Wednesday , January 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Personal Insight#2: Kita Betul-Betul Unik, Titik.

Personal Insight#2: Kita Betul-Betul Unik, Titik.


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Ada begitu banyak orang sukses disekitar kita. Bisnisnya lebih besar dari kita. Karirnya lebih baik dari kita. Pencapaiannya lebih tinggi dari kita. Wajar jika kita ingin seperti mereka. Wajar juga jika kita berguru kepada mereka. Lalu berdasarkan ilmu yang diwarisi dari mereka itu kita mengikuti semua perilaku dan tindak tanduknya. Yang tidak wajar adalah ketika kita meniru semua gaya mereka plek ketiplek sehingga sekarang kita menjadi copycat alias ‘manusia tiruan’ dari orang yang kita kagumi itu.

Memang, saya pernah mendapatkan ajaran ini; Anda bisa meraih kesusesan seseorang yang Anda kagumi dengan cara ‘meniru’ apapun yang dilakukannya. Jika Anda meniru cara berjalannya. Cara berpakaiannya. Cara berbicaranya. Cara tersenyumnya. Cara meliriknya. Cara memelihara kumisnya. Potongan rambutnya. Setelan pakaiannya. Semua cara yang dilakukan oleh orang itu. Maka Anda bisa menyelami jiwanya. Dan Anda bisa meniru juga kesuksesannya. Kemudian saya bertanya; dimanakah keunikan pribadi saya jika seluruh hidup saya diisi oleh semua tiruan itu?

Jika Anda membutuhkan trainer untuk perusahaan Anda, Silakan Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327

Tidak ada obat yang tidak memiliki efek samping. Setidaknya itulah yang saya pahami ketika belajar tentang bagaimana suatu obat bisa menyembuhkan penyakit. Makanya, tidak ada obat yang boleh digunakan melebihi takarannya. Sebab kelebihan takaran bisa meningkatkan resiko munculnya efek samping yang justru malah membahayakan. Begitu pula dengan berguru kepada orang-orang hebat. Ada efek sampingnya juga. Dan efek samping yang sering menggoda kita itu adalah; lunturnya keunikan pribadi kita.

Ketika belajar untuk berbicara di depan publik misalnya. Saya sedemikian terpukaunya oleh gaya orasi dan presentasi guru-guru saya. Ketika berguru kepada orang yang pandai mengaduk-aduk emosi pendengarnya, saya kagum lalu mengikuti cara dan gaya bicaranya. Ketika berguru kepada orang yang lihai membuat pendengar tertawa terpingkal-pingkal, saya kepincut lalu mengikuti guyonan-guyonannya. Ketika berguru kepada orang yang terampil membuat pendengarnya terharu hingga menangis tersedu-sedu; saya terpukau lalu meniru cara bicaranya.

Lalu, ketika menonton video-video yang merekam cara saya bicara didepan publik, tiba-tiba saja saya melihat orang lain yang berperan didalam rekaman itu. Hanya wajahnya saja yang mirip saya. Hanya postur tubuhnya saja yang seukuran dengan saya. Tetapi gaya bicaranya. Cara menyapa audiensnya. Gerak-geriknya. Sama sekali bukan saya. Pada saat itulah saya menemukan bahwa orang yang ada dalam video itu tidak lebih dari sekedar tiruan orang lain. Apakah Anda pernah menonton tentang video serupa itu? Video yang Anda menjadi pemeran utamanya. Namun perilaku orang dalam video itu sama sekali tidak mencerminkan diri Anda yang sesungguhnya, melainkan orang lain yang terlampau Anda kagumi. Dimana keunikan pribadi kita jika demikian?

Dalam kasus saya, lunturnya keunikan pribadi tersebut merupakan hasil dari beberapa kejadian. Misalnya, ketika guru-guru saya bilang; “no no no…. that is not what you supposed to be doing!” Lalu saya mengikuti contoh yang ditunjukkannya sambil mengatakan;”begini lho, seharusnya kamu lakukan…”. Dan karena saya orang cerdas, maka saya bisa mengikuti ajarannya dengan nyaris sempurna. Lalu jadilah saya pribadi dengan cangkang yang sama namun isinya diganti oleh tiruan. Mungkin juga hilangnya keunikan pribadi saya itu disebabkan karena saya ‘iri’ pada orang lain. Jika mereka bisa begitu, kenapa saya tidak? Ini disebut iri yang positif, kan? Tanpa disadari, saya menjadi semakin menjauh dari keunikan saya sendiri. Lantas, bagaimana dengan Anda?

Bukan salah guru-guru saya jika saya jadi begitu. Mereka sudah melakukan yang terbaik untuk membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara yang sudah mereka buktikan sendiri sehingga tidak diragukan lagi kehandalannya. Juga bukan salah orang-orang sukses lainnya yang saya tiru. Mereka sudah melakukan yang terbaik untuk meraih pencapaian mengagumkan dalam hidupnya. Yang salah adalah saya sendiri ketika menerjemahkan semua hal yang saya lihat dari mereka itu sebagai sesuatu yang mesti saya tiru mentah-mentah. Saya yang salah karena telah mengabaikan fakta tak terbantahkan bahwa Tuhan, tidak pernah menciptakan dua pribadi yang benar-benar identik. Tuhan, telah menciptakan setiap insan dengan keunikannya masing-masing. Sejalan dengan titahNya bahwa setiap manusia itu diciptakan untuk saling melengkapi.

Sekarang saya lebih menyadari jika untuk bertumbuh kembang itu, kita tidak perlu menjadi pribadi tiruan orang lain. Karena selain sangat melelahkan, hal itu juga tidak membuat jiwa kita tenteram. Mengapa? Karena tubuh kita, tidak diciptakan untuk diisi oleh jiwa dan karakter orang lain. Boleh saja jika kita meniru teknik atau cara orang-orang hebat menjalani hidupnya. Namun, seperti obat yang butuh takaran yang tepat itu. Kita tidak boleh mengambilnya terlalu banyak hingga keunikan karakter kepribadian kita sendiri tertutupi oleh keunikan karakter orang lain.

Jika Anda ingin sembuh dari sakit, gunakan obat sesuai dosisnya. Tidak boleh kurang, karena mungkin akan susah untuk sembuh. Juga tidak boleh berlebihan karena sangat mungkin justru bisa membahayakan jiwa. Begitu pula ketika kita hendak berguru kepada seseorang. Dengarkanlah. Ikutilah. Contohlah. Namun semuanya mesti dalam takaran yang sepatutnya. Jika kurang mengikuti keteladanan para guru itu; susah untuk menjadi pribadi sukses seperti mereka. Dan jika berlebihan ketika mengikuti ajarannya, maka kita akan menjadi pribadi taklid. Yang kehilangan keunikan diri sendiri. Padahal, kita hanya bisa saling berkontribusi melalui keunikan masing-masing. Bukankah Tuhan menciptakan kita tidak seperti kuda zebra?

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 27 Juni 2012
Buku Natural Intelligence (NatIn™) Leadership
Phone: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Proses belajar yang baik itu ditandai dengan terjadinya transfer ilmu dari guru, tanpa harus menghapus keunikan muridnya masing-masing.

Sudah baca buku Natural Intelligence Leadership saya? Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Jika Anda ingin mendapatkan kiriman Artikel Inspiratif dari DeKa secara GREATIST, gampang kok. Caranya, masukkan email Anda dalam kotak yang disediakan dibawah ini:

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

CARA BELI BUKU DADANG

Jika Anda membutuhkan trainer untuk perusahaan Anda, Silakan Hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327

Gambar:thehollymeme.blogspot.com

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*