Monday , September 28 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Melepaskan Beban Penghambat Kemajuan

Melepaskan Beban Penghambat Kemajuan

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Anda manusia sempurna jika pernah mengalami cobaan hidup. Sebab cobaan adalah bagian dari proses menuju kesempurnaan hidup itu sendiri. Sayangnya kita sering keliru memaknai cobaan hidup sebagai siksaan. Padahal, itu adalah cara Tuhan memberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri. Karena cobaan itu; ada orang yang hidupnya semakin terpuruk, dan ada pula yang justru semakin terpacu untuk lebih maju. Agar tidak ikut terpuruk, kita perlu mengetahui cara untuk terus melaju kencang menjalani roda kehidupan meskipun sedang didera cobaan. Bagaimana caranya?

Cobaan hidup tidak ubahnya dengan beban yang harus kita pikul. Setiap kali berusaha bangkit, semakin terasa berat beban yang menghimpit. Inilah yang menyebabkan gerakan kita semakin melambat, bahkan kita bisa benar-benar berhenti karenanya. Bebaskan diri dari beban itu, maka tubuh kita akan kembali terasa ringan. Dan kita bisa kembali berlari kencang.

Inilah 5 jenis beban yang harus kita lepaskan itu.
1. Kecewa atas kehilangan. Hilang jabatan, uang, kesehatan, rumah, kekasih; semuanya bisa menimbulkan kekecewaan. Wajar? Wajar sekali. Tetapi jangan sampai kehilangan kita atas sesuatu yang kita cintai itu membuat jiwa kita terguncang. Relakan saja, karena sungguh; semua itu hanyalah sekedar titipan. Fokuslah kepada menikmati apa yang kita miliki, dan gunakanlah kenikmatan itu untuk membangun kepemilikian yang lebih bernilai lagi.

2. Terbelenggu Kegagalan Masa Silam. Memangnya siapa yang tidak pernah gagal? Semua orang pernah gagal, sahabat. Bedanya, ada yang meratapinya dan ada pula yang mengambil hikmah darinya. Sadarilah jika kegagalan itu bukanlah sesuatu yang memalukan. Justru itu adalah kesempatan untuk mencari tahu cara lain menuju keberhasilan. Maknai kegagalan yang pernah dialami, maka akan Anda temukan keberhasilan yang selama ini tersembunyi.

3. Pesimis terhadap masa depan. Sungguh, tidak ada orang yang benar-benar mengetahui masa depan. Apa gunanya mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi? Sekarang, kita mempunyai kesempatan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, dan memperbesar peluang untuk hal-hal baik yang kita dambakan. Masa depanmu sangat bergantung kepada ikhtiarmu. Khawatirlah pada masa depanmu jika usahamu tidak bersungguh-sungguh. Tetapi, bersiaplah untuk masa depan yang gemilang jika Anda bersedia melakukan yang terbaik, sekarang.

4. Takut menyakiti orang-orang yang dicintai. Berapa banyak orang yang tidak berani mengambil resiko karena menjadikan anak, istri atau suami sebagai alasan? Jika saya melakukannya, anak istri saya mau makan apa? Maka jadilah dia orang yang bermain di zona aman saja sekalipun zona itu penuh dengan kesulitan hidup. Ambil resiko, dan kelurlah dari zona aman. Anakmu, istrimu, suamimu memiliki ketahanan luar biasa untuk mendaki jalan terjal yang Anda lalui. Jika Anda melakukannya dengan gigih dan penuh kesungguhan, maka bersama orang-orang yang Anda cintai; Anda akan berhasil mencapai apa yang dicita-citakan.

5. Terpaku pada peristiwa saat ini. Apa yang terjadi hari ini sama sekali bukanlah gambaran masa depan Anda. Hari ini, Anda boleh saja kaya raya, besok Anda bisa bangkrut. Hari ini Anda sehat, memangnya siapa yang menjamin besok tidak sakit. Hari ini, Anda memegang jabatan tinggi itu; tapi ingatlah bahwa banyak orang yang kehilangan segalanya tanpa pemberitahuan apapun sebelumnya. Jadi, janganlah terlalu terpaku pada peristiwa saat ini karena itu sering menghalangi kita dari melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk menciptakan esok yang lebih baik.

Itulah 5 beban yang sering menghambat kemajuan kita. Jika mampu melepaskan kesemua beban itu dari pundak kita, maka kita akan merasa ringan. Dalam perasaan ringan, kita bisa berlari kencang, menikmati perjalanan, dan boleh jadi; sampai ke tempat tujuan dengan lebih cepat dan menyenangkan.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman – 3 Mei 2011
Natural Intelligence Contemplator
www.dadangkadarusman.com
Follow dangkadarusman on Twitter

Catatan Kaki:
Alasan mengapa sesuatu disebut sebagai ’beban’ adalah karena dia ’membebani’ diri kita dengan hal-hal yang membuat hati kita merasa berat saat menjani hidup.
Follow DK on Twitter @dangkadarusman

Gambar:iconhead.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.