Wednesday , January 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Penilaian Mutlak

Penilaian Mutlak


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Disadari atau tidak, kita selalu memberikan penilaian kepada orang lain. Contohnya, Anda tentu mempunyai penilaian kepada tetangga sebelah rumah. Diseberang jalan. Pemilik toko kelontong tempat biasa Anda memberi barang-barang kebutuhan. Apa lagi terhadap teman sekantor yang selama 40 jam dalam seminggu Anda berinteraksi dalam satu ruang bersama mereka. Selain menilai anak buah yang merupakan salah satu tuntutan jabatan, Anda juga memiliki penilaian sendiri terhadap atasan. Dan Anda, juga menilai kolega Anda. ‘Menilai orang lain’ itu memang tidak bisa dihindari karena sudah menjadi sifat dasar kita. Pertanyaannya adalah; benarkah penilaian kita?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Memangnya, kebenaran penilaian itu penting? Oh, penting sekali. Sebab, jika keliru menilai orang lain maka kita akan keliru juga dalam bersikap atau memperlakukan mereka. Contohnya, anak buah yang Teng-Go. Dinilai oleh atasan sebagai orang yang tidak mau kerja ‘lebih’ alias hitung-hitungan. Dengan penilaian itu maka atasan menganggapnya sebagai anak buah yang tidak bisa diharapkan untuk dipersiapkan agar kelak bisa mendapat tugas dan kepercayaan lebih besar. Tetapi, ketika atasan itu tahu bahwa anak buahnya itu selalu pulang ‘tepat waktu’ karena ternyata dirumahnya mengurus ibunya yang sudah sepuh, maka penilaian atasan itu berbeda 180 derajat. Sekarang beliau tahu bahwa dia adalah salah seorang aset perusahaan yang bisa dipercaya. Tahu terimakasih. Pekerja keras. Dan penuh cinta. Maka sudut pandangnya pun berbeda.

Penilaian kepada kolega juga sama. Ada seorang teman yang dekat dengan atasan. Mudah untuk menilai kolega seperti itu sebagai Tuan atau Nona Carmuk. Maka secara otomatis kita sebal sekali kepada orang itu. Tidak tertarik untuk berdekat-dekatan dengannya sehingga semakin jauhlah jarak kita kepadanya. Semakin lebar jaraknya, semakin tumbuh subur juga prasangka. Suatu saat – secara mengejutkan – kolega kita itu mengundurkan diri dari perusahaan. Dalam pidato acara makan siang untuk perpisahannya, atasan kita mengatakan; “Kepergian teman kita ini merupakan kerugian besar bagi perusahaan. Dia adalah gambaran ideal seorang profesional dan mitra kerja yang handal. Ketika saya salah, tidak ragu mengingatkan saya. Ketika saya mengambil keputusan keliru, dia tidak sungkan untuk menegur saya. Ketika saya memerintahkannya sesuatu yang tidak sepatutnya, dia tidak takut menolaknya. Anak buah seperti ini yang dibutuhkan oleh seorang atasan. Dan saya mendapatkan semua dari teman kita ini. Semoga di kantor kita akan lebih banyak lagi karyawan sepertinya….”

Pada saat itu kita baru tahu bahwa orang yang selama ini disebut sebagai Mr. Carmuk ternyata tidak seperti yang kita kira. Ternyata penilaian kita selama ini keliru. Dia bukan orang yang manut saja. Dia bukan orang yang berprinsip ABS. Dia bukan orang yang mau melakukan apa saja asal dapat simpati atasannya. Dia justru adalah orang yang berani mengambil resiko untuk membantu atasannya menyelesaikan tanggungjawab beliau dengan sebaik-baiknya. Ketika disebut carmuk oleh orang lain, dia tidak sakit hati apa lagi balik membenci. Ketika harus berbeda pendapat secara kontruktif dengan atasan, dia melakukannya tanpa takut kehilangan pekerjaan.

Kepada atasan. Kita pun memberikan penilaian. Oh, ini jelas sekali. Kalau soal menilai atasan, kitalah jagonya. Misalnya, seorang boss yang galak sekali. Kalau sudah marah bisa membuat orang menangis. Kalau sudah kesal tidak ada yang bisa menghentikannya. Kalau memeriksa proposal dari anak buahnya, dia ‘menggambar tanda silang – X – dari keempat pojokan kertas. Kalau mengomentari business plan, hati perih dan telinga terasa panas. Lalu ada seseorang yang mencoba memahami latar belakannya. Lalu pahamlah dia dengan sikap dan gaya memimpinnya. Melalui pemahaman itu, dia jadi tahu bagaimana caranya supaya proposalnya bisa langsung di approve tanpa coretan menyakitkan. Dia tahu business plan seperti apa yang akan ‘laku’ dihadapannya. Sejak saat itu, dia ‘damai dan tentram’ bekerja dengan boss yang terkenal killer itu. Dimata kita, boss yang satu itu begitu menyebalkannya. Tapi dimata teman kita yang memahaminya itu, boss kita itu adalah atasan yang paling mudah untuk ditangani.

Jika Anda mengira contoh-contoh yang saya kemukakan itu hanya reakaan belaka, ada baiknya tidak meneruskan perkiraan itu. Lebih baik, kita sama-sama belajar untuk menyadari bahwa penilaian kita kepada orang lain itu bersifat nisbi. Ada yang benar. Ada yang keliru. Saya sendiri pun begitu. Tidak pernah bisa membuat penilaian yang akurat 100% tentang orang lain. Namun, ketika bersedia berusaha meningkatkan keakuratannya, maka kita mempunyai kadar kebenaran yang lebih baik. Dan ketika penilaian kita kepada orang lain semakin membaik – tingkat keakuratannya – maka sikap dan perlakuan kita kepada mereka pun lebih akurat lagi.

Jika barusan kita membicarakan cara kita menilai orang lain, maka disisi yang lain kita perlu memahami pula; bagaimana orang lain menilai diri kita. Atasan kita, punya penilaian sendiri terhadap diri kita. Begitu pula halnya kolega dan bawahan kita. Tidak perlu terlalu bersedih hati jika orang lain menilai kita secara keliru. Toh kita pun belum tentu bisa menilai mereka secara akurat, bukan? Berbesar hatilah, ketika menilai orang lain. Supaya tidak ternoda oleh prasangka. Berlapang dadalah ketika menerima penilaian orang lain. Supaya terhindar dari sakit hati. Bukankah kita sering sakit hati dengan penilaian atasan kepada kita? Kita kecewa; mengapa atasan tidak menilai kita sebagai orang yang layak dipercaya, dinilai bagus, dipromosi, diangkat tinggi-tinggi. Begitu pula halnya dengan kekecewaan kita atas penilaian teman-teman. Seperti kecewanya kita terhadap penilaian bawahan yang selalu saja negatif kepada kita.

Tidak perlu terlampau risau dengan keakuratan penilaian orang lain kepada kita. Karena selain kita pun sering tidak akurat dalam menilai mereka, hal terpenting melampaui semua kepentingan itu adalah fakta bahwa; penilaian yang benar secara mutlak hanyalah milik Tuhan. Dia yang tidak pernah lengah. Dia yang tak perlu tidur. Dialah yang maha mengetahui setiap perilaku. Selaras dengan firmanNya dalam surah 6 ayat 59: “….Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahuiNya. Tidak ada sebutir bijipun dalam kegelapan bumi, dan tidak pula sesuatu yang basah dan yang kering. Yang tidak tertulis didalam kitabNya….”

Penilaian yang mutlak itu hanyalah milik Allah. Maka tidak perlu kecewa jika orang lain menilai kita tidak seperti yang sesungguhnya. Bagaimanapun juga, mereka hanyalah manusia biasa yang memiliki keserbaterbatasan, dikungkung oleh nafsu, dan dipengaruhi oleh berbagai kepentingan. Belajarlah pula untuk menilai orang lain dengan seakurat mungkin. Dan kita hanya bisa akurat saat menilai orang lain jika kita menggunakan nilai-nilai yang diajarkan Tuhan. Jika petunjuk Tuhan dan contoh Rasul yang kita jadikan pedoman – Insya Allah – kita tidak akan sembarangan menilai orang lain. Apakah menilai atasan. Menilai bawahan. Menilai teman. Menilai siapapun. Terlebih lagi, tentu kita akan sangat memperhatikan; kira-kira, bagaimana penilaian Tuhan kepada kita.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 3 Agustus 2012
Author, Trainer, & Public Speaker of Natural Intelligence
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Kita ingin dinilai baik secara obyektif oleh orang lain. Maka begitu pula halnya orang lain yang mengharapkan penilaian yang baik dan obyektif dari kita.

Sudah baca buku Natural Intelligence Leadership saya? Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Jika Anda ingin mendapatkan kiriman Artikel Inspiratif dari DeKa secara GREATIST, gampang kok. Caranya, masukkan email Anda dalam kotak yang disediakan dibawah ini:

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

In-House Training ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:inoputro.com

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*