Wednesday , January 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Cara Membuat Pelanggan Membeli Atau Menolak Produk Kita

Cara Membuat Pelanggan Membeli Atau Menolak Produk Kita

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kategori-1: Salah satu cara paling ampuh untuk membuat pelanggan tidak membeli produk yang kita tawarkan adalah dengan melakukan promosi produk sambil mengganggu privasi mereka. Untuk memahami hal ini ijinkan saya mengambil contoh dengan real case salah satu provider telepon seluler, yaitu Telkomsel.

Telkomsel membombardir pelanggannya dengan kiriman SMS yang banyak. Bahkan dalam waktu kurang dari 30 menit Telkomsel mengirim 2 SMS promosi produk. Pada jam kerja, para eksekutif sangat sibuk dan butuh fokus kepada pekerjaannya. Mengirimkan SMS pada jam-jam sibuk akan menimbulkan sikap antipati pelanggannya sehingga bukannya membeli, mereka malah bisa kehilangan simpati. (Simpati yang saya maksud disini adalah ‘perasaan sayang’ dalam hati pelanggan, bukan merujuk kepada nama kartu GSM)

Kekeliruan melakukan promosi seperti diatas bukan hanya menyebabkan pelanggannya antipati terhadap produk yang ditawarkan, melainkan bisa berpikir untuk mengganti SIM CARD yang digunakannya.

Kategori-2: Selain cara yang paling ampuh untuk membuat pelanggan tidak membeli produk kita, ada cara lain yang justru bisa membuat pelanggan membeli produk kita. Dalam case Telkomsel ini, bisa dijelaskan sebagai berikut:

1. Telkomsel mengirimkan hanya 1 kali SMS promosi produk dalam 1 minggu. Mengirim pesan terlalu sering tidak menimbulkan kesan positif kepada pelanggan malah bisa sebaliknya.

2. Telkomsel memahami kelas dan tipe konsumennya sehingga bisa menyesuaikan jenis produk yang tepat untuk ditawarkan melalui SMS promosinya. Tidak semua produk cocok untuk semua orang, sehingga menentukan produk yang tepat untuk orang yang tepat membutuhkan keahlian orang marketing.

3. Telkomsel mengetahui the best time to send the SMS sehingga informasi produk yang disampaikannya dibaca pelanggan dalam suasana yang kondusif. Mengirim SMS promosi produk pada saat yang tidak tepat sama saja dengan menumbuhkan kekesalan dihati pelanggan.

4. Telkomsel secara sensitif memahami respon pelanggannya sehingga bisa mengetahui tingkat efektivitas aktivitas promosinya. Segala aktivitas marketing harus terukur baik investasinya, waktu maupun sumberdaya lain yang digunakannya serta revenue yang dihasilkannya.

5. Telkomsel tidak perlu mengikuti gaya promosi provider seluler lain yang kurang simpatik. Mengikuti trend pasar bukanlah strategy marketing, melainkan hanya mengeruhkan lautan persaingan yang sudah terlanjur berwarna merah. Bagi Telkomsel cukuplah merah itu logonya saja. Namun team marketingnya perlu segera berhijrah ke Blue ocean.

6. Telkomsel bisa menugaskan saya untuk turut berkontribusi dalam program pengembangan SDM-nya melalui beragam pilihan program pelatihan yang saya fasilitasi. Saya bukan ahli marketing, namun bisa membantu mengembangkan SDM dari apek Natural Intelligence yang menjadi bidang spesialisasi saya. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Quiz Berhadiah:
Apakah point #6 yang saya sebutkan diatas termasuk bentuk promosi Kategori-1 atau Kategori-2? Mohon dijelaskan alasan Anda.

Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar dibagian bawah artikel ini. Saya menyediakan hadiah 1 buah buku yang saya tulis berjudul;”Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja” bagi seorang pemberi komentar yang beruntung. Jawaban ditunggu hingga tanggal 30 Juni 2011. Pemenang hadiah buku saya diumumkan pada minggu pertama bulan Juli 2011

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman – 10 Juni 2011
Natural Intelligence Inventor
http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/
Contact person in-house training: Ms. Vivi – 0812 1040 3327
Follow dangkadarusman on Twitter

Catatan Kaki:
Marketing itu seni. Tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik, meskipun semuanya mengaku sebagai seniman marketing.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.
Follow DK on Twitter @dangkadarusman

Gambar: milik Telkomsel

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

19 comments

  1. Sebelum menjawab saya mau memberi komentar dulu soal email Anda. Itu adalah promosi yang kreatif.

    Saya merasa mendapat manfaat dengan membaca artikel itu, tanpa merasa terganggu. Ada value in use, karena ada knowledge dalam artikel itu. Jadi, saya dapat katakan itu masuk kategori 2.

    Tapi ngomong-ngomong apa tidak ada keberaratan dari Telkomsel ketika dipakai ilustrasi dalam hal ini, terutama denga real case no 1?

    Thanks and good luck!
    Hartono Rakiman

  2. Yth. Bapak Dadang Kadarusman,

    Menurut pendapat saya, point 6 masuk ke dalam kategori 1 dari penjabaran yang telah anda sampaikan.

    mengapa saya memilih kategori 1, karena jelas sekali di satu sisi tidak pada tempatnya anda berpromosi dengan membawa brand Telkomsel. Jelas terlihat kalau Telkomsel saja memakai saja saya, kenapa yang lain tidak….? trims

    Salam,
    Yan Damanik

  3. Jelas kategori 2 itu Pak. Dengan SDM yang semakin cerdas, maka promosinya menjadi lebih baik sehingga bisa mendorong pelanggan untuk membeli produk yang dipromosikan. Paling tidak poin 1 sampai 5 di kategori 2 bisa dilaksanakan. 🙂

  4. Dear Pak Dadang

    Menurut saya untuk yang poin 6 masuk ke kategory 2 pak.

    Dan menurut saya marketing “strategy” yang anda gunakan sudah naik ke “STARtegy” dimana anda mampu mengintegrasikan atau ‘use technoligies” terutama jejaring sosial sehingga pesan yang berkaitan dengan edukasi hati melalui aspek Natural Intelligence akan mampu menyentuh secara tidak langsung bahkan bisa sampai ke alam bawah sadar pembacanya.

    Karena menurut ajengan saya pernah mengatakan ” Segala sesuatu, apapun itu..yang dibuat dengan hati..akan menyentuh kedalam hati”.

    Saya melihat ada marketing reserarch yang bapak gunakan dan tentunya ada dua yaitu Primary (Field) and Secondary (Desk) yang tentunya sebagai pondasi kuat untuk positioning.

    Saya melihat disetiap articles yang saya baca (maaf pak ..maksudnya yang gratisan)..Bapak menyukai angka 5 yang menurut saya apakah ada nilai filosofis tersendiri atau tidak tentunya pak dadang sendiri yang tahu.

    Namun yang saya tahu 5 didalam bahasa Jepang artinya GO yang bagi orang jepang lebih suka mengartikan GO kedalam bahasa inggris yang artinya melangkah jauh kedepan.

    Semoga Business intelligence aspect yang menjadi spesialisasi bapak tidak menjadi artificial intelligence yang pada akhirnya ada perbedaan output yang mendasar yaitu “Doubt”.

    Salam
    KARNO SUBRATA
    “Kaizen or Die!”

  5. Saya kira promosi pak Dadang ini jauh lebih cerdas daripada tim marketing Telkomsel. Seharusnya Telkomsel menggaet pak Dadang sebagai mitra kerja. Ilustrasi yang pak Dadang tuliskan benar-benar terjadi dan dirasakan oleh banyak pelanggan Telkomsel. Saya sebagai salah seorang pelanggan setia Telomsel dengan produk Halo-nya sejak tahun 2000, akhir-akhir ini merasa sangat terganggu dengan SMS iklan yang datang bertubi-tubi tanpa kenal waktu. Saya memilih kartu Halo dan pembayaran auto debit, pertimbangannya saya tidak banyak buang waktu untuk ngurusin isi pulsa dan pembayaran tagihan. Tapi dengan dapat SMS iklan bertubi-tubi sepeti ini, saya mulai berpikir untuk komplain saat pulang ke Indonesia nanti. Kalau Telkomsel tidak improve, mungkin saya dan Telkomsel terpaksa bercerai, bila perlu talak tiga!

    Salam Sukses dari Teluk Parsia

  6. Menurut saya point #6 termasuk bentuk promosi Kategori-1. Jika saya ditawarkan secara terselubung untuk mengikuti program yang ditawarkan, saya akan langsung menolak. Pada awalnya, ketika membaca judul diatas, saya ingin mencari tahu informasi apa yang akan disampaikan. Syukur-syukur bisa diterapkan dalam berbisnis. Namun setelah membaca point #6, saya merasa terjebak dan berpikir ‘wah artikel ini hanya untuk mempromosikan diri, bukan murni berbagi ilmu berbisnis’. Semoga jawaban saya benar,…..:-D

  7. #2. Pertanyaan Pak Hartono langsung saya respon ya supaya teman-teman lain tidak menanyakan hal yang sama: Saya malah senang jika ada respon dari Telkomsel karena case yang saya angkat adalah yang saya alami sendiri. Semoga masukan real dari saya sebagai pelanggan ini bisa semakin meningkatkan kinerja Telkomsel.

    salam,
    dadang

  8. Bentar kang…. orang telkomsel saya tanya, “emang iya tho ngirim SMS promo banyak?” dia malah balik nanya “nomormu kan telkomsel kan?” saya mengiyakan

    kemudian dia nanya lagi “apa yang dibilang si dadang kamu alami ndak?” saya menggeleng karena memang jarang saya dikirimi SMS bombardir.

    bukannya ndukung telkomsel kang, cuman saya jarang dikirimin kaya gitu, entah memang saya bukan ORANG PENTING atau mungkin nomor saya bukan masuk kategori kartunya orang berduit alias “KARTU HALOW” coba migrasi aja ke prabayar kang, insyaallah manjur :D, [resikonya harus lebih sering ketemu warung samping rumah untuk beli pulsa, itung-itung silaturohmi]…

    Salam Hangat

  9. Point no.2
    Pengalaman saya, biasanya itu di kasih perintah oleh perusahaan/brand yg mau mengadakan promosi produknya.
    Provider (dalam hal ini Telkomsel) hanya mengikuti perintah yg diberikan oleh Perusahaan/Brand yg mengunakan jasanya.

    Ada pula jasa perusahaan Advestising yg mengandeng Provider2 dan di-mix dgn mengunakan program dan konsep yg sudah direncanakan.dan perusahaan2 memakai jasa perusahaan Advestising ini. (Ini berkesan lebih profesional)

    Seperti yg di lakukan oleh perusahaan Advestising SMS Broadcast teman saya yaitu :
    http://sippsms.com/sendSMSPage.html

    dan ada juga dgn sistem SMS Broadcast LBA(Location Base Advestising)

    jadi program2 promosi yg di lakukan Perusahaan2/Brand lebih tersegmen sesuai dgn lokasi atau pengunjung yg berkunjung di sebuah tempat tertentu (dalam hal ini Mall, Hotel, Restoran, dll)

    Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

    Btw, Pak Dadang
    ”Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja”
    kira2 siapa yg menjadi pemenangnya ya? ^_^

    Salam Berbagi

  10. Sy sangat berterimakasih dpt email yg sangat berbobot dan saya pikir wawasan dan pemikirannya mengikuti perkembangan zaman.

    Saya memilih jwban mirip promo no 2, karena ketika telkomsel ditwrkan untuk dpt difasilitasi kang Dadang membantu telkomsel u.mengembangkan sdm nya, itu sdh msk dlm penilaian apakah Natural intelligence termsk dlm kelas trainer yg akan dibidik phk telkomsel dan kang Dadang mmg bkn ahli dibdg marketing tp kl telkomsel jeli dan mengerti maka telkomsel sangat tepat dlm memilih trainer yg handal u. mengembangkan sdm khususnya team marketingnya.

  11. lesmono supangat ibrahim

    Tentang cara promosi Kang dadang dg mengambil contoh Target pasar, Saya berpendapat sebagai berikut:
    1.Dapat dikategorikan point 2 karena feeback ini dirasakan telkomsel sebagai salah satu keluhan pelanggan (baik pelanggan premium atau biasa akan sgt tergangu dg bombardir sms), kemudian si pengeluh menawarkan diri untuk untuk membantu sesuai keterbatasan dan kelebihannya dengan sangat santun. Semoga telkomsel segera mengkontak Akang..
    2.Dapat di kategorikan point 1 karena telkomsel menolak “contoh isi ilustrasi” kang dadang tentang sms di jam tidak tepat. Sehingga sms atau email lain akan langsung di hapus dari inbox atau dibiarkan tidak dibaca akhirnya ter hapus juga.
    Demikian kang, terimakasih

    Salam

  12. masuk kategori 2
    alasannya, bapak memberikan “pencerahan” sekalian memberikan solusi yang “dapat” digunakan dengan segera. banyak orang yang menganjurkan banyak cara bla bla bla tapi tidak ada “orang” yang dapat dihubungi untuk cara “bla bla bla” tersebut

  13. Menurut saya pak lebih ke kategori 1.
    Memberikan layanan terbaik dan mengertikan kondisi konsumen.

  14. menurut saya, sesuai dengan katagori ke 2, karena 1. promosi yang dilakukan oleh kang Dadang tidak menimbulkan kesan negatif bagi pembaca
    2. juga tidak mengganggu aktifitas pembaca terhadap promosi yg dilakukan oleh kang Dadang
    3. meski efetifitas dari promosi itu belum tentu tepat sasaran tetapi kemungkinannya tetap besar karena kang Dadang setidaknya mengetahui katagori atau level dari orang yang membacanya

  15. Yth. Bp Dadang,…
    Boleh saya tertawa keras terlebih dahulu?…. Saluuut n Tabik buat Anda…
    Sebenarnya Anda tidak membutuhkan jawaban atas pertanyaan Anda itu… karena sebenarnya Anda lebih ingin mengetahui reaksi dari pembaca….

    Kalau saya… jelas tertarik dengan buku “hadiah”…yang sangat sayang jika dilewatkan masuk dalam deretan buku bacaan saya… apalagi jika saya peroleh secara GRATIS…. ha ha ha… terima kasih… dan sekali lagi…. saya beri pujian tulus… Anda HEBAT… dalam “mengulik” perhatian pembaca…

  16. Kang Dadang..
    No 2 karena anda menawarkan buku gratis kepada org yg mau memberi komentar. Dan saya mau kok, buku gratisnya hehehe…

    Salam Sukses

  17. kategori #1, Salut kang cara promosinya

  18. Bapak Ibu, terimakasih telah mmeberikan respon atas Quiz yang saya ajukan. Pengumuman pemenangnya sudah disampaikan dalam artikel terbaru saya hari ini ya.

    salam,
    dadang