Thursday , October 23 2014
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Mengatasi Konflik Anak Buah

Mengatasi Konflik Anak Buah


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Dalam memimpin, kadang kita dihadapkan pada situasi dimana orang-orang kunci kita saling berselisih. Kalau yang berselisih itu anak buah yang levelnya rendah – misalnya staff – biasanya selesai dengan mudah. Tanpa perlu campur tangan kita. Tapi, jika yang berseteru itu level tinggi seperti manager, senior manager, atau direktur; maka mereka jarang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Lho, bukankah kalau semakin tinggi jabatannya; maka kemampuan ‘Problem Solving’-nya lebih bagus? Tidak juga. Khususnya kalau terkait persetruan dengan kolega. Mengapa? Karena semakin tinggi jabatan mereka, semakin besar juga ego mereka. Sehingga semakin sulit buat mereka untuk menyepakati resolusi. Oleh karenanya, jika hal itu terjadi pada staff senior dan berpengaruh di team Anda; maka Anda harus segera turun tangan untuk menyelesaikannya. Jika ditunda-tunda, mereka akan terus bersetru dan merusak performa team yang sedang Anda bangun itu. Iya. Tapi bagaimana caranya?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Kita bisa belajar caranya dari kasus persetruan antara KPK dan Polri yang kini tengah menghangat. Cara Presiden SBY mengatasinya, sangat menarik untuk kita jadikan sebagai bahan pelajaran. Berikut ini keputusan Presiden soal perselisihan 2 lembaga tinggi dibawah kepemimpinan beliau yang dirilis tadi malam: (1) Penanganan kasus Irjen Pol DS : Ditangani oleh KPK, sedangkan kasus terkait lainnya oleh Polri, (2) Pemeriksaan Kompol NB tidak tepat caranya dan tidak tepat waktunya, (3) Penarikan Penyidik Polri akan diatur lagi mekanismenya supaya tidak terjadi tarik menarik tanpa kordinasi. (4) Revisi UU KPK tidak tepat untuk dilakukan saat ini (5) Kalau terjadi kisruh lagi antara KPK dan Polri, sebaiknya merujuk kepada MoU.

Dari sudut pandang saya sebagai seorang trainer leadership, pidato Pak SBY kali ini merupakan salah satu yang paling berkualitas tinggi dibandingkan dengan pidato-pidato beliau yang lainnya. Dan dari contoh yang beliau tunjukkan ini, kita bisa mengambil pelajaran penting untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan kita. Khususnya ketika para petinggi di jajaran managemen yang kita pimpin tengah berkonflik. Sekalipun demikian, pengambilan keputusan yang tegas; bukanlah satu-satunya tahapan yang harus kita ambil. Masih ada 4 tahapan berikutnya yang tidak kalah pentingnya dari sekedar mengambil keputusan tegas. Dengan demikian, keputusan yang sudah kita ambil itu bisa berjalan dan berdampak efektif. Saya yakin Presiden SBY akan melakukan ke-4 langkah lanjutan itu. Dan, bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar dari Pak SBY cara mengatasi anak buah berpengaruh yang saling bersetru, saya ajak memulainya dengan memahami dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

1. Ambil keputusan segera. Kalau 2 anak buah Anda yang sama-sama berkuasa saling berantem dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, maka Anda harus berani menentukan keputusannya. Jangan mengira mereka bisa menyelesaikan persetruan itu dengan usaha mereka sendiri. Bukan karena mereka kekanak-kanakan. Melainkan karena mereka mengikuti naluri untuk mempertahankan egonya masing-masing. Jika Anda ingin masalahnya selesai dengan mudah, maka Anda; harus mengambil keputusan dengan segera. Jangan dibiarkan berlarut larut. Karena semakin lama, masalahnya akan menjadi semakin ru