Monday , September 21 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Mendaki Puncak Ketulusan

Mendaki Puncak Ketulusan


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Tuluskah Anda ketika melakukan suatu kebaikan bagi orang lain? Maaf saya lancang bertanya begitu. Soalnya, di lingkungan masyarakat kita sudah sejak lama tertanam kepercayaan bahwa tidak ada yang benar-benar tulus didunia ini. Ketika seseorang berbuat kebaikan, nyaris bisa dipastikan jika dia mengharapkan balasan atas kebaikannya itu. Wajar saja kan? Orang yang berbuat baik mengharapkan kebaikan juga. Apa salahnya? Tidak salah. Bahkan hukum alam pun memang sudah berlaku demikian. Yang membuat keadaan menjadi tidak karuan adalah ketika kita tidak lagi percaya kepada hukum alam itu. Kita ragu, jika alam akan menjalankan hukumnya. Sehingga ketika kita melakukan kebaikan, kita lantang menuntut balasannya. Apalagi dizaman ketika kedudukan dan jabatan bisa dibeli dengan suara para pemilih. Kita, sudah sekalian memperdayainya. Makanya, ketika balasan kebaikan yang kita lakukan itu tidak seperti yang kita harapkan; karpet yang sudah ‘disumbangkan’ ke tempat ibadah pun diambil kembali. Jadi, tuluskah Anda dengan kebaikan yang Anda lakukan itu?

Ikuti Workshop Natural Intelligence Self Effectiveness (NATIN-SET) Kamis 20 Desember 2012 di Jakarta. Daftar di 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Nafkah dari rezeki yang saya dapatkan, boleh dibilang bukan dari hasil usaha saya sendiri. Memang, saya kadang mengirimkan proposal training kepada kenalan. Teman. Atau Divisi HRD diperusahaan-perusahaan. Siapa tahu mereka mau menggunakan jasa pelatihan saya. Namun secara statistik, pekerjaan pelatihan yang saya dapatkan pada umumnya bukan hasil dari pengiriman proposal itu. Melainkan dari orang-orang yang secara diam-diam merekomendasikan saya kepada pengambil keputusan yang saya tidak bisa menjangkaunya. Faktanya, sekitar 99% proposal saya tidak direspon. Tidak digubris sama sekali. Bahkan mungkin saja, dibaca pun tidak. Siapa yang tahu? Tapi bagaimana saya bisa tetap bertahan dalam profesi ini hingga sejauh ini? Utamanya berkat jasa dan kontribusi dari orang-orang yang tidak saya ketahui itu. Mereka menolong saya untuk mendapatkan nafkah.

Hal inilah yang selalu membuat batin saya tergetar.
Setiap kali saya bertanya kepada klien saya;”Dari mana Anda mengenal saya?”
Ketika mereka mengatakan;”Ada salah seorang staff kami yang merekomendasikan Bapak…..” Dan ketika beliau menyebut namanya, saya bisa pastikan bahwa kami tidak saling mengenal satu sama lain. Saya tergetar menemukan betapa ketulusan mereka sudah sampai di puncak tertingginya. Sehingga hanya layak dibalas dengan kemuliaan yang tertinggi pula.

Bukan satu atau dua kali kejadian, ketika Presiden Direktur atau pejabat tinggi perusahaan klien saya bertanya;”Kang Dadang sudah sering komunikasi dengan Mas Bla Bla Bla, ya?”

Setiap kali pertanyaan itu diajukan, batin saya kembali bergetar. Betapa baiknya Mas dan Mbak Bla Bla Bla itu. Mereka tidak pernah bicara dengan saya. Tidak pernah bertemu dengan saya. Namun mereka begitu peduli kepada saya. Dan bersedia menjadikan dirinya sebagai jalan Tuhan demi mengalirnya nafkah dan rezeki untuk saya.

Kepada orang-orang seperti ini. Kita tidak lagi perlu bertanya; Tuluskah Anda ketika melakukan suatu kebaikan bagi orang lain? Sudah pasti tulusnya. Karena mereka sama sekali tidak menuntut apapun atas apa yang mereka lakukan untuk orang lain. Dengan sikap dan caranya berkontribusi kepada kesuksesan orang lain, mereka sudah berhasil mendaki hingga ke puncak dari segala ketulusan.

Boleh jadi. Anda. Adalah salah satu dari orang-orang yang sedang saya bicarakan ini. Maka tidak ada balasan apapun yang bisa saya berikan kepada kebaikan Anda. Kenapa? Karena saya tidak akan pernah mampu membalas sebuah kebaikan yang dilakukan seseorang dengan tulus. Hampir seperti halnya tidak ada kebaikan yang bisa menebus segala kebaikan dan pengorbanan seorang Ibu. Oleh karenanya, imbalan terbaik yang layak diterima oleh orang-orang yang tulus seperti Anda hanyalah yang datang dari Dzat yang sanggup memberikan balasan 700 kali lipat. Bahkan Dia, yang dengan sesuka hatiNya berkuasa untuk melipatgandakannya lagi. Kepada siapa saja yang dikehendakiNya.

Jika tetangga Anda mengirimkan semangkuk sayur lodeh. Lalu Anda mengembalikan mangkuk itu dengan berisikan gulai kambing. Maka Anda dan tetangga Anda itu sudah sama-sama melakukan kebaikan. Namun nilai kebaikan Anda tetap belum sepadan dengan nilai kebaikan yang tetangga Anda lakukan. Mengapa? Anda, mengirimkan gulai kambing itu karena tetangga Anda mengirimkan sayur lodeh. Sedangkan tetangga Anda, mengirimkan sayur lodehnya bahkan ketika dia tidak tahu apakah Anda akan memberi balasan atau tidak. Dia mengharapkan balasan bukan dari Anda, melainkan dari Sang Maha Penyedia Pahala.

Saya pun demikian. Tidak mungkin bisa membalas sebanding dengan kebaikan yang sudah Anda berikan kepada saya. Anda, hanya akan bisa menyamai kebaikan tetangga Anda itu jika Anda bisa mendaki hingga ke puncak segala kebaikan seperti dirinya. Yaitu ketika Anda menemukan momen untuk terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada mereka. Dengan sebuah kebaikan yang Anda sama sekali tidak mengharapkan imbalan apapun darinya. Dan saya, hanya bisa mengimbangi kebaikan yang sama seperti yang Anda lakukan, jika dan hanya jika saya bisa melakukan sesuatu untuk Anda. Tanpa Anda memintanya. Dan tanpa saya mengharapkan imbalan apapun dari Anda. Dan saya tidak tahu; apakah saya mampu melakukan itu. Jika pun mampu, apakah saya mau melakukannya. Mungkin saja hati ini tidak tergerak untuk berbuat baik seperti Anda telah berbuat baik kepada orang lain.

Kenyataannya, banyak orang yang mempunyai kemampuan. Kelapangan. Dan keleluasaan untuk berbuat kebaikan bagi orang lain. Tapi mereka tidak melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa puncak segala ketulusan itu tidak untuk semua orang. Hanya sedikit yang mampu mendakinya. Yaitu mereka yang bersedia mendengarkan ketika hatinya digerakkan oleh Firman Tuhan; “Berbuat baiklah. Sebagaimana Tuhan telah berbuat baik kepada engkau. Mungkin tidak semua orang pernah membaca teks firman dalam surah 28 (Al-Qasas) ayat 77 itu. Namun, sungguh: dalam penciptaan setiap jiwa Tuhan telah melengkapi dengan hati nurani, yang senantiasa bisa mendengar malaikat membacakannya melalui telinga hati mereka. Dan semoga. Kita bisa terus mendaki. Hingga sampai di puncak ketulusan yang paling tinggi.


Ikuti workshop kelas publik dengan tema: “NATURAL INTELLIGENCE SELF EFFECTIVENESS TECHNIQUE (NATIN-SET)” Jakarta, 20 Desember 2012. Daftar di 0812 1040 3327 atau PIN BB 2A495F1D Info lengkap disini: http://www.dadangkadarusman.com/workshop-20-desember-2012/

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 23 November 2012
Leadership, Career and People Develompent Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Catatan Kaki:
Tidak ada orang yang bisa membalas kebaikan orang-orang yang tulus. Karenanya, Tuhan menyediakan imbalan secara khusus atas ketulusan yang mereka miliki.

Ingin mendapatkan kiriman “S(=Spiritualism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

In-House Training ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:en.lostinbeijing.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*