Saturday , May 30 2015
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Sikap Bawahan Yang Paling Tidak Disukai Atasannya

Sikap Bawahan Yang Paling Tidak Disukai Atasannya

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Penilaian atasan terhadap bawahan memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan karir setiap karyawan. Sayangnya banyak orang yang secara sadar atau tidak malah menunjukkan sikap-sikap yang menimbulkan penilaian negatif dari atasannya. Anehnya dalam sikap negatifnya itu, mereka masih saja berharap agar atasannya tetap memberi penilaian yang baik kepadanya. Jika sudah demikian, apa alasannya bagi atasan untuk memberikan penilaian positif kepada bawahan?

Setiap atasan membutuhkan bawahan yang bisa diandalkan dan dapat dipercaya. Bawahan yang memenuhi kedua kriteria itu dicirikan dengan kesediaannya untuk menjauhi dikap-sikap buruk yang tidak disukai oleh atasan manapun di dunia ini. Ijinkan saya untuk menjelaskan 5 sikap yang harus Anda jauhi jika Anda berada dalam posisi sebagai seorang bawahan. Berikut ini uraiannya.

1. Hitung-hitungan. Benar bahwa segala sesuatu harus ada hasilnya. Juga benar jika menuntut bayaran yang layak bagi setiap pekerjaan yang dilakukan. Namun, sungguh sangat melelahkan kalau harus berurusan dengan anak buah yang hanya mau bekerja extra dengan iming-iming imbalan. Jika diajak untuk berjuang dengan gigih mengungkit-ungkit soal besar kecilnya gaji atau bayaran. Padahal, karir masa depan itu tidak bisa diraih dengan cara hitung-hitungan jangka pendek. Justru orang yang bersedia berkontribusi lebih banyak tanpa hitung-hitungan sekarang yang dimasa depan biasanya mendapatkan kepercayaan lebih besar. Tanggungjawab lebih banyak. Dan tentu saja, secara otomatis bayaran yang lebih tinggi.

2. Sering mengeluh. Tidak ada keluhan yang enak didengar. Apa lagi jika keluhan itu datang dari bawahan tentang pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikannya dengan baik. Atau tentang masalah keluarganya yang tidak harmonis. Atau tentang pendapatannya yang tidak kunjung mencukupi keinginan. Satu hal yang pasti, setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Hanya saja, ada yang menghadapinya dengan teguh hati, dan ada yang ‘mengumbarnya’ dengan lidah kesana kemari. Para atasan tidak memiliki cukup waktu untuk menampung seluruh keluhan. Jadi, keluhan biasanya tidak membuat penilaian atasan menjadi lebih baik, malah sebaliknya.

3. Sulit diajak kerjasama. Zaman sekarang, nyaris tidak ada pekerjaan yang bisa dituntaskan sendirian. Bahkan pekerjaan yang Anda kira dari A sampai Z Anda kerjakan sendiri pasti terkait dan masih harus diteruskan oleh orang atau departemen lain. Tidak peduli sehebat apapun kemampuan seorang bawahan, jika dia sulit untuk diajak kerjasama maka dia hanya akan menimbulkan banyak masalah. Itulah sebabnya kesediaan untuk bekerjasama merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

4. Pasif alias tidak memiliki inisiatif. Atasan tidak mungkin mampu untuk selalu menjelaskan secara detail apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya, sampai kapan, kemudian setelah itu apa dan seterusnya. Bawahan yang pasif atau tidak mau mengambil inisiatif biasanya ketinggalan jauh dari teman-temannya. Maka wajar jika atasan tidak memberikan cukup perhatian kepada bawahan seperti itu. Segeralah ubah sikap pasif menjadi aktif, penuh inisiatif positif, dan tindakan kontributif.

5. Menggunjingkan kekurangan atasan dibelakangnya. Karena tidak ada manusia yang sempurna, maka atasan Anda bukanlah orang yang sempurna. Tetapi tidak berarti bawahan memiliki kewenangan untuk menggunjingkan atasan dibelakangnya. Jika memang ada masukan dan kritik, sebaiknya disampaikan kepada atasan dengan cara yang elegan sehingga dia bisa mengambil tindakan nyata untuk melakukan perbaikan. Tetapi, jika pun kondisi tidak memungkinkan untuk melakukannya, maka menggunjingkan keburukan mereka dibelakang hanya akan memperburuk keadaan.

Para atasan senantiasa mencari bawahan yang benar-benar bisa diandalkan, bukan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai tuntutan, namun juga mereka yang memiliki sikap positif. Menghindari ke-5 sikap buruk diatas adalah kuncinya.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman – 20 Mei 2011
Book Author & Master Trainer Natural Intelligence
http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/
Contact person in-house training: Ms. Vivi – 0812 1040 3327
Follow dangkadarusman on Twitter
FACEBOOK

Catatan Kaki:
Satu sikap buruk bawahan bisa merusak semua sikap positif yang dimilikinya. Maka membuang semua sikap buruk sangat penting bagi kelangsungan karir seseorang.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.
Follow DK on Twitter @dangkadarusman

Gambar: askedink.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327 atau 0812 19899 737.

One comment

  1. suka mangkir, suka harpitnas dll