Monday , February 24 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Menebar Benih Kebaikan

Menebar Benih Kebaikan

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Misalkan saja Anda berada di sebuah lingkungan yang perilaku kerjanya buruk. Bukan perilaku satu atau dua orang oknum. Melainkan perilaku umum yang sudah menjadi kebiasaan dan budaya kerja. Mereka juga tahu perilaku itu buruk. Namun mereka terus menjalankannya. Dan atasannya pun seperti tutup mata saja. Apa yang akan Anda lakukan? Anda mengingatkan mereka. Itu betul. Setelah Anda ingatkan satu atau dua kali, mereka mengatakan;”Siapa sih elu? Anak kemarin sore. Sudah diam saja lu!” Apakah Anda masih akan menyerukan untuk melakukan kebaikan lagi? Masih. Itu bagus. Dan ketika Anda melakukannya lagi; mereka tidak marah lagi. Melainkan ramai-ramai mengucilkan diri Anda. Mereka akan menerima Anda kembali, jika Anda mau ’insyaf’ a.k.a berhenti mengusik mereka dan bersedia menjadi bagian dari mereka. Apakah Anda akan tetap mengajak mereka melakukan perbaikan, ataukah Anda akan berhenti seperti yang mereka minta?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Cukup banyak orang muda. Pendatang baru. Fresh blood, jika Anda ingin menyebutnya demikian. Yang masuk kedalam sebuah organisasi, lembaga atau perusahaan. Kehadiran mereka diharapkan membawa angin segar untuk memperbaiki suasana. Menebarkan nilai-nilai yang lebih baik. Menjadi contoh bagi gerakan perubahan dalam organisasi. Namun, idealisme itu hanya bertahan beberapa saat. Setelah berbaur, justru Fresh Blood itu menjadi bagian dari sistem lama yang sudah mengakar. Hal ini tidak hanya berlaku di instansi atau lembaga pemerintah saja. Di perusahaan swasta juga tidak jauh berbeda. Tidak mudah memang untuk melakukan sebuah perubahan. Khususnya mengubah keburukan perilaku yang sudah terasa nikmatnya selama bertahun-tahun. Lalu diganti dengan kebiasaan baru yang meskipun lebih baik, lebih terhormat, dan lebih mulia; tapi lebih sedikit nikmat duniawinya.

Sekalipun begitu. Kita masih bisa melihat orang-orang yang tetap gigih berjuang untuk melakukan perubahan. Bahkan ketika lingkungannya tidak memberi respon positif. Mereka terus saja menjaga diri, dan menyerukan ajakan kepada kebaikan. Layak untuk kita bertanya; bagaimana orang-orang itu bisa tetap istikomah dalam kebaikan ditengah lingkungan kerja yang sedemikian buruknya?

Ditanah kosong samping rumah saya, tumbuh pohon ceri. Sebenarnya pohon kersen, buka ceri. Tapi orang-orang disini menyebutnya demikian. Padahal, dimasa kecil kami menyebutnya kersen. Buahnya yang merah dan melimpah, seolah menantang kami untuk memanennya. Hampir setiap hari anak-anak memanjat pohon itu untuk memetik buahnya. Namun, buah kersen itu tidak ada habis-habisnya. Bekerjasama dengan burung pun tidak menjadikan kami berhasil menaklukkan kegigihan pohon kersen itu. Dia terus saja berbuah. Sampai akhirnya kami menyerah. Terlalu banyak dan melimpah ruah. Sehingga buah-buah itu berjatuhan, berserakan diatas tanah.

Oh, sia-sia saja dia berbuah. Karena tidak ada lagi yang sanggup memakannya. Seperti ajakan kepada kebaikan yang sering kita tebarkan. Sia-sia saja. Karena tampaknya tidak ada lagi orang yang mau mendengarkan. Mari perhatikan sekali lagi. Pohon kersen yang gigih terus berbuah itu. Dia mempunyai sedemikian banyak buah sehingga seberapa banyak pun yang mengambilnya pohonnya senantiasa dihiasi oleh warna merah yang indah. Kita, ketika berbuat dan mengajak orang lain melakukan kebaikan lainnya sering dihadapkan pada sekelompok orang yang ingin meredupkan cahaya kebaikan yang kita tebarkan. Tetapi, selagi ajakan kebaikan yang kita tebarkan itu jumlahnya lebih banyak dari yang sanggup mereka abaikan, maka nilai kebaikan itu akan tetap menghiasi keindahan karakter pribadi kita.

Anak-anak ditempat kami yang sudah pada bosan dengan buah kersen. Memanjat pohon. Memetik buahnya. Kemudian menginjak-injak buah itu sambil tertawa-tawa. Mereka berlomba. Siapa yang paling banyak menginjaknya, dialah pemenangnya. Di lingkungan tertentu, ajakan dan seruan kepada kebaikan itu sering menjadi bahan olokan, tertawaan bahkan injakan. Mereka mendengarkannya. Namun bukan untuk mengikutinya. Melainkan untuk balik mengejeknya. Persis seperti anak-anak yang menginjak-injak buah kersen itu. Anehnya, pohon kersen tidak sakit hati. Apalagi sampai mutung hingga kapok untuk berbuah lagi. Sepertinya pohon kersen itu sedang mengajari kita agar tidak patah hati ketika seruan kita kepada kebaikan malah direspon dengan keburukan. Sikap kasar orang lain. Bahkan penghinaan. Kata pohon kersen itu; ”Teruslah berikan buah manis kepada lingkunganmu, maka engkau tidak akan sakit hati lagi….” Teruslah tebarkan ajakan dan nilai-nilai kebaikan disekitarmu. Maka engkau tidak lagi terpengaruh oleh respon buruk lingkunganmu.

Bertahun-tahun sudah pohon kersen itu menemani keseharian kami. Buahnya tidak pernah berkurang. Sekalipun semakin banyak orang dan burung yang mengambilnya. Setiap sore hari, banyak orang berkumbul di pos satpam RT yang letaknya persis dibawah pohon kersen itu. Tak sehari pun sepi. Dan tak sehari pun orang tidak mengambil buahnya. Tapi teruuuus saja pohon kersen itu berbuah. Dan tak pernah sekalipun pohon kersen itu mengganti buahnya yang manis dengan sebutir kersen yang pahit. Kita kadang tergoda untuk membalas keburukan respon orang lain, dengan keburukan lagi. Makanya, sesekali kita mengganti kebaikan perangai kita dengan satu yang buruk. Misalnya. Balas memaki. Kalau perlu memberi pelajaran agar orang itu kapok. Pohon kersen itu tidak begitu. Dia. Terus saja memberikan buahnya yang manis. Sekalipun diperlakukan buruk, dia tidak mengubah rasa buahnya menjadi pahit. Kita. Sedang diajari untuk istikomah a.k.a. konsisten dalam mengajak orang lain kepada kebaikan. Meskipun terkadang respon yang mereka berikan sungguh sangat menyakitkan.

Suatu ketika di awal musim hujan. Tanah kering itu disapu guyuran air yang menyegarkan. Setelah berbulan-bulan tak tersiram, tiba-tiba saja tetes demi tetes anugerah langit membasahinya. Tak tampak lagi sebutir debu pun disitu. Sekarang tanahnya menjadi lembab lagi lembut. Beberapa hari kemudian, tumbuhlah rumput-rumput liar, dan… beberapa pohon kersen mungil. Dug. Jantung saya seperti ada yang menumbuk. Ternyata buah kersen yang berserakan itu telah tumbuh menjadi pohon-pohon baru. Pohon kersen itu telah menunjukkan kepada saya bahwa; sungguh tidak ada kesia-siaan atas setiap ajakan kepada kebaikan yang kita tebarkan. Meskipun kadang kita melihatnya terbengkalai tanpa seorang pun memperdulikannya. Sekalipun seruan yang kita lakukan itu seperti tidak ada yang mengindahkan.

Teman-temanku. Jika kita menebarkan ajakan kepada kebaikan. Tanpa kita ketahui, boleh jadi dibelahan dunia lain ada satu atau dua orang yang mendengarkan. Merenungkan. Lalu melaksanakan. Kemudian, pada saatnya nanti mereka meneruskan ajakan itu kepada orang lain. Mereka itu laksana pohon kersen mungil yang tumbuh dari buah yang terserak ditanah. Mereka adalah jiwa-jiwa murni yang tumbuh dari benih-benih kebaikan yang selama ini Anda tebarkan. Jadi, jangan bosan. Jangan bersedih hati. Jangan berhenti mengajak orang lain kepada kebaikan. Karena orang yang paling beruntung didalam hidupnya adalah yang ”Saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran….”. Itu bukan kalimat penghiburan dari saya. Melainkan firman Tuhan dalam surah 103 ayat 3. Apakah Anda ingin menjadi orang yang beruntung? Kalau begitu; ayo kita tebarkan benih-benih kebaikan ini. Insya Allah. Kita akan menjadi orang yang beruntung itu. Melalui benih-benih kebaikan yang kita tebarkan.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 11 Oktober 2012
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Baik untuk diri sendiri itu bagus. Lebih baik lagi jika bisa baik juga untuk orang lain. Makanya, kita perlu terus gigih menebarkan benih-benih kebaikan.

DAPATKAN DISKON 50% IN-NHOUSE TRAINING LEADERSHIP KHUSUS UNTUK PERUSAHAAN YANG BEROMSET KURANG DARI 50M/TAHUN

Sudah baca buku Natural Intelligence Leadership saya? Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Jika Anda ingin mendapatkan kiriman Artikel Inspiratif dari DeKa secara GREATIST, gampang kok. Caranya, masukkan email Anda dalam kotak yang disediakan dibawah ini:

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:daevbroos.blogspor.com

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*