Friday , October 23 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Meraih Kebahagiaan Di Tempat Kerja

Meraih Kebahagiaan Di Tempat Kerja

Untuk kebutuhan In-house training dikantor Anda, hubungi 0812 1040 3327

Hore, Hari Baru! Teman-teman.

Kenapa banyak orang yang tidak bergairah ditempat kerjanya, ya? Mengeluhkan tentang gaji, atasan, teman, ini dan itu. Bahkan tak sedikit yang menyia-nyiakan pekerjaannya. Padahal penelitian menunjukkan bahwa tidak memiliki pekerjaan berkaitan dengan meningkatnya perilaku buruk dan ketidakpedulian terhadap individu lain. Jay Fidler – seorang profesor psikiatri – menyatakan bahwa pekerjaan memungkinkan manusia memahami kemampuan dan keterbatasan dirinya dalam beradaptasi dengan lingkungan hingga memperoleh perasaan ’berguna’. Dengan kata lain, orang yang tidak memiliki pekerjaan bisa merasa dirinya sebagai ’orang yang tidak berguna’. Dalam pengamatan saya, orang tidak benar-benar menyadari betapa berartinya pekerjaannya kecuali mereka sudah kehilangan pekerjaan itu. Mereka bilang; ’pekerjaan ini tidak memberi saya kebahagiaan.’ Jadi, bagaimana sih meraih kebahagiaan di tempat kerja itu?

Pekerjaan formal pertama saya dimulai pada tahun 1996. Kala mendapatkan pekerjaan itu, kebahagiaan saya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kebahagiaan yang sama dirasakan oleh setiap orang yang baru mendapatkan pekerjaan dambaannya. Untuk merayakannya, sampai-sampai kita gunakan gaji pertama untuk mentraktir kerabat dan sahabat dekat. Semua wajah terlihat sumeringah, kala itu. Namun seiring berjalannya waktu, kehidupan kerja kita mulai menampakkan wajah aslinya. Maka wajah-wajah yang dulu sumeringah itu mulai berubah. Antusiasme yang dulu terpancar itu mulai memudar. Satu demi satu orang-orang bahagia itu mulai kehilangan gairah. Pekerjaan pun sudah berubah menjadi rutinitas yang membosankan. Dan akhirnya, kita kehilangan rasa syukur atas pekerjaan yang kita miliki. Kalau pun kita tetap menjalaninya, itu karena kita tidak memiliki pilihan lain. Padahal hidup kita tidak akan kunjung bahagia, jika setiap hari kita terpaksa melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar meraih kebahagiaan di tempat kerja, saya ajak memulainya dengan mempraktekkan 5 prinsip Natural Intelligence (NatIn) berikut ini:
Training Kepemimpinan, Budaya Kerja, Pengembangan Karir. Langsung Bersama penggagas Natural Intelligence modern. Hubungi Kami.

1. Raihlah kebahagiaan di rumah terlebih dahulu. Fidler benar tentang perasaan berarti yang didapatkan orang karena memiliki sebuah pekerjaan. Kebutuhan manusia terhadap pekerjaan bukan sekedar untuk mendapatkan uang, melainkan juga pemenuhan kebutuhan emosinya. Tetapi, mengapa orang yang sudah punya pekerjaan tidak kunjung mendapat kebahagiaan? Sudah begitu banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli untuk menemukan jawabannya. Dalam sebuah meta-analisis terhadap 223 hasil penelian, Nathan Bowling dari Wright State University menemukan bahwa orang-orang yang tidak bahagia dalam hidupnya mempunyai peluang yang kecil untuk bahagia dalam pekerjaannya. Menurut hemat saya, hidup bagi mahluk sosial seperti kita bukanlah hidup sendirian. Melainkan hidup bersama orang-orang yang ada di rumah kita. Mengapa? Karena rumah itu seperti sebuah pelabuhan tempat kapal-kapal bersandar setelah pergi berlayar. Mengisi bahan bakar. Menginspeksi tali dan jangkar. Dan memperbaiki jika ada bagian-bagian yang terluka. Tanpa pelabuhan itu, kapal tidak mungkin bisa berlayar dengan aman dan nyaman. Begitu pula kita. Rumah adalah akar dari segala kebahagiaan yang kita cari di tempat kerja. Maka jika ingin menemukan kebahagiaan di tempat kerja, Anda harus terlebih dahulu membangunnya di rumah.

2. Raihlah kebahagiaan dengan prestasi. Orang yang memiliki pekerjaan ternyata tidak secara otomatis mempunyai perasaan bermakna. Banyak diantara mereka yang merasa disepelekan oleh orang lain. Mungkin atasan, pelanggan, teman atau senior yang telah terlebih dahulu bekerja di perusahaannya. Ketika seseorang merasa dirinya ‘tidak dianggap’, maka keberadaan dirinya juga dipertanyakan sehingga ‘perasaan berguna’ itu pun tergerus secara perlahan-lahan. Namun, dalam pengamatan saya orang-orang yang memiliki prestasi tinggi di tempat kerjanya tidak pernah bisa disepelekan. Artinya, jika seseorang merasa dirinya disepelekan oleh orang lain maka dia harus bertanya kepada dirinya sendiri; apakah saya sudah berprestasi di kantor ini? Perusahaan tidak selalu memberi bonus berupa materi atau luxury. Apalagi promosi. Prestasi sering hanya dibalas dengan ucapan terimakasih. Maka malaslah orang untuk berprestasi. Toh gajinya sama saja dengan mereka yang biasa-biasa saja. Disinilah letak masalahnya. Kita sebenarnya bisa berprestasi, tapi terlalu terikat pada imbalan berupa materi. Padahal, imbalan tertinggi bagi orang-orang yang berprestasi itu bukan materi atau promosi. Melainkan pengakuan atas eksistensi dirinya. Dan pengakuan itu adalah benih bagi tumbuhnya perasaani kebahagiaan.

3. Raihlah kebahagiaan dengan humor. Perhatikan orang-orang yang terlalu serius dalam bekerja. Setiap ujung garis bibirnya dibebani gaya gravitasi. Dahinya mengkerut. Raut wajahnya kencang dengan tatap mata yang dingin dan tajam. Orang bilang kalau bekerja itu harus serius. Itu saya setuju sekali. Tetapi serius dalam bekerja tidak berarti harus terus menerus memasang dahi yang berkerut atau wajah cemberut. Kita perlu menyelinginya dengan suasana hati yang menyenangkan. Penelitian Anthony Pescosolido dari University of New Hampshire menemukan bahwa humor yang tepat memberikan dampak positif pada proses pengelolaan emosi dan hubungan interpersonal bersama kolega di kantor. Dengan kata lain, jika ingin lebih bahagia dan lebih ceria di kantor, Anda perlu membuka diri terhadap humor. Prambors bilang; Sersan-lah, boss! Serius tapi santai. Jika Anda tidak bisa membuat humor sendiri, setidak-tidaknya Anda bersedia mendengar humor dari orang lain. Ada lho orang yang menolak bahkan menilai negatif humor. Pantas jika orang lain enggan berurusan dengannya. Belajarlah untuk menikmati humor bersama kolega Anda. Lagi pula, humor itu tidak berarti tertawa terbahak-bahak, kok. Humor yang bagus itu justru hanya akan membuat kita tersenyum simpul tapi mampu mendorong hati kita untuk berkata; ‘iya juga ya.’ Nah, frase ‘iya juga ya’ itulah yang mampu menyegarkan dan menginspirasi jiwa kita. Makanya dengan humor kita bisa lebih bahagia.

4. Raihlah kebahagiaan dengan pertemanan. Bayangkan Anda pergi dari rumah lalu masuk ke ruang kerja. Tak seorang pun Anda sapa. Dan tak seorang pun menyapa Anda. Hanya mesin dan alat-alat kantor yang berinteraksi dengan Anda. Dapatkan Anda menemukan kebahagiaan ditempat kerja seperti itu? Ironisnya, kita melakukan itu bukan karena tidak ada orang lain dikantor kita. Ada puluhan, bahkan ratusan orang disana. Namun kita terkucil sendirian. Mengapa? Karena kita tidak mau berteman dengan mereka. Teman. Itulah yang bisa membuat hidup Anda lebih berwarna. Tidak seorang pun bisa hidup bahagia tanpa teman. “Saya bukan tidak mau berteman, tapi mereka yang tidak mau menerima saya,” pernahkah Anda mendengar suara lirih seperti itu? Oh, betapa banyak orang yang merasa dirinya tidak diterima untuk menjadi teman bagi orang lain. Hey, tak seorang pun tega menolak untuk berteman dengan orang yang baik. Jika Anda orang baik, pasti ada orang yang mau berteman dengan Anda. Hanya saja, Anda perlu mulai belajar mengucapkan beberapa kalimat sederhana setiap kali Anda bertemu dengan mereka. Misalnya, ‘Hi, selamat pagi. Apa kabar Anda hari ini?’ Atau, “Apa yang bisa saya bantu?’ Apalagi kalau Anda mau mengulurkan tangan dan bersalaman dengan mereka. Anda ingin tahu apa dampaknya pada perasaan bahagia Anda? Cobain aja.

5. Raihlah kebahagiaan dengan kejujuran. Pernahkah Anda mengenal orang yang terlihat bahagia saat berada dalam keramaian, tapi kembali murung saat dia masuk ke kamar pribadinya? Saya sendiri percaya bahwa kebahagiaan tertinggi adalah apa yang kita rasakan didalam hati sanubari. Artinya, kebahagiaan sejati itu hanya bisa dimiliki jika hati kita tidak ternoda. Jika saya telah melakukan sebuah kesalahan yang saya sembunyikan dari teman, maka saya akan berpura-pura bahagia dihadapan mereka. Tetapi, setelah mereka pergi; dosa dan kesalahan saya kembali menghantui. Dengan kata lain, kita butuh sebuah kejujuran. Jika ditempat kerja seseorang melakukan sesuatu yang tidak jujur, tidak akan mungkin kebahagiaan menghampiri dirinya. Ya bisa saja dia tertawa senang karena perilakunya tidak dipergoki. Tapi saat benar-benar menyendiri? Tidak mungkin dia merasakan kebahagiaan sejati. Mengapa? Karena setiap orang memiliki sebuah antena yang berfungsi untuk menghubungkan hatinya dengan nilai-nilai Ilahi. Dia tahu bahwa Tuhan mengetahui segalanya. Maka bagi siapa saja yang menyadari hal itu, pasti juga sadar bahwa kebahagiaan sejati itu hanya akan bisa diraih oleh orang-orang yang jujur. Kebahagiaan orang-orang jujur akan tetap jadi miliknya meski sudah pensiun. Sebaliknya, orang yang tidak jujur akan dihantui oleh ketidakjujurannya; selama hidupnya. So, kalau Anda ingin mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya di tempat kerja, maka jadilah orang yang jujur. Dan jauhilan perbuatan-perbuatan tercela. Percayalah, ketika kelak Anda mengenang masa-masa indah itu; Anda akan puas kepada diri Anda sendiri. Dan Anda merasakan bahagia itu lagi.

Mari mulai mengikis emosi-emosi negatif yang kita miliki di tempat kerja. Meski tidak sempurna, pekerjaan kita itu sungguhlah sangat berharga. Jika saat ini mental kita masih sehat, mungkin itu karena kita memiliki pekerjaan. Jika sampai sekarang kita masih dihargai, mungkin itu juga karena profesi yang kita tekuni. Jika kita merasakan ketentraman batin, mungkin itu juga merupakan manfaat dari pekerjaan yang selama ini tidak kita sadari. Mari sadari, bahwa pekerjaan kita merupakan salah satu syarat penting untuk meraih kebahagiaan dalam hidup. Karena kebahagiaan ditempat kerja, menentukan kebahagiaan dalam keseluruhan hidup kita. Dan kita, bisa mulai membangun kebahagiaan itu bersama orang-orang terdekat kita. Dengan fondasi kejujuran yang kita pegang teguh, sekuat tenaga.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman – 6 Oktober 2011
Trainer “Natural Intelligence Leadership Training”
Penulis buku ”Natural Intelligence Leadership” (jadwal terbit Oktober 2011)
Natural Intelligence Leadership Training
http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/
Mencari topik training untuk kantor Anda? Hubungi kami
Contact person in-house training: Ms. Vivi – 0812 1040 3327
Follow dangkadarusman on Twitter

Catatan Kaki:
Kebahagiaan ditempat kerja hanya bisa diraih oleh mereka yang benar-benar menghargai pekerjaannya.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman

Gambar :www.reorg.co

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.