Monday , September 21 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Kebebasan Memilih

Kebebasan Memilih

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Seberapa sering Anda berada pada situasi tidak berdaya tanpa ada pilihan? Jarang sekali kan, ya? Memang, kadang ada juga kondisi dimana kita tidak punya pilihan lain sehingga suka atau tidak menerima saja keadaan itu. Namun dalam kebanyakan situasi, kita selalu mempunyai pilihan lain. Tantangannya adalah; apakah kita akan tetap berada dalam situasi yang tidak menyenangkan itu, ataukah mengambil alternatif lain yang memungkinkan kita berada dalam situasi yang berbeda. Kalau Anda sendiri pilih yang mana?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Akhirnya, saya jadi juga makan kepiting. Apa lagi sekarang momentumnya sangat tepat untuk menikmati hidangan istimewa itu. Oma kami – seorang Chinese tulen yang ahli memasak – datang dari Pontianak. Saya diajari Oma 2 cara mempersiapkan kepiting. Cara pertama, dibersihkan selagi masih hidup lalu di potong. Cara kedua, direbus. Saya pilih cara kedua. Teorinya begini; direbus itu lebih sederhana dan kepiting merasakan air rendamannya menghangat secara perlahan sehingga dia tidak terlalu menyadari ketika akhirnya mendidih. Maka warna kepiting itupun berubah menjadi merah. Kemudian, barulah kami membersihkannya.

Selama proses membersihkan itu, saya merenung. Mengapa kepiting-kepiting itu tidak melarikan diri? Meskipun keadaannya semakin lama semakin tidak nyaman, mereka diam saja. Ketika situasinya semakin memburuk pun, yak ok diam saja. Bahkan ketika kondisinya sudah sedemikian panas hingga membuat tersiksa hingga mati pun, mereka tetap tidak bergeming. Mengapa mereka kok ya pasrah saja? Ah, jawabannya sederhana sekali; karena mereka itu kepiting.

Tidak perlu heran jika mereka tidak memilih alterntif lain selain diam. Karena fitrahnya sebagai kepiting tidak memungkinkannya menggunakan akal dan kalbu untuk mencari solusi yang lebih baik bagi hidupnya. Kita boleh heran, jika yang tidak memilih alternatif yang lebih baik itu adalah kita – para manusia. Saya percaya bahwa tidak ada pilihan yang salah dalam hidup. Yang ada adalah konsekuensi atas semua pilihan yang kita ambil. Jika tetap berdiam diri pun, itu merupakan sebuah pilihan. Jika berubah atau berganti situasi, itu juga pilihan. Jadi, sebenarnya apa yang kita alami saat ini – berubah atau tetap – adalah buah dari pilihan yang kita buat sendiri. Namun setiap pilihan itu mengandung konsekuensi.

Jika kita berada pada situasi yang kurang menyenangkan, maka kita punya sekurang-kurangnya 2 pilihan, yaitu; tetap berada disitu, atau meninggalkan tempat itu. Kedua pilihan itu tentu saja mempunyai konsekuensi masing-masing. Maka wajar jika kita menerima konsekuensi itu dengan lapang dada. Masih ingatkah Anda cerita saya tentang kepiting minggu lalu yang mati dalam rendaman air tawar? Sungguh saya tidak sengaja memasukannya kedalam lingkungan yang membuat mereka susah. Beda dengan kepiting minggu ini yang memang saya masukan kedalam air rebusan. Namun hasil akhirnya mereka sama-sama mati juga.

Begitu pula dengan lingkungan kerja kita. Ada yang tidak nyaman karena ulah segelintir orang berkuasa. Ada juga yang tidak nyaman bukan karena kesengajaan. Untungnya kita ini bukan kepiting, sehingga punya pilihan untuk tetap tinggal dalam lingkungan itu. Atau meninggalkannya. Dan karena kita menyadari bahwa setiap pilihan itu memiliki konsekuensi, maka sepatutnya kita menerima konsekuensi apapun dari pilihan yang kita buat sendiri. Ciri jika kita menerima konsekuensi itu adalah; kita tidak lagi mengeluhkannya. Jika masih mengeluh, maka itu menujukkan bahwa kita belum ikhlas menerima konsekuensinya. Padahal, kita sendiri yang membuat pilihan itu – tetap disitu atau pergi dengan alternatif lain. Kita, belum paham dan belum menerima konsekuensi atas pilihan kita sendiri.

Memangnya tidak boleh mengeluh? Oh, tidak seorang pun yang bisa melarang kita dari mengeluh. Hanya saja, mengeluh itu sungguh sangat melelahkan. Selain itu, mengeluh tidak bisa memberikan solusi atas situasi tidak enak yang tengah kita hadapi. Jadi, dengan mengeluh kita kehilangan banyak energi. Baik energi fisik, terlebih lagi energi emosi. Kalau energi fisik, bisa direkoveri dengan cara makan yang banyak, dan istirahat secukupnya. Besok pagi, tubuh kita sudah bugar lagi. Sedangkan energi emosi, sangat sulit untuk rehabilitasi. Hari ini kita terbebani secara emosi, puluhan tahun kemudian juga mungkin akan terus ingat betapa menyakitkannya momen-momen itu.

Ingat kembali ketika Anda sedang kesal kepada seseorang; bukankah kekesalan itu tidak mudah hilang? Bahkan kedalam mimpi pun Anda bawa-bawa. Tapi, coba ingat kembali ketika jiwa Anda memasang mode; rela. Seburuk apapun kelakuan orang lain, sama sekali tidak mempengaruhi emosi kita. Nikmat nian, malam-malam yang kita habiskan. Nyaman nian, siang-siang yang kita lewatkan. Hidup kita, menjadi indah meski orang lain tidak berperilaku sebagaimana mestinya.

Dalam dua minggu ini, saya mendapatkan inspirasi dari dua kejadian bersama kepiting-kepiting itu. Seolah saya sedang kembali diingatkan bahwa; kita mungkin saja berada pada situasi yang tidak menyenangkan. Situasi yang bisa tercipta secara alami. Atau karena disengaja oleh orang-orang yang berperilaku buruk. “Kamu itu bukan aku,” saya mendengar para kepiting itu seolah bicara begitu. “Maka tentukanlah pilihanmu,” katanya. “Lalu terimalah konsekuensi atas pilihanmu itu.” Lanjutnya. “Dengan ikhlas.”

Saya bertanya kepada kepiting-kepiting itu;”Kalau saya tidak bisa ikhlas menerima konsekuensi itu, lantas bagaimana?”
Mereka menjawab:”Ambil dong pilihan lain yang kamu bisa menerima konsekuensinya.”
“Caranya bagaimana?” tanya saya lagi.
Lalu kepiting-kepiting itu mengatakan;”Kami ini hanya kepiting. Sedangkan kamu adalah manusia yang sudah diperlengkapi dengan akal dan kalbu.”
Saya tertegun.
”Kamu lebih tahu jawabannya, daripada para kepiting seperti kami.” Lanjut mereka.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 6 Agustus 2012
Author, Trainer, & Public Speaker of Natural Intelligence
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Kita ini beruntung sekali. Karena, selalu mempunyai kebebasan untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri.

Sudah baca buku Natural Intelligence Leadership saya? Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Jika Anda ingin mendapatkan kiriman Artikel Inspiratif dari DeKa secara GREATIST, gampang kok. Caranya, masukkan email Anda dalam kotak yang disediakan dibawah ini:

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:mightymag.org

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*