Tuesday , August 11 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Menyelesaikan Masalah Rumah Tangga

Menyelesaikan Masalah Rumah Tangga


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Saya tetap kukuh untuk tidak melayani pertanyaan tentang masalah pernikahan. Alasan saya sederhana; saya baru menjalani pernikahan ini selama sekitar 15 tahun. Sedangkan kita, tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Bicara soal karir, saya tidak ragu karena sudah menjalaninya hingga penuh. Membahas tentang kepemimpinan, pun tidak gentar karena sudah menuntaskan tugas yang diemban. Tapi soal perkawinan? Nanti, kalau saya sudah menjalaninya hingga akhir….. hayat! Halah. Demikian tekad saya, supaya apa yang saya katakan benar-benar merupakan apa yang saya alami sendiri. Namun ternyata, pertanyaan-pertanyaan seputar perkawinan dan permasalahannya itu seolah tidak kunjung surut. Dan jika semua orang berprinsip seperti saya; maka tidak akan pernah ada yang namanya konsultan pernikahan. Lebih tepatnya lagi; tidak ada orang yang akan menjadi teman mencari solusi ketika kita sedang menghadapi badai dalam samudera pernikahan. Jadi bagaimana dong?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Memang sulit untuk memisahkan urusan keluarga dengan urusan pekerjaan. Ketika sedang bermasalah dengan pasangan di rumah, disadari atau tidak pun pekerjaan kita di kantor ikut terpengaruh juga. Mungkin tidak menyebabkan kualitas kerja menjadi buruk. Tetapi sikap kita. Atau raut wajah kita. Atau keceriaan kita di kantor; jauh berbeda dibandingkan ketika kita sedang menikmati indahnya hubungan dengan suami atau istri di rumah. Walhasil, kehidupan rumah tangga kita langsung maupun tidak langsung erat kaitannya dengan kehidupan kerja kita.

Sudah saya bilang kalau saya ini bukan konsultan pernikahan. Jadi saya hanya bisa menjelaskan apa yang saya sendiri alami. Saya pribadi, merasa senang dan bersemangat sekali dalam bekerja ketika di pagi hari sewaktu hendak meninggalkan rumah, istri saya bilang begini; “Ayah, sun dulu!”

Ketika bibir saya menyentuh kedua keningnya, ada energy yang marasuk kedalam jiwa saya. Seolah menjadikan diri saya superman yang siap terbang keangkasa raya. Saat bibir ini menyentuh pipi kiri dan kanannya, ada semangat yang membara untuk melakukan yang terbaik ditempat kerja. Demi nafkah yang saya perjuangkan untuk keluarga. Dan, ketika bibir saya menyentuh lembut bibirnya? Ada gelora yang membuat saya…. Ingin menunda keberangkatan ke tempat..… hahaha. Setiap kali prosesi itu berlangsung, saya tahu bahwa; hari itu, saya akan menjadi seorang pekerja yang tidak bisa disaingi oleh siapapun.

Beda sekali jika dibandingkan dengan keadaan ketika istri saya sedang bête. Saat saya hendak pergi ke kantor, dia cuwek bebek saja sembunyi dikamar mandi. Meskipun tidak kecewa, tapi ada kekosongan akut terasa menelusup kedalam jiwa saya. Bibir saya? Mungkin merindukan sesuatu yang malu jika diucapkannya. Tapi ya sudahlah, mungkin memang kalau cewek ada masanya sebel sama lelakinya. Saya pergi saja. Tapi tetap saja, sesampai dikantor ada perasaan tidak lengkap. Apa ya? Tidak tahu. Pokoknya seperti ada yang tertinggal di rumah.

Bagaimana kalau dimalam harinya saya baru bertengkar hebat dengan istri saya? Ups! Keceplosan. M-maksud saya…., misalnya ya… misalnya saya baru bertengkar hebat dengan istri saya. Hanya misalnya. lho. Maka besok pagi waktu hendak pergi ke kantor, saya ingin istri saya tidak tampak sama sekali. Jangan coba-coba mendekat. Karena saya, akan bersikap seperti seekor singa jantan yang tengah terluka. Dan untuk menyembuhkan luka itu, mungkin butuh waktu berhari-hari lamanya. Sehingga konsekuensinya; pekerjaan saya – secara langsung atau tidak langsung – pun ikut terpengaruh. Salah satu indikasinya yang mungkin dirasakan oleh anak buah saya antara lain adalah; saya lebih ‘direct’ kepada mereka. Kolega saya mungkin merasakan kalau kali itu saya tidak peduli seperti biasanya. Sedangkan atasan saya, mungkin merasakan jika saat itu saya menjadi lebih sulit diatur.

Tulisan ini memang saya tujukan untuk sabahat saya yang sedang mengalami cobaan didalam kehidupan rumah tangganya. Juga bagi mereka yang ‘merasa’ dan ‘seolah-olah’ segalanya baik-baik saja. Serta bagi mereka yang mengklaim bahwa kehidupan rumah tangganya tidak pernah bermasalah. Terlebih lagi, semoga istri saya mau membacanya. Supaya dia tahu, bahwa saya sangat mencitainya. Dan saya ingin kehidupan pernikahan kami tetap terjaga sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Tapi faktanya adalah; dari cerita ini, kita bisa melihat bagaimana dampak dari hubungan kita dengan istri atau suami di rumah terhadap sikap dan perilaku kerja kita di kantor.

Apakah pekerjaan seorang professional yang tengah bermasalah dengan istri atau suaminya otomatis akan menjadi buruk juga hasilnya? Dalam kebanyakan kasus yang saya ketahui, YA. Performa kerja mereka menurun drastis sekali. Peluang terjadinya sama baik pada karyawan laki-laki maupun perempuan. Meskipun laki-laki sering dikira lebih kuat, tetapi kenyataannya tidak selalu begitu. Karyawan lelaki yang disakiti istrinya bisa jatuh hingga nyaris tidak sanggup bangkit lagi kok.

Dalam kasus-kasus tertentu, kinerja seseorang yang sedang bermasalah dengan suami atau istrinya memang malah menjadi semakin naik. Tidak terlalu aneh jika kita memahami mekanismenya. Begini, kekecewaan di rumah membuat seseorang tidak betah berada di rumah. Sebagai pelarian, dia tinggal lebih lama di kantor. Meskipun belum bisa digeneralisir, tetapi pekerja perempuan cenderung untuk mencari penghiburan atas kekecewaan dirinya dengan menarik diri dan mencurahkan lebih banyak energy kepada pekerjaannya. Secara tidak langsung itu membuatnya bekerja lebih banyak. Maka dia menjadi ‘terlihat’ lebih rajin, dan menyelesaikan tugas lebih banyak.

Masalahnya, kita tidak semata-mata mencari kepuasan dalam pekerjaan, bukan? Bagaimana pun juga, pekerjaan kita adalah sebuah proyek jangka pendek. Sedangkan pernikahan kita merupakan perjalanan sepanjang hayat. Sehebat apapun kualitas kerja Anda, pada usia 55 tahun Anda akan pensiun juga. Tapi pernikahan kita? Sesuai janji yang kita ucapkan ketika mulai merajut tali cinta itu; sampai maut memisahkan kita.

Maka melihat beberapa orang yang karirnya sukses sementara pernikahannya bermasalah tentu tidak cocok untuk dijadikan model bagi mereka yang mencari kebahagiaan hakiki. Karena sesukses apapun seseorang ditempat kerja, hatinya akan tetap hampa jika tidak mempunyai cinta yang utuh dalam rumah tangganya. Memangnya setelah pensiun kelak, dia mau kemana lagi, jika tidak pulang ke rumahnya sendiri?

Jadi intinya apa? Intinya adalah, jika Anda tengah bermasalah dengan suami atau istri di rumah. Maka jangan mencari pelarian yang salah. Ketahuilah bahwa masalah dalam rumah tangga itu normal saja. Toh kepala dan hati kita berbeda dengan pasangan hidup kita itu. Yang mungkin kita lakukan adalah; mencari penyelesaian yang membawa kita kepada akhir yang membahagiakan. Iya tapi bagaimana cara ooooooy!!!!!

Tahukah Anda perbedaan antara ring tinju dengan ranjang? Sejauh yang saya ketahui; ring tinju itu adalah arena untuk menyelesaikan masalah antara dua jagoan. Sedangkan ranjang, adalah tempat terbaik untuk menyelesaikan masalah yang tengah kita hadapi dengan suami atau istri kita. Tidak percaya? Kalau Anda sedang bermasalah dengan istri atau suami Anda, naiklah keatas ranjang. Lalu berbaringlah dengan tenang. Kemudian, bicaralah dari hati kehati. Insya Allah, masalah yang tengah kita hadapi; bisa diselesaikan dengan solusi terbaik untuk kedua belah pihak.

Ikuti workshop kelas publik dengan tema: “NATURAL INTELLIGENCE SELF EFFECTIVENESS TECHNIQUE (NATIN-SET)” Jakarta, 20 Desember 2012. Daftar di 0812 1040 3327 atau PIN BB 2A495F1D Info lengkap disini: http://www.dadangkadarusman.com/workshop-20-desember-2012/

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 21 November 2012
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 (PIN BB: 2A495F1D) or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Tidak ada yang tahu akhir perjalanan perkawinannya. Namun setiap langkahnya menjadi ibadah bagi pasangan yang tetap menjaga kesuciannya.

Ingin mendapatkan kiriman “F (= Familyarism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Berikan training leadership kepada para leader di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737. Saya punya banyak topik Leadership yang bisa di tailor-made. Kualitas? Dibandingkan dengan trainer luar negeri juga berani. Harga? Hmmh…. Gue banget!

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

CARA BELI BUKU DADANG

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

gambar: anguishedrepose.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.