Friday , July 10 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Bawahan Baik Jadi Atasan Baik

Bawahan Baik Jadi Atasan Baik

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Semua orang yang belum menjadi atasan, ingin menjadi atasan yang baik. Tepatnya, semua percaya bahwa jika kelak dirinya menjadi seorang atasan; tentu mereka bisa menjadi atasan yang baik. Kepercayaan ini setengahnya merupakan sifat percaya diri, dan setengahnya lagi tidak lebih dari sekedar klaim kosong belaka. Sebenarnya sekedar klaim juga tidak apa-apa jika memang bisa dibuktikan dengan kemampuan yang sesungguhnya. Tapi, bagaimana mengetahui jika kita bisa menjadi atasan yang baik sebelum kita benar-benar menjadi atasan? Bukankah orang yang sudah menjadi atasan pun banyak yang tidak bisa membuktikan klaim keyakinannya itu?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Ayah saya – seorang petani – bisa meramalkan bibit yang kelak bisa menghasilkan pohon yang banyak buahnya. Yaitu, bibit yang diambil dari buah yang bagus. Artinya, kalau Anda ingin mendapatkan pohon yang berbuah bagus, maka Anda harus mengambil biji dari buah yang bagus. Begitu pula dengan calon pemimpin dimasa depan. Ada cara sederhana untuk ‘meramalkan’ apakah seseorang bisa menjadi atasan yang baik, kelak. Lihat saja kualitas pribadinya ketika dia menjadi bawahan. Jika seseorang sanggup menjadi bawahan yang baik untuk atasannya maka dia punya peluang besar untuk menjadi atasan yang baik nantinya. Seseorang yang tidak bisa menjadi bawahan yang baik? Kecil sekali peluangnya untuk menjadi atasan yang baik. Bagaimana mungkin bisa menjadi atasan yang baik jika dia tidak sanggup menjadi bawahan yang baik.

Menjadi bawahan yang baik itu tidak berarti menjadi pribadi yang ‘Yes, Mam’ atau ‘Yes Sir’ belaka kok. Karena mereka yang ABS tidak termasuk bawahan yang baik. Bawahan yang baik itu ada kalanya harus menjari supporter kuat bagi atasannya. Dan ada kalanya, harus menjadi sparing partner yang tangguh. Seorang sparing partner tidak pasrah begitu saja menerima apapun yang dilakukan atasannya. Dia menangkis, menghindar, bahkan menyerang. Dalam hubungan atasan dan bawahan, sparing partner berarti menempatkan diri sebagai orang yang sanggup memberikan masukan kepada atasan, melengkapi hal-hal yang masih kurang, atau menawarkan alternatif dan solusi yang lebih baik. Ketika menjadi sparing partner itulah seseorang secara tidak langsung melatih dirinya menjadi seorang atasan.

Bagaimana seandainya dia dipimpin oleh atasan yang buruk? Tidak ada bedanya. Malahan, atasan yang buruk dalam banyak situasi bisa menempanya dengan lebih intensif. Ingat istilah kawah candra dimuka? Itu adalah kawah tempat para ksatria ditempa. Kawah yang sangat panas sehingga hanya pribadi-pribadi yang benar-benar tangguh dan tahan banting saja yang bisa lulus dari ujian terberatnya. Atasan yang buruk, sering lebih mampu memainkan fungsi sebagai kawah candra dimuka. Ketika atasan buruk bersikap lembek, maka kelembekannya menjadi contoh betapa sikap lembek yang tidak pada tempatnya melemahkan kualitas kepemimpinan seseorang. Ketika atasan yang buruk bersikap kasar, maka kekasarannya itu menjadi pelajaran berharga bagaimana seharusnya seorang atasan memperlakukan anak buahnya.

Kalau dipimpin oleh atasan yang baik, kelihatannya tidak perlu kita bahas panjang lebar. Karena, mendapatkan pemimpin yang baik itu merupakan sebuah anugerah yang tiada ternilai, bukan? Beruntung sekali kalau kita mendapatkan atasan yang baik. Maka pertanyaanya kemudian adalah; seandainya kelak kita menjadi seorang atasan, apakah anak buah kita akan mendapatkan keberuntungan itu atau tidak?

Untuk memastikan hal itu, kita mesti belajar menjadi bawahan yang baik untuk atasan kita terlebih dahulu. Jika saat ini Anda belum menjadi atasan; maka ini adalah saat yang paling tepat untuk memulai proses pembelajaran itu. Sekalipun – misalnya – sekarang Anda dipimpin oleh atasan yang kurang baik, namun Anda punya kesempatan untuk mempelajari; hal-hal yang perlu Anda hindari ketika memimpin orang lain nanti.

Misalnya. Jika atasan Anda plin-plan. Tidak enak dipimpin atasan plin-plan, bukan? Bagaimana memastikan kelak kita tidak menjadi atasan plin-plan seperti dirinya. Jika atasan Anda yang sekarang tidak adil, pilih kasih, suka membeda-bedakan berdasarkan selera pribadinya saja; maka Anda bisa merasakan betapa sakitnya dipimpin dengan atasan seperti itu. Jika atsan Anda hanya bisa memerintah saja, tanpa mau peduli kesulitan anak buahnya dilapangan; Anda tahu itu bukan cara memimpin yang tepat. Apapun yang dilakukan atasan buruk Anda, merupakan pelajaran penting untuk menjadikan diri Anda atasan yang baik dimasa depan.

Dan jika atasan Anda itu memimpin dengan cara yang baik, maka Anda bisa belajar dengan merasakan; bagaimana perasaan seorang anak buah ketika dipimpin oleh atasan yang baik. Sehingga Anda bisa memperkirakan; bagaimana perasaan anak buah Anda, ketika Anda memimpin mereka kelak. Yang jelas, seorang atasan yang baik itu tidak dihasilkan dari jenis anak buah yang buruk saat ini. Atasan yang baik, dihasilaknd ari sikap dan perilaku yang baik ketika dia menjadi bawahan.

Jika kita menjadi anak buah yang buruk saat ini, maka kita mungkin akan menjadi atasan yang butuk nanti. Tapi, jika sekarang kita bisa menjadi anak buah yang baik; kita bisa menjadi atasan yang hebat kelak. Jadi, apapun jenis atasan yang Anda dapatkan sekarang – bersyukurlah – karena melalui bentuk kepemimpinan atasan itu; Anda bisa belajar menjadi atasan yang baik, untuk anak buah Anda kelak. Ingin menjadi atasan yang baik? Yuk kita terlebih dahulu praktek menjadi anak buah yang baik. Yang tetap bersikap dan berperilaku baik. Berkontribusi baik. Dan mengambil pelajaran yang baik, di setiap situasi yang kita hadapi. Insya Allah, kelak kita menjadi atasan yang baik.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 7 Agustus 2012
Author, Trainer, & Public Speaker of Natural Intelligence
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Seperti buah yang buruk tidak menghasilkan bibit pohon yang baik, bawahan yang buruk tidak mungkin menjadi atasan yang baik.

Sudah baca buku Natural Intelligence Leadership saya? Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Jika Anda ingin mendapatkan kiriman Artikel Inspiratif dari DeKa secara GREATIST, gampang kok. Caranya, masukkan email Anda dalam kotak yang disediakan dibawah ini:

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

CARA BELI BUKU DADANG

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:random-seed-tumblr.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

One comment

  1. danuri utami (mr)

    Terima kasih Atas pencerahannya, mohon izin bookmark & share.