Friday , September 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Blackberry Meningkatkan Produktivitas?

Blackberry Meningkatkan Produktivitas?

Untuk kebutuhan In-house training dikantor Anda, hubungi 0812 1040 3327

Hore, Hari Baru! Teman-teman.

Izinkan saya berbagi informasi tentang dua hasil penelitian. Penelitian pertama menyatakan bahwa; ”penggunaan blackberry meningkatkan efisiensi kerja team sebesar 38%”. Sedangkan penelitian kedua, ”pekerja yang gandrung gadget komunikasi menyia-nyiakan jam produktifnya sebanyak 250% lebih lama untuk membaca email tidak terkait pekerjaan dan meningkatkan pengeluaran perusahaan hingga 20%.” Data pertama dipublikasikan oleh RIM sang produsen Blackberry, sedangkan data kedua adalah hasil penelitian Ian Price seorang Occupationaly Psychologist di UK. Dengan menggunakan nalar yang paling jernih, Anda lebih percaya data penelitian pertama atau yang kedua? Jika Anda mendapatkan kesulitan untuk menilainya, cobalah lihat lingkungan sekitar Anda; apakah mereka lebih produktif seperti disampaikan dalam penelitian pertama? Atau mendekati kenyataan seperti yang ditemukan dalam penelitian kedua?

Bayangkan Anda memesan capuccino di restoran sebuah hotel berbintang. Tentu Anda berharap bisa menikmati minuman favorit itu dengan tegukan penuh kenikmatan. Sampai tetes terakhir. Namun, ketika Anda menyeruputnya? Capuccino itu berasa asin! Apakah Anda senang dan terus meminumnya? Saya ragu. Cerita itu bukan karangan imajinasi saya, melainkan true story sharing dari seorang sahabat yang bekerja di industri perhotelan. Selidik punya selidik, ternyata petugas resto membuatnya sambil sibuk ber-BBM ria. Serius, saya sampai terbelalak menyimak sharingnya tentang betapa perilaku dan produktivitas kerja kita sudah sedemikian terpuruknya gara-gara penggunaan alat komunikasi secara berlebihan. Saya tidak mau terjebak untuk ikut-ikutan menyalahkan BB. Kitalah yang salah dalam menggunakannya. Makanya, kita perlu belajar menggunakan alat komunikasi itu dengan tepat. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menggunakan gadget komunikasi secara produktif, saya ajak memulainya dengan mempraktekkan 5 prinsip Natural Intelligence (NatIn) berikut ini:
Biasa melakukan In-house training? Undang Deka dong sekali-sekali

1. Berpegang teguhlah kepada tujuan hidup Anda. Segala sesuatu yang melenakan membelokkan kita dari the ultimate goal of our life – tujuan tertinggi dalam hidup. Anehnya, kita rela jika ’kehidupan’ kita terganggu oleh bunyi ’durirang’ smartphone. Kita langsung berhenti beraktivitas. Lalu membaca pesan tidak relevan itu. Tersenyum sendirian. Mengetik balasan. Pencet tombol send. Meletakkan kembali gadget itu. Lalu meneruskan aktivitas sambil terlebih dahulu bertanya dalam hati;’sampai dimana ya tadi?”. Perilaku seperti itu, sama sekali tidak mendekatkan kita kepada tujuan hidup kita. Hidup hanya bisa dibangun dengan baik jika kita bersedia mencurahkan seluruh kemampuan yang kita miliki untuk memperjuangkannya. Untuk mencapai itu, kita butuh cerdas. Padahal menurut penelitian The Institute of Psychiatry, UK; penggunaan alat komunikasi secara berlebihan menyebabkan turunnya IQ hingga 10 point lho. Kita juga butuh stabil secara emosi, padahal ’ketawa sendiri’ menunjukkan bahwa emosi kita sedemikian mudahnya diatur-atur oleh orang lain dari jarak jauh. Kita butuh gigih, padahal ’menunggu’ balasan dari seberang menunjukkan jika kita sedang mengabaikan hidup. Kita butuh fokus, padahal bolak balik melihat layar blackberry menunjukkan jika kita sama sekali tidak fokus. Anda punya tujuan hidup? Berpegang teguhlah padanya. Karena, itulah yang membuat hidup Anda bermakna.

2. Pahamilah dampaknya kepada kualitas pribadi Anda. Apakah RIM berbohong ketika melaporkan produktivitas meningkat 38% dengan kehadiran blackberry? Saya yakin tidak. Secara positif, data itu menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakannya secara proporsional; bisa memetik manfaat positif dari keberadaan smartphone. Tapi mengapa dalam kebanyakan situasi, data penelitian itu bertolakbelakang dengan kenyataan yang kita lihat sehari-hari? Itu menunjukkan bahwa banyak sekali orang yang belum masih belum memanfaatkan potensinya dengan baik. Mereka terlena, sehingga efeknya malah jadi negatif. Amir Khaki menceritakan hasil study-nya kepada CNN. Subyek penelitan diminta untuk menyelesaikan sebuah tugas harian yang biasanya bisa diselesaikan dalam waktu 20 menit. Ternyata orang-orang itu menghabiskan waktu hingga 60 menit karena diselingi acara ’melirik’ blackberrynya. Ini hanya pekerjaan ringan lho. Bagaimana dengan pekerjaan yang rumit? Padahal, jika kita tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik, penilaian kinerja kita juga memburuk. Atasan kita marah. Perusahaan terpengaruh, dan akhirnya kita juga yang menerima dampaknya. Dan, satu lagi. Coba ingat-ingat kembali; berapa kali jantung Anda berdegup kaget karena takut ketahuan atasan saat membuang waktu produktif dengan BB Anda? Hati-hati, degup jantung seperti itu memicu Ansietas dan Depresi lho. Kasihan Anda sendiri kan?

3. Ambillah mutiaranya, dan abaikanlah lumpurnya. Cobalah perhatikan, berapa banyak pesan BBM yang Anda terima dalam sehari. Dari sejumlah pesan itu, berapa banyak yang bernada positif? Sebagian besar sekedar ’obrolan ngalor ngidul’. Sebagian lainnya gosip. Atau gambar ’seru’. Atau rayuan gombal para ’pemburu’. Sebagian lainnya lagi hanya guyonan. Dan ’mungkin’ ada pesan berisi ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ditengah membanjirnya pesan yang masuk ke ruang-ruang pribadi kita, berapa %-kah yang benar-benar memberi dampak positif? Yang terakhir inilah mutiaranya. Sedangkan selebihnya hanyalah lumpur belaka. Wooy, hidup jangan terlalu serius dong. Saya setuju sekali. Bahkan saya memiliki banyak koleksi humor. Dari yang ’bersih’ sampai yang ’kelam’. Tetapi, waktu dan energi kita adalah aset yang sangat berharga bagi hidup kita sendiri. Maka wajar jika kita menggunakan sebagian terbesarnya untuk hal-hal yang benar-benar memberi nilai kepada kehidupan kita sendiri. Jika kita tidak mau menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak berguna, maka begitu pula seharusnya sikap kita terhadap waktu dan energy kita. So, mari kita alokasikan lebih banyak waktu kepada pesan-pesan yang membangun diri kita. Dan kasih sekedarnya saja untuk hal-hal sebaliknya. Percayalah, waktu Anda akan lebih bermanfaat dan lebih produktif. Karena Anda terlebih dahulu mendapatkan mutiaranya.

4. Bersenang-senanglah di waktu-waktu pribadi Anda. Nah, ini adalah saatnya kita untuk bersenang-senang. Atasan kita tidak punya hak untuk melarang. Kontrak kerja kita tidak memuat pasal untuk menjauhi kesenangan. Sebaliknya, hal itu bisa menciptakan keseimbangan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi alias work-life balance. Meski kita wajib bekerja di jam kerja, tapi kita memiliki private time yang bisa kita gunakan untuk apapun yang kita suka. Kapan? Selama diluar jam kerja. Jam kerja kita adalah hak perusahaan, dan kita wajib memenuhinya. Sebaliknya, jam istirahat adalah hak kita, dan perusahaan wajib menghargainya. Jadi, setiap kali istirahat itu adalah saat yang tepat untuk membuka lagi blackberry Anda, dan melakukan apapun bersamanya sesuka hati. Ayo, bersenang-senanglah. Karena ini adalah waktu pribadi Anda. Mau cekikikan? Silakan. Mau cepet-cepetan mengetik pesan di key-pad? Ayo. Mau melihat gambar-gambar indah? Hmmh, marrri. Apapun bisa kita lakukan. Namun. Setelah waktu istirahat itu habis, sebaiknya tinggalkan dulu semua kesenangan itu. Karena sekarang, is the time to be back to take care our professional responsibility. Fair, kan?

5. Bantulah orang lain mengindahkan hidupnya sendiri. Pada dasarnya, etika berkirim pesan mirip dengan bertelepon, khususnya dalam soal waktu. Dulu, kita sungkan benar untuk menelepon teman lewat jam 9 malam. Sekarang? Lalu lintas texting berlangsung nyaris 24 jam. “Lho, dia kan belum tidur juga. Jadi gak apa-apa dong.” Hey, kita lupa bahwa tak seorang pun punya tubuh sehat dan bugar tanpa tidur yang cukup. Kalaupun besok kita santai, kita tidak tahu persis apa yang harus dilakukan orang lain esok hari. Jika malamnya begadang, besoknya pasti mengantuk dikantor. Ada yang lebih parah dari itu. Kita sering lupa bahwa teman kita itu memiliki keluarga. Bukankah sudah jamak suami istri yang sedang berbaring di tempat tidur tidak saling sapa hanya karena salah satu atau kedua-duanya sedang sibuk dengan blackberrynya? Banyak lho suami istri yang bertengkar karenanya. Parahnya lagi, kita sudah tidak sungkan-sungkan mengajak chating gak penting kepada teman yang sudah jelas sedang berada dikantor pada jam kerja. Kita sering tidak sadar telah menjadi pengganggu konsentrasi mereka. Kita sudah menjadi ‘white devil’ mereka. Sebagai teman, kita justru bisa berkontribusi kepada mereka dengan cara sederhana, yaitu; texting hanya pada saat yang patut. Itu untuk orang lain. Apa yang bisa Anda lakukan untuk menolong mengindahkan hidup Anda sendiri? Sederhana juga; tidak usah melayani texting pada jam-jam yang tidak sepatutnya.

Ada banyak orang yang telah memperoleh manfaat positif dari kehadiran dan kemudahan yang ditawarkan teknologi komunikasi. Itu adalah hadiah dari penggunaan yang tepat dan bijaksana. Mereka berhasil menjadikan blackberry sebagai pendongkrak produktivitasnya. Namun, begitu banyak orang yang justru terlena dalam arus komunikasi semu hingga produktivitasnya terpuruk. Ada yang kehidupan pribadinya hancur. Ada pula yang keharmonisan keluarganya berantakkan. Jadi, bukan gadgetnya. Tapi, kitalah penentunya.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman – Deka – 5 Oktober 2011
Trainer “Natural Intelligence Leadership Training”
Penulis buku ”Natural Intelligence Leadership” (jadwal terbit Oktober 2011)
Natural Intelligence Leadership Training
http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/
TRAINING IN-HOUSE? KAMI BISA MELAKUKANNYA UNTUK ANDA. UNDANG KAMI YA….
Contact person in-house training: Ms. Vivi – 0812 1040 3327
Follow dangkadarusman on Twitter

Catatan Kaki:
Informasi itu seperti makanan. Yang buruk meracuni. Yang baik memberi tubuh kita nutrisi penuh gizi.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman

Gambar :www.robbienorman.wordpress.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

5 comments

  1. wah pak, alhamdulillah… dari artikel ini membuka pikiran saya bahwa masih ada dampak possitif dari barang seperti ini.. 🙂

  2. terima kasih pak.. bermanfaat sekali..

  3. gagdet bisa sangat bermanfaat bila tau cara menggunakannya,
    minimal bermanfaat untuk komunikasi, hehe 🙂

  4. konten bagus, rasional, cerdas, reasonable dan update

  5. Dadang Kadarusman

    @ Pak Fahmi, kalau saya tidak punya karena memang tidak bisa belinya pak hahahaha

    @aku saja, terimakasih juga ya

    @Akatsuci butul sekali itu. sifatnya untuk membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. cuma kitanya aja yang sering salah pakai

    @ Pak Fatoni. wah , terimakasih ada ‘lembaga’ ratingnya nih… hahaha