Tuesday , February 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Presenting The Future

Presenting The Future

Mencari trainer untuk karyawan di perusahaan Anda? Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

Hore, Hari Baru! Teman-teman.

Catatan Kepala: ”Tidak seorang pun tahu pasti yang akan terjadi dimasa depan. Namun kita bisa memperkirakannya dari cara hidup masa kini.”

Presenting the future. Kalimat yang menarik, bukan? Membawa masa depan kepada kekinian. Maaf, kalimat ini bukan sebuah jargon yang sekedar enak didengar atau keren untuk diucapkan. Bagi saya, kalimat itu memiliki makna yang teramat dalam. Mengapa? Karena kita semua menginginkan masa depan yang lebih baik, bukan? Kita terikat kepada masa depan. Itulah sebabnya mengapa kita menabung. Mengapa kita bekerja. Mengapa kita menjalani hari-hari kita dengan yang seharusnya. Karena jika tidak ada masa depan, mungkin kita sudah sejak lama menyerah. Jika tidak ada masa depan, mengapa Anda mau bersusah payah melakukan pekerjaan itu? Jika tidak ada masa depan, mengapa Anda masih mau keluar rumah pagi-pagi sekali, berjibaku dibawah tatapan matahari, dan baru pulang dimalam hari? Masa depan, itulah alasan kita. Pertanyaannya adalah; masa depan kita akan menjadi seperti apa ya……?

Pekan lalu, saya berkesempatan untuk menjadi narasumber dalam sharing session di The Jakarta Futures Exchange (JFX). Dalam hubungan dengan JFX itulah saya pertama kali mengenal motto itu. Sekarang Anda tahu jika kalimat itu bukan saya yang membuat. Saya meminjamnya dari JFX yang tengah berbenah diri melakukan perubahan untuk menuju masa depan yang lebih baik. Jauh-jauh ngomongin JFX, buat kita pribadi apa manfaatnya? Oh, banyak sekali. Kalau JFX melakukan perubahan di tingkat korporasi, maka kita bisa melakukannya di tingkat pribadi. Perusahaan berbicara soal visi. Kita pun sama-sama ingin melihat masa depan yang lebih baik. Maka presenting the future itu memiliki revelansi yang tinggi dengan proses pertumbuhan setiap pribadi. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar dari motto presenting the future, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™) berikut ini:

Untuk bantuan in-house training dan pemberdayaan karyawan Anda, hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

1. Mulai dengan membidik ke masa depan. Membidik ke masa depan adalah langkah pertama yang perlu kita lakukan. ‘The future’, kalau kata teman-teman di JFX. Dimasa depan ada begitu banyak alternatif atau pilihan berupa berbagai kemungkinan. Nah, kita mau memilih kemungkinan yang mana. Sederhananya, kita ingin mewujudkan masa depan seperti apa. Jadi dasarnya bukanlah menebak-nebak masa depan kita ‘akan’ menjadi seperti apa. Melainkan kita merancangnya ‘supaya’ menjadi seperti apa. Lho, apakah ada bedanya? Ada. Meramalkan akan menjadi seperti apa masa depan itu hanya sekedar ‘nrimo’. Hanya meneropong. Apapun yang akan terjadi, ya kita sekedar tahu. Kalau sudah tahu, so what? Kalaupun ada gunanya hanya sedikit. Tetapi merancangnya supaya menjadi apa, memiliki arti yang berbeda sekali. Itu adalah geliat. Cita-cita. Atau tekad. Kita melihat adanya kemungkinan bahwa masa depan kita akan menjadi seperti yang kita inginkan. Maka begitu melihat alternatif itu, kita membidiknya kearah itu. Bukankah kita selalu mempunyai kemerdekaan untuk berjalan kearah mana saja? Jika demikian, kita pun merdeka untuk membidik masa depan pada opsi atau pilihan kemungkinan yang mana pun.

2. Tetap berpijak kepada hari ini. Mengejar masa depan sering membuat kita lupa untuk berpijak pada hari ini. Padahal, tidak ada masa depan yang ‘putus hubungan’ dengan hari ini. ‘The present’, teman-teman di JFX bilang. Ada keterkaitan erat antara the future dengan the present. Maka tugas kita adalah ‘presenting the future’, yaitu; menjadikan masa depan sebagai agenda utama kita hari ini. Sederhananya, kita perlu mengindahkan tindakan dan perilaku kita hari ini agar bisa mendukung terwujudnya masa depan yang kita inginkan. Mari perhatikan sekali lagi, betapa kita mengimpikan masa depan yang indah dan menyenangkan. Kita tahu bahwa untuk mewujudkannya kita harus memiliki kualitas pribadi tertentu, misalnya. Namun, hari-hari kita tidak dijalani dengan usaha untuk mengasah diri hingga mencapai tingkatan yang memungkinkan kita mewujudkan masa depan itu. Jika kita menyia-nyiakan hari ini, maka jalan menuju ke masa depan yang kita inginkan akan menjadi semakin panjang. Sebaliknya jika kita benar-benar mengoptimalkan ‘hari ini’, maka kita memiliki peluang lebih besar untuk meraih apa yang kita inginkan.

3. Lintasi naik-turun perjalanannya. Jika kita masih merasa perjalanan ini hanya menanjak saja atau menurun melulu, mungkin kita belum berjalan cukup jauh. Jadi, jangan dulu mengeluh. Beratnya tanjakan. Atau mengerikannya turunan curam. Itu hanya sementara saja. Jika yakin bahwa itu jalan terbaik menuju ke masa depan yang kita inginkan itu, maka tidak ada pilihan lain kecuali menjalaninya, bukan? Kecuali jika Anda tidak yakin. Ya jangan tinggal terus di jalan itu dong. Cari, jalan mana yang Anda yakini. Harga komoditas juga sama; kadang naik, kadang turun. Saat naik teman-teman di JFX gembira karena kenaikan itu mengindikasikan peluang mendapatkan laba. Pada saat turun juga teman-teman JFX tetap gembira, karena itu mengisyaratkan untuk bersiap-siap menanamkan investasinya. Kita, mungkin perlu belajar kepada mereka. Agar ketika melintasi jalan mendaki kita tetap optimis bahwa pendakian itu akan membuat nilai diri kita semakin tinggi. Sedangkan ketika meluncur pada turunan curam, kita juga tetap yakin bahwa turunan itu bisa menumbuhkan rasa syukur yang mendalam. Dengan begitu, kita selalu memiliki optimisme yang ditemani oleh rasa syukur. Sebab, optimisme memberi kita energy untuk terus melangkah. Sedangkan rasa syukur memampukan kita untuk menikmati apa yang kita miliki. Jadi, saat melintasi jalur naik dan turunnya; ya jalani saja.

4. Waspada terhadap berbagai godaannya. Di sepanjang perjalanan kita ada banyak sekali persimpangan, perempatan atau pertigaan. Banyak juga jalan kecil dan gang. Semuanya bisa membelokkan kita kearah yang tidak menuju ke tempat yang kita ingin datangi. Perjuangan kita juga selalu dirubungi oleh berbagai macam godaan. Diantaranya berupa kenikmatan dan kesenangan yang memiliki daya tarik sedemikian besarnya. Sejak kemarin misalnya, layar televisi kita dipenuhi oleh tayangan sebuah sidang yang menghadirkan saksi seorang pejabat tinggi keuangan di sebuah perusahaan. Dari kesaksian beliau, terungkap nama-nama populer yang sesungguhnya memiliki masa depan yang cemerlang. Dalam 10-30 tahun mendatang beliau-beliau itu bisa meraih pencapaian yang sangat tinggi. Namun persidangan itu mengungkapkan betapa besarnya godaan kenikmatan. Jika semuanya itu terbukti, mungkin kita akan melihat perjalanan orang-orang cemerlang terhenti di sebuah belokan tajam yang pada awalnya terlihat indah; namun ternyata membawa para penempuhnya ke jurang kejatuhan. Perjalanan kita menuju masa depan pasti diwarnai berbagai godaan. Semoga kita semua mampu untuk mengatasinya.

5. Menyiapkan masa depan yang sebenarnya. Masa depan yang Anda maksud itu seperti apa sih? Usia 45 tahun sudah kaya raya? Pada saat pensiun sudah punya sawah atau kantor megah? Percayalah, saya pun memiliki keinginan yang sama dengan semua yang Anda inginkan itu. Pertanyaannya adalah; jika nanti kita sudah mencapai semua itu, lantas kita akan menggunakannya untuk apa? Diwariskan pada keturunan. Bagus. Dibelikan pulau pribadi. Mantap. Dibuatkan tugu peringatan. Keren. Apa lagi? Jika hanya sekedar seperti itu, apa iya yang kita lakukan untuk meraihnya benar-benar sepadan? Jika setelah meninggal kita tidak lagi menikmatinya, apa masih layak dikejar ya? Oh, tentu saja. Kita pantas mengejarnya. Namun, kita perlu selalu mengingat bahwa ada ‘masa depan’ lain yang menanti kita. Yaitu masa depan yang kualitasnya ditentukan oleh jawaban atas pertanyaan ini;’selama hidup, elo ngapain aja?’. “Duit elo yang banyak itu, datangnya dari mana?’. “Pegimane cara mendapatkannya?’. Dan satu lagi; “Pegimane elo membelanjakannya….?’. Secara pribadi saya mengharapkan pertanyaan seperti itu. Bukan hendak menantang Tuhan. Melainkan mengharapkan keadilan. Supaya orang-orang baik mendapatkan imbalan atas kebaikannya. Sedangkan orang-orang yang telah berbuat semena-mena belajar bertanggungjawab atas perbuatannya. Dengan kesadaran itu, semoga kita lebih tertarik untuk menyiapkan masa depan yang sebenarnya itu.

Di JFX, kita bisa membuat kesepakatan tentang harga komoditas untuk jangka waktu tertentu dimasa depan. Begitu jatuh tempo, kita mendapatkan jaminan harga sesuai yang tertera dalam kontrak, meskipun di pasar sedang terjadi kekacauan. Guru kehidupan saya bercerita tentang sebuah kontrak yang sudah disepakati oleh setiap insan. Yaitu kontrak yang dibuat antara dirinya dengan tuhannya jauh sebelum dia dilahirkan. Bunyinya begini; “Alastu birobbikum?” (Bersediakah engkau bersaksi bahwa aku adalah satu-satunya tuhanmu?) Begitu Tuhan bertanya. Lalu ruh yang belum dipertemukan dengan jasad itu menjawab; “Balaa, syahidna” (Benar Tuhanku, aku menjadi saksi atasnya). Perjanjian itu terjadi antara setiap pribadi dengan Sang Pencipta. Dan dimasa depan, Tuhan akan menagih janji itu. Janji yang sepatutnya tidak berubah. Karena apapun yang terjadi diluar sana, nilai perjanjian kita tetap berlaku. Siapkah kita untuk memenuhi seluruh isi perjanjian itu jika kelak tiba saatnya naskah perjanjian yang kita buat itu telah ‘jatuh tempo’? Semoga.

Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 26 JaNEWary 2012
Trainer of ADAPTING TO CHANGE In-house program

Follow dangkadarusman on Twitter

Catatan Kaki:
Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Maka berbaik-baiklah pada hari ini.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Ingin lebih faham tentang Natural Intelligence? Ikuti Public Training ”NatIn Lead” bersama DeKa. Info di www.dadangkadarusman atau SMS 0812 19899 737

Apa sih Natural Intelligence itu? Sebuah pertanyaan yang mengusik banyak orang dalam tahun-tahun terakhir ini. Jawabannya ada dalam Buku Natural Intelligence Leadership, yang baru terbit January 2012. Buku ini memberi sudut pandang baru dan membuka kesadaran tentang bentuk kecerdasan insani yang sesungguhnya. Buku ini juga berisi langkah-langkah praktis tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita. Baik di rumah, maupun dikantor, atau lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.dadangkadarusman.com atau Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Tentang In-house training: ADAPTING TO CHANGEDalam pengamatan saya, banyak perusahaan yang mengalami kendala ketika mengimplementasikan rencana proses perubahan – Apakah perubahan itu terkait akuisisi, penerapan kebijakan, atau perubahan proses bisnis – karena kurangnya dukungan dari karyawan. Meskipun diatas kertas rencana perubahan sudah dibuat sedemikian baiknya, namun tanpa dukungan penuh dari karyawan rancangan perubahan itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Jika perusahaan Anda sedang mencanangkan adanya perubahan, kami merekomendasikan program pelatihan ADAPTING TO CHANGE yang kami rancang untuk membuka kesadaran karyawan agar bersedia mengikuti proses perubahan yang dicanangkan perusahaan. Standard program 1 hari, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut saya dapat dihubungi di 0812 19899 737 atau jika sedang tidak dapat menerima telepon Anda dapat berbicara dengan Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

Tentang Dadang Kadarusman
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )

Sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung saya memang senang berbicara diatas podium. Dan, sebagai seorang Trainer & Public Speaker saya selalu mengingat TRAINING PERTAMA yang saya bawakan. Ketika itu, saya baru saja resign dari perusahaan multinasional terkemuka. Bagaimanapun juga, ini adalah pilihan hidup saya. Maka saya bertekad untuk kuat menghadapi apapun. Proses mendapatkan order training pertama itu bisa dibilang ‘mengerikan’.

“I wonder why my people reccommended you to speak in our forum.” Itu adalah kalimat yang saya dengar ketika berhadapan dengan President Director sebuah perusahaan multinasional. Kalimat itu cukup menggetarkan hati saya. Sekarang saya berhadapan dengan pimpinan perusahaan yang sangat menentukan apakah saya jadi di hire untuk memberikan pelatihan kepemimpinan itu atau tidak. Kemudian, saya menunjukkan sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris kepada beliau. Dan saya katakan bahwa buku ini penulisnya adalah ‘orang yang sedang berada dihadapan Anda’. Sekarang saya boleh mengatakan bahwa saya termasuk diantara hanya sedikit saja trainer di Indonesia yang pernah menulis buku dalam bahasa Inggris. Dan itu menunjukkan komitmen keilmuan dan pelayanan saya pada bidang pelatihan. Menakjubkan; akhirnya saya mendapatkan kontrak itu.

Peserta training kami terdiri dari top management dimana Presiden Director dan President Commissioner juga hadir. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi saya. Bukan itu saja, peserta trainingnya juga terdiri dari berbagai macam latar belakang kebangsaan yang selain Indonesia juga ada expatriate dari Australia, New Zealand, Thailand, dan Jerman. Begitulah gambaran training yang pertama kali saya fasilitasi sebagai seorang Trainer Profesional. Bagaimana akhirnya training itu bisa berlangsung? Saya tidak akan menceritakan detailnya. Namun, setelah selesai sesi training itu Pak Presiden Direktur menyalami saya. Dan pada saat itu pula saya mendapatkan ‘mandat baru’ untuk memberikan training kepada leader-leader di level lainnya di perusahaan itu.

Saya memiliki lebih banyak lagi pengalaman mengesankan, kisah mendebarkan, bahkan situasi mengerikan selama menjadi trainer. Dan saya percaya jika hal itu akan semakin meningkatkan kekayaan nilai dalam jiwa saya.

Hingga pertengahan tahun 2011 saya sudah menulis dan mempublikasikan lebih dari 1,000 artikel dan berbagai buku inspirasi. Buku terbaru saya Natural Intelligence Leadership, terbit pada bulan Januari 2012. Saya berupaya keras untuk melahirkan cara pandang baru dalam pemahaman terhadap kecerdasan dan karakter kepimpinan manusia melalui konsep Natural Intelligence. Semua itu saya lakukan agar bisa terus berbagi semangat seperti moto yang selalu saya dengungkan; “Mari Berbagi Semangat!”.

Sampai hari ini, saya merasakan bahwa menjadi trainer itu BUKANLAH PERKARA GAMPANG, khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa setiap tarikan nafasnya adalah tahapan panjang sebuah proses pembelajaran. Ya, jadi trainer itu tidak gampang. Bahkan bagi seorang trainer yang sudah sangat berpengalaman. Sebab menjadi trainer bukanlah sekedar mendapatkan order-training, melainkan; bagaimana mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan untuk melakukan pelatihan kepada para peserta dengan dampak dan manfaat yang bermakna. Oleh karenanya, sampai sekarang saya masih ingin terus belajar. Sampai kapanpun, saya bertekad untuk terus belajar. Bersediakah Anda mengundang ‘trainer’ yang sedang terus belajar ini? Hubungi saya di 0812 19899 737, atau Ms. Vivi di 0812 1040 3327.

——————————
Follow DEKA on Twitter @dangkadarusman

Gambar : DeKa at JFX

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.