Monday , September 21 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Pengawas Pekerjaan Anda

Pengawas Pekerjaan Anda

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

“Percumalah, kerja bagus juga. Nggak ada bedanya dengan orang lain yang kerjanya asal saja.” Begitu biasanya kita mendengar gerutuan di kantor. Maka banyak orang bukannya belomba kerja bagus-bagusan, melainkan berlomba untuk kerja asal selesai saja. Kenapa mereka bersikap begitu? Antara lain karena mereka merasa bahwa pekerjaan bagus yang mereka lakukan tidak memberi perbedaan apapun dengan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Jadi, ya biasa sajalah. Tidak usah bagus-bagus amat. Nggak ada untungnya, kan. Lho, bukannya ada atasan yang bertugas mengawasi, menilai dan memberi rewardnya? Ada sih. Tapi, fungsi atasan itu menunjukkan rasa senang kalau pekerjaan selesai. Atau marah, jika pekerjaan tidak sesuai keinginannya. Lain dari itu? Hmmh….

Ikuti Workshop 1 hari ”NATIN Self Effectiveness Technique (NATIN-SET)” 20 Desember 2012? Call me at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

SD kami, kekurangan guru. Makanya, seorang guru harus merangkap kelas. Beliau memberi soal untuk kami kerjakan. Kemudian pindah ke kelas lain, untuk kembali lagi nanti. Bolak-balik saja seperti setrikaan. Seharusnya kami belajar dan menyelesaikan tugas itu. Tapi yang kami lakukan adalah; bermain, dan membuat keributan. Biar aman, kami menugaskan satu orang – anak bawang – untuk berjaga-jaga. Dia langsung memberi isyarat jika sang guru kembali. Maka kami pun segera berpura-pura belajar lagi. Sekolah Anda tidak begitu? Bagus. Bagaimana dengan kantor Anda? Memangnya ada hubungan apa antara sekolah dan kantor?

Ada. Begini, kami hanya belajar dengan rajin ketika guru kami mengawasi. Kalau guru sedang mengajar di kelas lain, ya kami main lagi. Sedangkan di kantor-kantor, para karyawan bekerja dengan giat hanya ketika atasannya mengawasi. Sedangkan kalau atasannya sedang keluar kantor. Atau meleng sedikit saja, maka mereka kembali sibuk dengan hal-hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan. Mungkin Anda dan kebanyakan orang lebih beruntung dari kami, karena bersekolah di tempat yang jumlah gurunya memadai. Tapi setelah dewasa, saya sering menemukan karyawan yang berperilaku seperti kami ketika masih SD dulu.

Kalau dipikir-pikir, kerja asal-asalan juga tidak apa-apa kan sebenarnya. Toh selama ini juga banyak orang yang begitu tapi tetap digaji. Jadi kenapa pula mesti bersusah payah? Emangnya ada karyawan yang di PHK gara-gara kerja kurang rajin? Mungkin ada, tapi jumlah sangat sedikit sekali dibandingkan dengan mereka yang tetap ‘selamat’. Ditempat kerja Anda situasinya ‘kira-kira’ seperti itu atau tidak? Saya sih mengamati yang seperti itu dibanyak tempat. Jadi? Tidak soal kan karena mayoritas tetap aman-aman saja. Betul. Aman. Dan tidak ada yang mengusik. Apalagi jika atasannya lebih junior. Beres deh pokoknya. Jika atasannya juga berperilaku sama, lebih aman lagi. Kompakan deh.

Anak buah saya dulu, kira-kira juga begitu. Misalnya, ada yang di jam seharusnya bekerja, malah main game melulu. Saya menegurnya. Lalu dia berkata;”Orang lain juga banyak yang main game Pak. Manager juga ada. Tapi kenapa kok cuman saya yang ditegur?”

“Elo, kalau tidak mau ditegur main game di jam kerja silakan pindah ke departemen lain yang tidak ada tegur-teguran.” Begitu saya bilang. “Tapi kalau elo masih mau bekerja di team gue, elo tidak main game dijam kerja.” Saya tahu teman saya itu tidak menyukai keputusan saya.

“Tapi kan pekerjaan saya bisa selesai Pak…” mungkin begitu gerutu didalam hatinya.
Benar. Dia terampil sekali dalam bekerja. Orang yang hebat. Justru karena saya tahu jika dia itu orang yang hebat saya menjadi lebih kasihan kepadanya. Dia. Telah menyia-nyiakan kehebatan yang semestinya bisa dijadikan sebagai nilai tambah dan pembentuk keunggulan. Dengan segala kehebatan itu karirnya biasa-biasa saja? Oh. Sungguh sangat menyedihkan. Kasihan sekali. Bahkan dia bisa melakukan banyak hal yang saya sendiri tidak dapat melakukannya. Tapi, pencapaiannya tetap tidak seberapa. Jika orang itu mau mengerahkan seluruh kemampuan dirinya, mungkin saat itu dia sudah menjadi atasan saya. Bukan malah sebaliknya.

Di sekolah kampung itu, kami tidak memiliki banyak pilihan. Merengek pun tidak menyebabkan jumlah guru kami bertambah. Tapi diantara sekitar 30 siswa yang gemar bermain itu ada beberapa orang yang menyelesaikan tugas dari gurunya dengan sebaik-baiknya. Usahanya itu berbanding lurus dengan hasilnya. Kami berhasil masuk ke perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Dari kampung, kami masuk ke perguruan tinggi favorit yang diperebutkan orang dari seluruh penjuru negeri. Di kantor saya juga begitu. Ada orang-orang yang rajin. Meski saya tidak mesti selalu memelototi. Mereka adalah staff dengan tingkatan struktural tak seberapa. Gajinya, saya tahu berapa. Namun ketika saya mengundurkan diri, beberapa diantara mereka yang biasa bekerja bukan karena ada saya itu sudah menduduki posisi officer, bahkan manager. Seperti kami yang dari SD kampung ini masuk ke perguruan tinggi keren; dari posisi rendah, mereka yang bekerja bukan karena atasannya melejit ke posisi yang tinggi.

“Tapi kan tidak semua atasan bisa mengawasi semua anak buahnya dengan baik. Dan tidak semua atasan memberi reward yang sepantasnya kepada anak buah yang berkinerja baik.” Mungkin begitu alasan kita. Sehingga, tetap memilih untuk bekerja alakadarnya.

Mungkin memang demikian. Jika kita mengira bahwa yang mengawasi itu hanyalah atasan kita sendiri saja. Tapi hasilnya akan berbeda jika kita sadar bahwa ada ‘orang lain’ yang mengawasi kita. Misalnya saja. Ada seorang staff kerja kontrak di kantor kami. Saya perhatikan dia. Dan saya menyadari jika orang itu beda dengan kebanyakan pekerja kontrak lainnya. Lalu saya menariknya untuk menjadi team member saya. Tentu dengan level pekerjaan yang sama tidak seberapanya. Ketika saya berhenti bekerja, orang ini sudah menjadi karyawan permanen di perusahaan kami. Dan, sudah menduduki suatu jabatan yang lebih tinggi dari kebanyakan temannya. Beberapa hari lalu, saya mendapatkan invitation di linkedin dari sahabat saya itu. Dan saya lihat di profile-nya, dia sudah mempunyai karir yang lebih baik di perusahaan lainnya. Meskipun atasan Anda tidak melakukannya, tetapi ada orang lain yang memperhatikan Anda. Contohnya sahabat saya ini.

“Tapi kan tidak semua orang seberuntung itu. Kebanyakan karyawan tidak punya atasan yang cukup peduli. Dan tidak mendapatkan orang dari luar yang memberi perhatian seperti itu.” Barangkali begitu argumen Anda berikutnya.

Mungkin Anda benar. Tapi ada satu hal lagi yang saya ingin Anda merenungkannya. Bahwa kerja keras dan kinerja baik Anda itu tidak akan pernah sia-sia. Tetap ada nilainya yang bermakna. Apakah saya sedang mengumbar jargon motivasi? Tidak. Saya berbicara berdasarkan ilmu. Yaitu ilmu yang berasal dari kalam Ilahi seperti disampaikan dalam firmanNya melalui Nabi suci: “Bekerjalah. Maka Allah akan melihat pekerjaanmu. Begitu juga rasulnya, dan orang-orang mukmin.” Saya mengundang Anda untuk mendalami firman dalam surah 9 (At-Taubah) ayat 105 itu. Agar Anda semakin bergairah, untuk melakukan pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Sekalipun atasan Anda tidak mengawasi. Meskipun Anda, tidak selalu mendapatkan pujian atau imbalan langsung dari usaha terbaik yang Anda dedikasikan itu. Karena Tuhan, melihat dan menyediakan imbalan yang sepadan. Terhadap apa yang kita kerjakan.

Teman-teman, Insya Allah saya kembali membuka workshop kelas public dengan tema: “NATURAL INTELLIGENCE SELF EFFECTIVENESS TECHNIQUE (NATIN-SET)” Daftar ya. Info lengkap disini: http://www.dadangkadarusman.com/workshop-20-desember-2012/

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 19 November 2012
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Anda bisa kecewa jika bekerja hanya demi menyenangkan atasan Anda. Bekerjalah demi diri Anda sendiri, agar Anda mendapatkan 100% hasil dan manfaatnya bagi diri sendiri.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Ikuti workshop kelas public dengan tema: “NATURAL INTELLIGENCE SELF EFFECTIVENESS TECHNIQUE (NATIN-SET)” Kamis 20 Desember 2012. Info lengkap disini: http://www.dadangkadarusman.com/workshop-20-desember-2012/ or Call us at 0812 1040 3327 or 0812 198 99 737.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

CARA BELI BUKU DADANG

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:qworkcobversvictimesdiary.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.