Monday , September 28 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Apa Yang Diharapkan Oleh Bawahan Dari Atasannya?

Apa Yang Diharapkan Oleh Bawahan Dari Atasannya?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Menjadi seorang atasan adalah impian setiap karyawan. Tentu karena itu identik dengan jabatan yang lebih tinggi, pendapatan yang lebih banyak, dan kebanggaan yang lebih besar. Makanya setiap orang berlomba-lomba untuk menjadi atasan. Lantas apabila sudah menjadi atasan, apakah semuanya selesai sampai disana?

Anda, tentu ingin menjadi atasan yang memiliki kebanggaan. Apa gunanya menjadi atasan jika disepelekan oleh bawahan, atau hanya sekedar menjadi boneka yang tidak memiliki karisma. Menjadi atasan bukan sekedar soal kedudukan, penghasilan, atau kebanggaan. Menjadi atasan adalah soal memimpin secara de facto dan memberi pengaruh positif kepada unit kerja yang kita pimpin. Untuk bisa memenuhi fungsi itu, maka seorang atasan harus memahami apa yang diharapkan oleh bawahannya. Saya merangkum 5 hal yang diharapkan oleh bawahan dari atasannya sebagai berikut.

1. Keteladanan. Tidak ada perintah yang lebih ampuh dari keteladanan. Dengan keteladanan bahkan seorang atasan tidak perlu berkata-kata lagi untuk mendorong anak buahnya melakukan sesuatu. Sebaliknya, tanpa keteladanan; perintah Anda hanya akan diikuti dengan gerutuan bawahan. Misalnya, Anda berkata; ‘Jangan datang terlambat ke kantor!”. Jika Anda sendiri sering terlambat, maka bawahan Anda hanya akan menganggap perintah Anda sebagai lelucon belaka. Namun, jika Anda sendiri tepat waktu, maka bawahan Anda akan belajar untuk berdisiplin.

2. Bersikap adil. Setiap orang sangat ingin diperlakukan secara adil. Dengan keadilan, maka atasan memberi teguran atau sanksi yang pantas kepada bawahan yang berbuat kesalahan, dan memberi pujian atau reward yang patut kepada mereka yang telah menunjukkan kesungguhan. Keputusan dibuat bukan berdasarkan kedekatan atau hubungan primordial belaka, melainkan karena kompetensi, profesionalisme, dan kontribusi masing-masing. Meskipun ada saja bawahan yang mungkin tidak puas, tetapi kepada atasan yang adil; mereka tetap menaruh respek yang tinggi.

3. Penilaian yang objektif. Atasan memiliki kekuasaan untuk memberikan penilaian. Setidak-tidaknya, sekali dalam setahun melalui performance appraisal process. Dalam keseharian, penilaian juga dilakukan terhadap kualitas kerja dan kedisiplinan bawahan. Hampir tidak ada kontrol terhadap kualitas penilaian atasan, sehingga faktor subyektivitas kadang-kadang mempengaruhi penilaian. Tetaplah bersikap objektif, karena dengan sikap objektif itu Anda bisa memberikan penilaian yang benar-benar fair dan dapat dipertanggungjawabkan. Bawahan Anda juga akan belajar untuk semakin memperbaiki perilaku dan kinerjanya, karena mereka tahu bahwa faktor kedekatan atau basa-basi tidak akan bisa mempengaruhi penilaian Anda.

4. Memberi kesempatan untuk berkembang. Seperti halnya Anda yang menginginkan perkembangan karir dan pendapatan, bawahan Anda juga sama. Para bawahan sangat mengharapkan atasan yang senantiasa bersedia untuk memberi ruang kepada perkembangan pribadinya. Apakah Anda melakukannya dengan mengirimkan mereka pada sebuah pelatihan, memanggilkan trainer dari luar, atau boleh jadi sekedar membangun lingkungan kondusif yang memungkinkan terjadinya pertukaran ilmu, pengetahuan, dan keterampilan sesama mereka. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan, bahkan tanpa biaya sekalipun.

5. Memperhatikan masa depannya. Pertanyaan yang selalu ada dalam benak setiap bawahan adalah; akan menjadi seperti apakah masa depan saya? Sebagian dari mereka bahkan berdebar-debar dengan status kontraknya, apakah akan diperpanjang atau tidak. Sebagai atasan, Anda bertanggungjawab untuk memastikan bahwa masa depan mereka akan baik-baik saja. Ajaklah mereka untuk berkontribusi semaksimal mungkin, agar semakin memudahkan Anda dalam memperjuangkan nasib mereka. Dengan demikian; Anda mendapatkan komitmen kinerja bawahan, sedangkan bawahan mendapatkan komitmen dari Anda untuk berupaya semaksimal mungkin memperhatikan masa depan karir mereka.

Tidak ada atasan yang sempurna. Namun, ada diantara atasan yang benar-benar menggunakan kedudukannya untuk menyokong kebutuhan dan harapan-harapan bawahannya. Meskipun tidak mungkin untuk memuaskan semua orang, tetapi selama Anda mampu memenuhi ke-5 harapan diatas, yakinlah; Anda bisa menjadi atasan yang layak untuk dibanggakan.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman – 18 Mei 2011
Leadership and People Development Trainer
http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/
Contact person in-house training: Ms. Vivi – 0812 1040 3327
Follow dangkadarusman on Twitter

Catatan Kaki:
Menjadi atasan itu adalah amanah kepemimpinan. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.
Follow DK on Twitter @dangkadarusman

Gambar: armaneker.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

2 comments

  1. Boleh saran Pak?
    ditambah icon share ke Facebook…
    jadi saya bisa klik share dan otomatis masuk ke wall saya.

  2. Dadang Kadarusman

    Wah, usulan yang bagus tuch Mbak Ayu. Saya coba pada next article ya. (mode bingung, soalnya belo tahu caranya, hahaha)