Monday , February 24 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Menyeimbangkan Akal Dan Kalbu

Menyeimbangkan Akal Dan Kalbu

Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

Hore, Hari Baru! Teman-teman.

Catatan Kepala: ”Kesempurnaan manusia tidak semata-mata terletak pada akalnya saja, melainkan juga kalbunya. Maka kesempurnaan hidup hanya bisa dicapai jika seseorang memiliki keseimbangan dalam penggunaan akal dan kalbunya.”

“Kamu itu Hitachi, Nak.” Begitu saya katakan kepada anak saya. “Hitam, Tapi China.” Baru kemarin saya ingatkan lagi tentang hal itu dalam perjalanan kami menuju ke Bandara. Berkaitan dengan Imlek? Tidak juga. Namun meski tidak merayakannya, saya selalu terkesan pada salah satu falsafah kuno Chinese yaitu, Yin dan Yang. Kita selalu diingatkan untuk menyeimbangkan segala sesuatu. Namun, keseimbangan itu seperti apa? Apakah seperti timbangan yang punya bobot sama di kiri dan kanan kedua kompartemennya? Tidak juga. Jika Anda masih ingat symbol Yin-Yang, maka Anda akan lebih mudah memahami makna kesimbangan itu. Atau, jika Anda melihat sampul buku terbaru saya Natural Intelligence (NatIn™) Leadership, Anda tentu melihat logo itu dihiasi hati yang mewakili Kalbu dan lampu yang menggambarkan Akal. Saya menggunakan symbol Yin-Yang itu untuk menggambarkan kesimbangan antara Akal dan Kalbu. Menurut pendapat Anda, mana yang lebih penting: Akal atau Kalbu?

Ada masa dimana kita mendewakan kekuatan akal. Orang yang paling encer otaknya diberi nilai lebih. Ada pula periode dimana kita mengagung-agungkan kalbu. Siapa yang paling baik pengelolaan emosional-spiritualnya digadang-gadang sebagai pribadi yang mumpuni. Tidak heran jika penganut kecanggihan IQ tidak juga sejalan dengan para pengusung kehebatan EQ dan SQ. Kenyataannya, manusia diciptakan dengan Akal dan Kalbu yang saling menyatu secara utuh. Maka, mulai sekarang; marilah memperlakukan diri kita sendiri secara utuh pula. Kita tidak bisa terus menerus mendiskreditkan salah satu dari kekuatan akal atau kalbu itu. Kesempurnaan hidup itu hanya bisa dicapai jika seseorang memiliki keseimbangan dalam penggunaan akal dan kalbunya. Karena kesempurnaan manusia tidak semata-mata terletak pada akalnya saja, melainkan juga kalbunya.

Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

Keseimbangan antara Akal dan Kalbu inilah sebenarnya yang menjadi inti dari Natural Intelligence (NatIn™).Tidak mungkin manusia mencapai puncak dari kualitas penciptaan dirinya tanpa memaksimalkan kapasitas akal dan mengoptimalkan potensi kalbunya. Makanya, tidak heran jika kita sering melihat orang yang pandai dalam mengambil keputusan. Jago berbicara dalam setiap persidangan. Namun kata, perilaku, dan buah dari tindakannya jauh dari ciri pribadi yang memiliki nurani. Atau sebaliknya, banyak juga orang yang terlihat sedemikian salehnya. Namun, sangat tidak kompetitif.

Kebutuhan kita dalam menyimbangkan Akal dan Kalbu berlaku untuk semua aspek kehidupan. Karena tidak ada satu aspek pun dalam hidup kita yang terlepas dari peran akal, dan peran kalbu. Mendahulukan akal, tidak berarti mengabaikan kalbu. Sebaliknya, mendahulukan kalbu tidak berarti menihilkan fungsi akal. Keduanya harus dipakai. Mungkin hanya porsinya saja yang berbeda bergantung konteksnya. Seberapa banyak porsi akal dan porsi kalbu yang tepat? Anda bisa menakarnya melalui symbol Yin dan Yang. Disana Anda bisa tahu, kapan saatnya Anda harus menggunakan Akal lebih banyak dari Kalbu atau sebaliknya. Atau, pada kondisi tertentu keduanya digunakan dalam proporsi yang sama.

Kenapa sih untuk seimbang kita tidak menggunakan prinsip timbangan saja? Kiri kanan 1 kg pasti seimbang? Tidak bisa. Karena timbangan hanya menggunakan pertimbangan akal yang eksak. Prinsip timbangan menghasilkan kesetimbangan statis (Static Equilibrium). Sedangkan prinsip Yin & Yang menjelaskan tentang Kesetimbangan Dinamis (Dynamic Equilibrium) yang menjaga ‘keseluruhan energi’ (universal wholeness) dimana didalamnya memungkinkan kita untuk meramu Akal dan Kalbu dalam proporsinya masing-masing. Ketika kita bisa menggunakan Akal dan Kalbu secara seimbang dan dinamis itu, tidak berarti kita selalu menggunakan keduanya sama banyaknya. Melainkan sesuai dengan tuntutan untuk menghasilkan keputusan atau pertimbangan terbaik. Bukan untuk dunia saja. Melainkan juga untuk akhirat kita. Ketika kita bisa mencapai kesetimbangan dinamis antara Akal dan Kalbu itulah kita disebut sebagai pribadi yang memiliki tingkat Natural Intelligence (NatIn™) atau kecerdasan hakiki yang tinggi.

Dalam Natural Intelligence (NatIn™) kita tidak hanya mempertimbangkan urusan duniawi. Melainkan juga ukhrowi alias akhirat kita. Itulah sebabnya dalam buku Natural Intelligence Leadership, Anda menemukan kisah-kisah teladan para Nabi. Mengapa? Karena tidak ada pribadi yang lebih layak untuk dijadikan tempat berguru selain para Nabi. Keliru jika kita mengagung-agungkan para motivator atau public speaker sambil melupakan ajaran Nabi-Nabi kita. Karena sehebat apapun para pembicara itu, tidaklah sebanding dengan kualitas para Nabi. Tidak bolehkah mendengar para public figure yang menyeru kepada kebaikan? Sangat boleh. Harus, bahkan. Tetapi, jangan sampai kekaguman kita. Kegandrungan kita. Ketundukan kita kepada para orator itu menjauhkan kita kepada fakta bahwa Tuhan, telah mengirimkan para utusannya sebagai Nabi dan Rasul bagi kita. Jangan sampai kita mendengar para trainer, namun meninggalkan ajaran para rasul.

Bukankah Nabi kita berbeda? Memangnya kenapa? Meski mereka berbeda, ada dua kesamaan yang dimiliki oleh pribadi-pribadi suci itu. Pertama, Para Rasul mengajak untuk menyembah hanya kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Kedua, para Nabi suci itu selalu mengajak kita untuk meraih keseimbangan hidup didunia dan diakhirat. Ketahuilah bahwa para Nabi adalah the first hand masters dalam bidang Natural Intelligence. Melalui Jibril, Tuhan membimbing mereka untuk memahaminya. Lalu mempraktekkan dan mencontohkan kepada para umatnya agar mampu menggunakan Akal dan Kalbu secara seimbang. Keseimbangan antara penggunaan Akal dan Kalbu memungkinkan kita untuk menyeimbangkan pencapaian kita di dunia dan akhirat. Jika Anda bersedia mendengar nasihat para pembicara publik – seperti saya – misalnya; bersediakah Anda untuk kembali kepada tuntunan para Nabi yang mengajak Anda kepada kehidupan di dunia dan akhirat sekaligus? Yuk, kita sama-sama mengikuti jejak langkah mereka.

Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 24 JaNEWary 2012
Author, Trainer, & Public Speaker of Natural Intelligence
Follow dangkadarusman on Twitter

Catatan Kaki:
Keseimbangan antara penggunaan Akal dan Kalbu membantu kita menyeimbangkan pencapaian kita di dunia dan akhirat. Itulah Natural Intelligence.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Apa sih ‘Natural Intelligence’ itu? Sebuah pertanyaan yang mengusik banyak orang dalam tahun-tahun terakhir ini. Jawabannya ada dalam Buku Natural Intelligence (NatIn™), yang baru terbit January 2012. Buku ini memberi sudut pandang baru dan membuka kesadaran tentang bentuk kecerdasan insani yang sesungguhnya. Buku ini juga berisi langkah-langkah praktis tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita. Baik di rumah, maupun dikantor, atau lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.dadangkadarusman.com atau Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Tentang In-house training: “Adapting To Change“.
Dalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan “ADAPTING to CHANGE“ yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

Tentang Dadang Kadarusman
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )

Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer & Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang ‘mengerikan’.

“I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.” Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah ‘orang yang sedang berada dihadapan Anda’. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu.

Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan ‘mandat baru’ untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu.

Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.

Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Buku terbaru saya Natural Intelligence Leadership, terbit pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; “Mari Berbagi Semangat!”.

Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang ‘trainer’ yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman

Gambar :

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

4 comments

  1. Sepakat dengan Kang Dadang. Ada beberapa orang yang memilah-milah, ini urusan ruhiyah, ini urusan fikriyah, dan ini urusan jasadiyah. Padahal, konsep Islam mengajarkan tentang “insan” secara utuh. Begitu pula dengan urusan dunia-akhirat, ada juga orang yang membuat pembagian kehidupan. Padahal, dunia-akhirat adalah serangkaian kehidupan yang tidak terpisahkan.
    Satu hal lagi, saya sangat sependapat dengan Kang Dadang mengenai “kembalinya” kita untuk meneladani para Nabi dan Rasulullah. Benar, siapa lagi manusia yang pantas kita jadikan teladan selain mereka para utusan Allah SWT.
    Ayo Kang, Imam dukung pemikiran Akang, untuk KESADARAN umat manusia !!!!
    Jangan lupa Kang, mampir di blog Imam ya, heheheheh…

  2. Selamat buat Mas Dadang. Memang Islam itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari secara total. Saya adalah salah satu pengagummu Mas Dadang. Tulisan anda sangat menyejukkan hati dan fikiran saya. Saya merasa sudah menemukan apa yang dambakan dalam pencarian yang panjang.

  3. Semua sudah terekam dan tersurat dalam al-Qur’an. Hanya saja al-Qur’an menjadi tak ubahnya sebuah kitab suci.yang di elukan dan di hormati, bahkan tertata rapi seperti hiasan mewah nan sakral. padahal al-Qur’an adalah untuk diselami, dipahami dan diaplikasikan, al-Qur’an is Total Intelligence.

    dan sebagai saran, selain Nabi yang menjadi teladan dalam buku ini, include juga kisah manusia-manusia biasa dalam ke-luarbiasaan-nya, sehingga nama mereka diabadikan dalam al-Qur’an. dekatkan saudara-saudara kita dengan Surat Cinta dari Sang Maha Penghimpun Cinta.

    Salam Semangat dan Mabruk!!

  4. Iya ya Pak Wahyu. belajar membacanya, meresapinya, dan mengamalkannya sedikit demi sedikit…