Monday , February 24 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Galaunya Orang Dewasa

Galaunya Orang Dewasa


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Kalau soal galau, orang-orang yang sudah dewasa seperti kita tidak kalah hebohnya dari para remaja. Jika para remaja kebanyakan galau dalam pencarian identintas dirinya, maka orang dewasa pada umumnya galau dengan identitas mata pencahariannya. Kegalauan seperti ini sepertinya sedang mewabah dikalangan orang-orang yang berstatus sebagai karyawan atau profesional di lingkungan kita. Khususnya ditengah euphoria hiruk pikuk pidato tentang entrepreneurship yang seru dan menggebu-gebu. Pengen sih jadi pengusaha….tapi……. Makin gelisah deh.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Kegalauan itu sebenarnya sangat manusiawi. Karena hal itu menunjukkan adanya keinginan untuk membuat suatu peningkatan atau menciptakan keadaan yang lebih baik. Sekalipun begitu, tetap perlu berhati-hati agar kegalauan itu tidak sampai membawa kita kepada langkah yang tidak semestinya. Kalaupun akhirnya memutuskan untuk banting stir dari karyawan menjadi pengusaha, itu tidak semata-mata karena pengaruh dari orang lain belaka. Dengan begitu, keputusan apapun yang kita ambil benar-benar cocok dengan kebutuhan kita sendiri. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar mengatasi kegalauan ini, saya ajak memulainya dengan memahami dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

1. Tidak semua orang harus jadi pengusaha kok. Inilah hal yang pertama kali mesti kita pahami. Berhentilah mempercayai kalimat-kalimat motivasi bombastis yang menyatakan jika menjadi pengusaha itu lebih baik daripada menjadi karyawan. Mulai sekarang, yakinilah bahwa kalimat itu tidak berlaku bagi setiap orang. Bayangkan jika semua orang menjadi pengusaha. Siapa yang bakal menjadi karyawannya? Jika panggilan hati Anda menjadi pekerja, sudahlah gigih saja dalam pilihan itu. Lalu fokus untuk mendapatkan ‘perolehan’ yang bermakna. Jika memang disana jiwa Anda, tidak perlu memaksakan diri menjadi pengusaha. Tidak perlu galau lagi. Karena kenyataannya, tidak semua orang harus menjadi pengusaha kok.

2. Memahami kisah yang jarang terungkap. Kebanyakan pengusaha terekspos pada saat mereka sudah sukses. Kisah yang sampai pada kita pun, tentu kisah suksesnya. Jarang sekali yang mengungkapkan kisah perih dan pedihnya. Jatuh dan bangunnya. Memahami kisah hancur-hancuran seorang pengusaha sebelum sukses bisa membantu kita untuk memahami resikonya. Sedangkan memahami resiko itu membuat kita waspada agar bisa melakukan tindakan-tindakan dan persiapan untuk memperkecil peluang terjadinya resiko itu. Tanpa pemahaman itu, kita bisa terjebak dalam sikap menggampangkan sehingga kita lengah. Begitu kesulitan muncul, kita merengek; “Lho, kok nggak seperti yang saya kira sih…?” Oh. Terlambat. Makanya, pahami kisah yang jarang terungkap dari perjalanan perjuangan mereka. Agar kita waspada.

3. Matre itu juga bisa positif kok. “Bisnis itu soal melakukan sesuatu yang kita sukai. Kita cintai. Kita gandrungi. Bukan soal uang.” Begitulah yang sering digembar-gemborkan. Itu hanya benar bagi mereka yang sudah memiliki kecukupan untuk menjalani sisa hidupnya. Bagi kebanyakan orang, bisnis itu adalah soal mendapatkan uang untuk menjalani hidup dengan layak. Mengapa mesti banting stir dari pegawai menjadi pengusaha jika hanya melakukan pekerjaan yang ‘kita cintai itu’? Lha, duite endhi? Duitnya mana? Tidak usah takut disebut ‘cowok atau cewek matre’ deh. Biar pun kita suka sekali melakukannya, jika tidak menghasilkan uang; itu bukan entrepreneur namanya. Bahkan pengusaha hebat pun berani menutup bisnisnya yang tidak menghasilkan. Lha, kita? Kok malah melakukan sesuatu yang asal kita senangi, meski tidak menghasilkan.

4. Bersegera, bukan tergesa-gesa. Baiklah. Sekarang Anda sudah bulat hati untuk banting stir menjadi pengusaha. Sudah mengetahui kisah tak terungkap hingga siap mengantisipasi resikonya. Dan sudah tidak malu disebut cowok matre. “Apa lagi? Mulai saja!” Hey, waspadalah terhadap ketergesaan. Segala sesuatu juga akan indah pada saatnya. Kita memang tidak boleh menunggu terlalu lama. Nanti malah nggak jadi. Kita mesti bersegera. Tetapi tidak berarti tergesa-gesa. Kenapa? Karena orang yang tergesa-gesa sering ceroboh baik dalam perencanaan, persiapan, maupun pelaksanaan. Tapi kan orang bilang kesempatan tidak datang dua kali? Mending kehilangan kesempatan yang satu itu daripada hancur berantakan ditengah jalan. Kenyataannya, dunia tidak pernah lelah memberi beragam kesempatan bagi siapa saja yang selalu siaga pada saat yang tepat. So, bergegaslah. Tapi tidak tergesa-gesa.

5. Mendorong, bukan menjerumuskan. Kalau sudah menjadi pengusaha sukses kelak, Anda mungkin akan diminta menjadi narasumber untuk memotivasi calon-calon entrepreneur lainnya. Ketika saat itu tiba, maka bantulah para calon entrepreneur yang sedang Anda motivasi itu untuk memahami bukan sekedar enaknya saja. Dan bukan pula melihat suksesnya belaka. Tetapi juga kisah bagaimana di sepanjang perjalanan itu Anda menghadapi hujan badai dan ombak ganas yang membuat sekujur tubuh Anda menggigil lahir dan batin. Dengan begitu, mereka bisa mempersiapkan pelampung dan pelindung untuk berjaga-jaga jika harus menghadapi badai yang sama atau mungkin lebih ganas dari itu. Semoga, akan lebih banyak lagi pengusaha pemula yang berhasil mengarungi samudera kewirausahaan itu daripada yang tenggelam karena tidak menyadari resikonya.

Saya percaya bahwa setiap orang terlahir dengan cetak biru kehidupannya masing-masing. Ada yang memang tepat untuk menjadi entrepreneur, dan ada pula yang lebih optimal hidupnya jika menjadi karyawan profesional. Toh pengusaha sukses pun membutuhkan karyawan yang handal. Begitu pula sebaliknya. Fakta ini semakin menguatkan kenyataan bahwa kita semua, ada untuk saling melengkapi satu sama lain. So, nggak perlu galau lagi deh. Jika kita berhasil menemukan dan menjalani cetak biru kehidupan kita dengan sebaik-baiknya, maka semuanya akan baik-baik saja. Insya Allah.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 13 Juli 2012
Buku Natural Intelligence (NatIn™) Leadership
Phone: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Jadi karyawan atau pengusaha? Akan sama berhasil dan puasnya, selama kita bisa mengoptimalkan kapasitas diri yang kita miliki.

Sudah baca buku Natural Intelligence Leadership saya? Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Jika Anda ingin mendapatkan kiriman Artikel Inspiratif dari DeKa secara GREATIST, gampang kok. Caranya, masukkan email Anda dalam kotak yang disediakan dibawah ini:

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

In-House Training ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:sumathkapoor.blogspot.com

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*