan trainers di sebuah perusahaan klien saya di Surabaya. Setelah beristirahat sejenak, saya membuka email. Dalam inbox saya ada satu email yang subjeknya sangat menarik perhatian. Ketika membukanya, saya membaca seseorang menuliskan kalimat ini:”Itu mah buku me-toonya cacing….”

Ketika pertama membacanya, saya belum terlampau ’dong’. Namun, sebagai seorang penulis buku saya tergelitik; mengapa saya sampai menerima pesan seperti itu? Setelah saya runut, ternyata kalimat itu merujuk kepada buku-buku saya dalam seri Natural Intelligence. Ooh, rupanya yang dimaksud buku me too-nya si cacing oleh beliau itu adalah buku saya. Dalam serial Natural Intelligence saya sudah terbit 3 judul buku yaitu; #1. Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk. #2. Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja, dan #3. Ternyata Semutnya Ada Di Sini.

Bagi saya, komentar beliau itu memiliki dua kemungkinan tujuan. Kemungkinan pertama, beliau ingin mengingatkan saya sebagai penulis buku untuk tidak hanya sekedar mampu meniru buku lain apalagi menjiplak isi buku orang lain. Seolah beliau mengingatkan, sebagai orang Indonesia, saya harus mampu menulis buku yang benar-benar merupakan hasil pemikiran dan kreasi saya. Jangan hanya bisa meniru buku lain belaka. Jangan sekedar mencomot paragraf-paragraf menarik dari buku-buku lain yang orisinil. Sungguh sebuah nasihat yang patut untuk dijadikan anutan.

Kemudian saya mencoba merenungi kembali; apakah benar ketika menulis buku-buku itu saya hendak menjadikannya sebagai me too-nya buku Si Cacing? Dari falsh back itu kemudian saya mendapati beberapa fakta ini;

Fakta kesatu, Ketiga buku saya itu ditulis dengan genre yang sama dengan buku pertama saya yang diterbitkan dalam bahasa Inggris melalui sebuah penerbit di Kanada dengan judul ”Yee-Haw! What A New Day!!!” Judul itu adalah terjemahan kedalam bahasa Inggris dari semboyan penyemangat pribadi saya ”Hore! Hari Baru!!!”. Dan buku itu terbit pada tahun 2004, serta terdaftar di The US Library of Congress . Saya tidak tahu apakah Si Cacing sudah terbit pada tahun 2004. Versi bahasa Indonesia buku itu kemudian terbit di Indonesia dengan judul ”Belajar Sukses Kepada Alam.” pada tahun 2005. Saya juga tidak tahu, apakah Si Cacing sudah terbit pada tahun 2005 atau belum.

Fakta kedua, sebagian besar kandungan dalam ketiga buku terbaru saya itu (terutama #1 dan #2) merupakan ’revisi’ dari artikel-artikel saya yang telah dipublikasikan dalam blog www.dadangkadarusman.com dan milist-milist yang saya ikuti.

Fakta ketiga, Judul yang digunakan dalam buku-buku saya bukan sekedar judul yang tidak relevan dengan isinya. Misalnya, buku pertama saya berjudul ”Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk,” dan isinya pun memang mengupas tentang keteladanan dan pelajaran filosofis dari seekor nyamuk untuk kebaikan kehidupan manusia. Buku kedua berjudul ”Ketika Kuda, Semut Dan Gajah” dan buku ketiga ”Ternyata Semutnya Ada Di Sini.” Isi buku itu memang tentang binatang-binatang itu. Sampai sekarang saya belum pernah membaca isi buku Si Cacing sehingga sangat sulit bagi saya untuk menirunya karena bahkan saya tidak mengetahui apa isi buku ’yang saya harus tiru itu’.

Kemungkinan kedua, beliau yang menilai bahwa ketiga buku terbaru saya sebagai ’me too-nya Si Cacing’ itu mungkin ingin menegaskan bahwa orang Indonesia pun ternyata bisa menulis buku yang layak untuk disejajarkan dengan hasil karya penulis-penulis asing. Duh, mungkin ini maksud beliau. Atau sekedar saya yang ke-GR-an. Apapun itu, ijinkan saya untuk menyampaikan bahwa saya ini orang biasa yang belum sampai kepada kaliber setinggi itu. Saya masih sedang belajar karena masih begitu banyak hal yang belum mampu saya lakukan.

Saya tidak tahu, kemungkinan yang mana yang dimaksudkan oleh beliau yang menilai itu. Namun, saya mengundang beliau untuk membaca ketiga isi buku saya sampai tuntas. Setelah selesai membacanya, saya yakin beliau bisa memutuskan; Benarkah penilaiannya bahwa ketiga buku saya itu merupakan me too-nya Si Cacing?

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Leadership & People Development Training
www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com

Catatan Kaki:
Sudah saatnya para penulis buku di Indonesia mengeksplorasi pemikiran-pemikiran original mereka sekaligus melepaskan diri dari pengaruh dominan buku-buku asing. Dan sudah saatnya para pembaca buku di Indonesia untuk membuka mata bahwa banyak buku bermutu yang ditulis oleh orang Indonesia tanpa kutipan dari buku-buku asing.

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan kunjungi petunjuknya di www.bukudadang.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

2 comments

  1. Saya melihat, tulisan-tulisan Kang Dadang sangat khas. Pokoknya, “Dadang Kadarusman Banget” dweh.. boleh jadi maksud si pengirim email, adalah yang kemungkinan kedua…

  2. hi kang dadang,
    setelah ikut training kang dadang yg “menelanjangi” kita semua & mengetahui value yg dianut kang dadang, me too????enggak banget dech. Hidup original!!!!