Sunday , September 20 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Memarahi Bawahan

Memarahi Bawahan

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Anda pernah kesal kepada anak buah? Pernah ya. Makanya, pada situasi tertentu; kita marah kepada mereka. Jika tidak pernah kesal kepada anak buah, maka ada dua kemungkinan. Pertama Anda belum lama menjadi atasan. Kedua, Anda tidak peduli dengan perilaku atau kinerja team Anda. Dengan kata lain, kesal kepada anak buah itu merupakan suatu kondisi yang normal. Sah. Manusiawi. Yang kemudian menjadi penentu dampaknya berikutnya adalah; bagaimana cara kita mengekspresikan kekesalan itu. Ada yang tertekan. Ada yang marah-marah. Dan tidak sedikit juga yang sampai memaki-maki anak buahnya. Apalagi jika kita melihat orang-orang yang jabatannya lebih tinggi dari kita pun – a.k.a atasan kita – gampang memaki orang lain. Maka kita pun tergoda untuk gampang memaki anak buah kita. Pertanyaannya adalah; apakah dengan memaki itu kemudian masalahnya atau sumber kekesalan Anda bisa tuntas?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Kita tahu jika masalah tidak tuntas dengan makian itu. Bahkan cenderung menimbulkan masalah baru. Tapi, kenapa yang kok sulit sekali untuk berhenti memaki anak buah. Malahan tidak jarang juga dengan kata-kata yang tidak sepatutnya sehingga anak buah merasa terhina. Dan semakin memperburuk tingkat kepercayaan mereka terhadap kepemimpinan kita. Apakah fenomena atasan tukang memaki ini banyak atau sedikit? Ah lihat di face book, misalnya. Rupanya banyak juga ya anak buah yang membalas makian atasannya dengan menumpahkan unek-unek mereka di facebook. Ada yang pake sindiran. Nama samaran. Dan, ada juga yang vulgar. Sekalipun begitu, orang yang berani bicara di facebook tentu tidak akan bisa mewakili populasi sesungguhnya dari para anak buah yang sakit hati terhadap perlakukan atasannya yang suka memaki-maki itu. Jadi, boleh diperkirakan sih jika atasan yang suka memaki tidak patut itu jumlahnya banyak.

Maaf ya, saya tidak sedang membicarakan tentang Anda. Karena, pertama saya mungkin tidak mengenal Anda. Kedua, saya tidak mengenal anak buah Anda. Dan ketiga, saya tidak mengetahui cara Anda memimpin dan mengekpresikan kekesalan Anda kepada anak buah. Jadi, tulisan ini bukan soal sikap dan cara memimpin Anda selama ini. Tulisan ini adalah tentang fenomena atasan yang merasa berhak untuk memaki dan melontarkan kata-kata merendahkan terhadap anak buahnya. Mungkin, saya pun tanpa disadari pernah melakukannya. Saya lupa, tapi anak buah saya tetap mengingat sedetail-detailnya. Mana tahu? Mungkin, Anda juga begitu. Saya pun tidak tahu. Tapi, dengan spirit introspeksi diri; marilah berandai-andai jika kita ini menjadi pemimpin yang seperti itu juga. Maka ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk menghentikan kebiasaan itu. Belajar menahan diri yuk. Saya juga ikutan proses belajar itu. Tidak pantas kok. Kalau pun tidak pernah, kita bisa belajar untuk semakin sadar bahwa hal itu memang tidak sepatutnya dilakukan.

Semoga kita semakin sadar bahwa untuk mengungkapkan kekesalan kepada anak buah selalu ada cara yang lebih baik dari sekedar kata-kata kotor kita. Bayangkan kembali anak buah yang Anda maki-maki itu. Di kantor, Anda merendahkannya. Tapi boleh jadi, dia adalah imam masjid lho. Mungkin juga dia adalah seorang penggembala yang rutin ceramah di mimbar gereja. Atau, mungkin juga dia adalah seorang biksu yang mengajari para pencari cahaya di vihara. Bagaimana mungkin kita membiarkan mulut ini menghina seorang manusia yang dihadapan Tuhan, dia adalah suci. Siapa kita ini sehingga sedemikian beraninya merendahkan orang yang dimuliakan oleh para jemaah dan pengikutnya? Berhenti deh. Sekarang juga.

Orang yang kita maki-maki itu, tidak memiliki jabatan tinggi dikantor. Tapi di rumah? Boleh jadi dia adalah seorang suami yang sangat dihormati oleh istrinya. Raja di rumahnya. Seorang istri yang dicintai oleh suaminya. Ratu diistana sederhananya. Seorang ayah yang dibangga-banggakan oleh anak-anaknya. Seorang ibu. Yang selalu dirindukan peluk kasih dan sayangnya oleh buah hatinya. Dimata orang rumah. Mereka adalah pribadi mulia yang dengan gigih berjuang demi nafkah yang mungkin tidak seberapa, namun berkah. Bagaimana mungkin lidah kita ini diumbar untuk merendahkan orang yang mempunyai kedudukan sedemikian tinggi dirumah mereka? Hanya gara-gara mereka adalah bawahan kita? Berhentilah. Sekarang juga.

Anak buah yang kita hina dinakan itu. Boleh jadi adalah anak semata wayang yang sedemikian dimanjanya oleh mama dan papa mereka. Dilarang bekerja karena orang tuanya pun sanggup memberi mereka segala kecukupan hidup. Tapi anak muda itu ingin belajar mandiri. Belajar hidup. Belajar bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Dia, sama seperti kita ketika dulu memulai karir ini. Bagaimana mungkin lisan kita ini dibiarkan mengucapkan kata-kata nista kepada seorang anak muda yang sedemikian dikasihi oleh ayah bundanya. Hanya karena kita atasannya? Berhenti deh. Sekarang juga.

Iya. Tapi orang-orang tak becus itu tidak bisa menyelesaikan pekerjaan seperti yang seharusnya! Begitu mungkin pembelaan kita. Benar. Orang-orang yang kita pimpin itu melakukan kesalahan. Punya kekurangan. Tetapi. Bukankah Anda juga bukan manusia yang sempurna? Tunjuk tangan jika Anda merasa tidak pernah melakukan kesalahan. Sadarkah Anda bahwa Anda itu bukan malaikat dan mereka bukan syetan? Selama kita semua sama manusianya, maka kita sama pernah melakukan kesalahannya. Oleh karenanya, sesama mahluk tidak sempurnya baiknya sih dilarang saling merendahkanlah. Kesalahan, bisa diperbaiki justru dengan pendekatan yang baik. Bukan dengan cara menginjak-injak harga dirinya. Jadi jika kita ingin melihat anak buah melakukan perbaikan untuk dirinya sendiri, maka kita; mesti menunjukkan contoh perilaku yang baik itu seperti apa.

Kinerjanya buruk! Benar. Kinerja buruk itu tanggungjawab kita untuk memperbaikinya. Tetapi. Tidak menjadikan kita berhak untuk memaki-makinya. Atau melontarkan kata-kata kotor kepadanya. Jika Anda pemimpinnya, maka tugas Anda adalah membimbingnya ke jalan yang lurus dengan cara yang baik. Dan. Jika Anda percaya kepada fiman Tuhan, bagus juga untuk selalu mengingat titahNya yang satu ini; “Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik. Dan bantahlah mereka, dengan cara yang lebih baik.” Anda, bisa membaca firman itu dalam surah 16 (An-Nahl) ayat 125. Mungkin, kadang kita kesal kepada anak buah. Dan pada situasi tertentu, kita perlu marah juga. Tapi ternyata, ada tuntunanNya. Oleh karenanya sahabatku, ayo bersama saya; kita belajar lagi mengeskpresikan kekesalan kepada anak buah dengan cara yang lebih baik. Mulai sekarang.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 14 November 2012
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Kita ini berpangkat atasan hanya dalam urusan pekerjaan kok. Kalau diluar pekerjaan, kita tidak ada lagi hubungan atasan dan bawahan kan? Makanya, kita dan anak buah adalah setara. Dan sederajat.

Ingin mendapatkan kiriman “L (= Leaderism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Berikan training leadership kepada para leader di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737. Saya punya banyak topik Leadership yang bisa di tailor-made. Kualitas? Dibandingkan dengan trainer luar negeri juga berani. Harga? Hmmh…. Gue banget!

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

CARA BELI BUKU DADANG

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:thechiledoncelost.blogspot.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.