Wednesday , July 8 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Mencari Penghasilan Tambahan

Mencari Penghasilan Tambahan

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Salah satu keluhan yang umum kita dengar dikalangan pegawai adalah; ”Gaji yang tak kunjung memadai.” Setiap bulan antara tanggal 25 sampai 31, kita hanya mengalami periode ’terima kasih’. Begitu terima gaji, langsung deh dikasih kesana-sini. Entah pos belanja bulanan, tagihan listrik, cicilan rumah, dan kadang nyaur utang. Setelah itu, dompet kembali lepet. Bersih tidak bersisa lagi selain ’remah-remahnya’ saja. Makanya setiap hari kita semakin yakin jika gaji kita tidak cukup. Jadi bagaimana dong jalan keluarnya?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Nah pertanyaan ’bagaimana dong jalan keluarnya’ itulah yang kemudian membuat kita memutar otak. Mencari cara agar bisa mendapatkan tambahan. Soal kerinduan untuk mendapatkan tambahan ini, bukan hanya orang yang penghasilannya pas-pasan yang melakukan. Boleh dibilang, sebagian besar orang merasa penghasilannya harus ditunjang oleh berbagai tambahan. Termasuk mereka yang sudah menerima puluhan bahkan ratusan juta sebulan. Mengapa? Karena materi mempunyai efek adiktif. Lho, memangnya salah jika kita mencari tambahan? Tidak salah. Jika cara yang kita tempuh tetap mengindahkan nilai-nilai kepatutan.

Soal cara yang tidak patut itu seperti apa, tidak perlu dibahas lagi. Isi media masa sekarang pun sudah nyaris dimonopoli oleh contoh-cotohnya. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah bagaimana caranya supaya kita bisa menjaga diri dari perilaku dan tindakan mencari tambahan yang buruk itu. Sebagian orang mengatakan; ”Jadilah pengusaha!”

Mungkin memang itu bisa menjadi salah satu jalan keluar. Namun pasti bukanlah satu-satunya. Dan yang jelas, itu bukan jawaban atas pertanyaan; bagaimana kita bisa mendapatkan tambahan penghasilan dengan tetap menjaga nilai-nilai kebaikan. Faktanya, pengusaha pun banyak yang curang. ”Halah, jaman sekarang. Cari yang haram saja susah. Apa lagi cari yang halal!” Pernah mendengar orang mengatakan demikian?

Dulu saya mengira jika kalimat itu sudah merupakan tingkatan yang paling tinggi dari sebuah pembangkangan terhadap nilai-nilai kebenaran. Ternyata saya keliru. Sekarang orang sudah lebih berani lagi dari sekedar mengatakan kalimat seperti itu. Dimana letak kekeliruannya? Begini; ”Sembahyang saja lebih baik berjamaah, apa lagi korupsi….”

Duh, sedih sekali ya mendengarnya.
Mungkin Anda tidak mendengar kalimat itu meluncur begitu saja. Tapi, coba lihat berita di tivi. Mengapa sedemikian sulitnya untuk memberantas korupsi? Karena sudah menjadi kegiatan berjamaah dari sekelompok orang kompakan. Jika kita bicara soal korupsi, hendaknya tidak lantas memikirkan hanya pegawai negeri. Di sektor swasta pun tidak sedikit terjadi. Makanya, hati-hati dengan telunjuk kita sendiri. Gampang menunjuk orang lain, padahal mungkin praktek-praktek yang kita lakukan dalam mencari uang tambahan tidak ada bedanya.

”Oh, kalau ini sih lain. Kita kan win-win solution,” mungkin begitu kita mengelak. Kita benar ketika mengatakan win-win solution. Para koruptor juga benar, karena apa yang mereka lakukan pun berprinsip pada win-win solution. Tapi kita sering lupa, bahwa ada pihak lain selain kita dengan penyedia jasa. Yaitu perusahaan yang kita wakili. Atau negara yang kita layani. Kita dan mitra kerja memang sama-sama win. Tapi apakah perusahaan dan negara (a.k.a. rakyat) juga win? Ini yang sering kita abaikan.

”Tapi kan….”
Nah, kalimat yang dimulai dengan ’tapi kan’ itu merupakan pembelaan. Dan pasti pembelaan itu mengandung kebenaran. Kita yakin benar bahwa tindakan kita itu benar, logis, dan bisa kita pahami. Makanya sudah salah pun kita masih saja punya argumen. Lihat di pengadilan. Selalu ada argumen untuk setiap kesalahan, bukan?

Hati-hati loh, kita pun mungkin melakukan hal yang sama. Tapi kita tidak merasa salah karena memiliki argumen dan penjelasan valid. Meskipun kita salah, tapi kita menganggapnya benar. Lho, kok bisa begitu? Bisa. Kita bisa mengatakan sesuatu yang salah namun tetap merasa benar. Dan itu adalah fisiologi alami tubuh. Sudah tahu mekanismenya? Begini:

Setiap nafkah tidak halal yang kita ambil, kemudian kita makan. Nafkah itu kita kunyah, lalu masuk kedalam saluran pencernaan. Setelah dicerna, sari patinya diserap melalui usus halus. Lalu masuk kedalam pembuluh darah. Lantas bercampur dengan aliran darah menuju ke jantung. Dari jantung, nutrisi itu disebarkan ke seluruh tubuh. Di jaringan tubuh, proses metabolisme mengubahnya menjadi energi yang digunakan untuk melakukan regenerasi sel tubuh. Apa yang terjadi? Sekarang sel-sel tubuh yang sudah mati digantikan oleh sel tubuh baru yang dibangun dari saripati makanan yang tidak berkah. Kira-kira, apakah sel tubuh itu akan mengingatkan kita ketika lidah kita ngotot mengatakan sesuatu untuk membela diri? Tidak. Sel tubuh kita sama buruknya dengan pernyataan kita. Maka sel-sel tubuh itu akan memihak pada keburukan kita.

Darah yang mengangkut saripati makanan yang tidak hal itu juga masuk kedalam hati. Fungsi hati adalah mendetoksifikasi atau menyaring. Bayangkan jika darah yang disaringnya itu berisi makanan yang tidak berkah. Sekarang, setiap lobus dalam hati kita dipenuhi oleh jenis makanan seperti itu. Maka wajar, jika hati kita pun bisa diajak kongkalikong. Hasil akhirnya? Hati kita tidak takut lagi ketika kita mengambil harta yang bukan hak kita untuk kedua kalinya, dan seterusnya.

Akhirnya, kompaklah seluruh bagian tubuh kita untuk melakukan keburukan secara berjamaah. Coba ingat-ingat kembali; ketika pertama kalinya kita melakukan keburukan itu, hati kita memberontak. Menolak. Meronta. Mengatakan kepada kita; ”Jangan! Jangan lakukan itu.” Tapi ketika kita melakukannya untuk yang kedua kali, hati kita sudah beda lagi teriakannya:”Sudahlah ambil aja. Semua orang juga melakukan hal itu…..” Begitu loh, mekanismenya; mengapa kita bisa berubah dari orang baik menjadi pribadi buruk hanya dengan sekali memakan nafkah tidak berkah.

Bagaimana dengan anak-anak kita yang memakan nafkah itu?
Sejak kecil, mereka memakannya. Artinya, sejak kecil seluruh sel didalam tubuhnya dibangun dengan nafkah tidak berkah itu. Maka bisa dibayangkan, kualitas ’konstruksi’ tubuhnya seperti apa. Lebih parahnya lagi. Pada manusia dewasa, sel-sel didalam hati tidak mengalami perubahan. Sel hati tidak mengalami regenerasi seperti sel tubuh lainnya. Jadi, hati orang dewasa hanya dicemari oleh hasil saringannya saja. Sedangkan pada anak kecil, hati sedang bertumbuh kembang. Sehingga jika anak kecil memakan nafkah tak berkah maka hati mereka bukan hanya kotor karena saringan, melainkan karena sel-sel hatinya dibangun dan disusun oleh nafkah buruk itu. Makanya, tidak mengherankan jika anak-anak kita bisa lebih nista dari kita sendiri; jika mereka kita nafkahi dengan harta yang tidak halal. Mengapa? Hati mereka. Seluruh selnya dibuat dari nafkah tak berkah.

Makanya, mari berhati-hati menafkahi anak-anak kita. Sebab, seperti yang senantiasa dinasihatkan oleh Rasulullah bahwa; ”Baik dan buruknya seorang manusia ditentukan oleh hatinya.” Tentu kita ingin menjadi orang baik. Dan kita lebih ingin lagi untuk mempunyai anak-anak yang lebih baik dari diri kita sendiri. Oleh karena itu saudaraku, ayo kita sama-sama belajar untuk terus menafkahi mereka dengan harta dan perolehan yang halal.

Memang, dada kita sering sesak karena gaji yang tak kunjung cukup ini. Jika Anda begitu, saya juga sama. Mari kita terus memikirkan bagaimana caranya? Lalu istikomah dengan hanya memilih jalur yang baik saja. Meskipun disekitar kita banyak orang yang tidak malu lagi untuk mendapatkan tambahan tanpa memperdulikan kepatutan caranya. Jika belum sanggup mencari tambahan dengan cara yang baik, mari bersabar sambil mengelola gaya hidup kita agar tidak melampaui apa yang kita punya. Jika sudah menemukan cara-caranya, mari konsisten hanya memilih cara yang pantas saja. Agar anak-anak kita hatinya tetap murni. Dimana lagi jiwa kita bersemayam selain didalam hati?

Jika gigih menjaga hati anak-anak kita tetap murni, maka kita bisa berharap kehidupan yang baik buat masa depan mereka. Kita bisa berharap mereka akan menjadi orang yang beruntung kelak. Seperti firman Tuhan dalam surah 91 ayat 9-10; ”Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan jiwanya. Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya….” Kemarin, mungkin kita pernah tergoda mencari tambahan dengan cara apa saja. Mulai sekarang, kita perhatikan praktek-praktek bisnis kita. Kita pastikan bahwa kekurangan gaji itu kita atasi dengan mengusahakan tambahan pendapatan melalui cara-cara yang memungkinkan hati kita, dan hati anak-anak kita tetap bersih. Bisa? Insya Allah. Karena Tuhan, pasti memberi jalan keluar bagi setiap hambanya yang gigih, dalam mempertahankan nilai-nilai Ilahiah didalam dirinya.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 12 Oktober 2012
Leadership, Career and People Develompent Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Jangan menyalahkan keadaan jika kita melakukan tindakan buruk. Sebab, sebenarnya kita punya pilihan lain yang lebih baik kok. Hanya saja, kita lebih suka memilih cara gampang dari pada cara yang baik.

Ingin mendapatkan kiriman “S(=Spiritualism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/naturalintelligence/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

JIKA OMSET PERUSAHAAN ANDA DIBAWAH 50 MILYAR PER TAHUN, MAKA ANDA BERHAK MENDAPATKAN DISKON 50% INVESTASI TRAINING ”LEADERSHIP IN PRACTICE” DARI DEKA – HUBUNGI KAMI

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

In-House Training ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:ketawaluc.blogspot.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*