Thursday , October 1 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Memberi Bukan Membayar

Memberi Bukan Membayar

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Didalam mobil yang ditumpangi oleh Natin itu ada Ayah, Mama, Kakak Ayang yang sekolah di SMP, Kakak Aci di SD dan Abang Z yang juga masih SD. Sejak mobil mereka masuk ke gerbang mall itu juga sudah panjang sekali antriannya. Hari libur begini ke mall seperti itu? Cari parkirannya saja sudah menjadi jibaku tersendiri.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Ayah terus menuju ke parkir basement. Bukan hanya karena parkiran di halaman mall sudah padet banget. Tapi karena lebih nyaman jika nanti turun hujan. Antrian masih panjang. Padahal di basement parkir sudah banyak yang mengambil posisi parallel. Tak ada ruang lagi tampaknya. Tapi Ayah tetap mengatakan;”Lihat saja nanti. Kita akan dapat tempat parkir.” Entah kenapa. Setiap kali parkiran penuh, Ayah selalu yakin akan dapat parkiran. Dan selama ini, selalu terbukti benar.

Setelah berputar sebentar. Ternyata keyakinan ayah kembali benar. Ada sebuah tempat parkir yang tersembunyi. Letaknya agak di pojok. Dan terhalang oleh mobil yang diparkir parallel. Bukan itu saja, sudut putarannya sempit sekali sehingga cukup sulit untuk masuk kesitu. Pada saat itulah petugas parkir datang. Lalu dia mendorong mobil yang menghalang. Kemudian kami pun mempunyai jalan masuk yang lapang.

“Kalau nggak dibantu tukang parkir itu Ayah bisa masuk nggak?” Tanya Mama. Sembari memperhatikan tukang parkir yang terus memberi tanda dengan hanya tiga kata ‘ya’, ‘terus’, dan ‘op’ itu.

“Bisa sih,” jawab Ayah. “Tapi sulit banget nih.”
“Dikasih uang ya Yah…” Kata Aci.
“Iyyaaa, tenang aja…” jawab Ayah sambil merogoh selembar urang kertas dari lubang kecil di dashboard.

“Dikasih berapa Yah?” Tanya Abang Z.
“Dua ribu dong…” Jawab Ayah mantap sekali. Kalau seribu kan nggak manusiawi. Apalagi cuman lima ratus rupiah. Nggak banget deh.
“Diiih…” Begitu respon Kakak Ayang. Seperti biasanya pendek aja. Mungkin juga kalau bunyi ‘dih’ itu ditujukan pada obyek yang lainnya.
“Lima ribu dong Yaaaah…..” Timpal Kakak Aci.

“Hah? Besar Amat?” Ayah melongo.
“Ya iyya dong Yah, dia kan udah kerja susah payah…” Mama ikut mengeroyok Ayah.

Natin sih diam saja. Tidak ikut komentar. Dia hanya menyaksikan apa yang tengah terjadi didalam mobil itu.

“Kita sebenarnya dilarang memberi tips loh disini.” Sergah Ayah. “Dua ribu juga sudah cukup dong? Parkir satu jam saja cuman berapa?” katanya lagi.

“Yaah… Ayah nih….” Tegas Aci. “Bayangkan aja dong Yah, dia digajinya kan nunggu sebulan lagi….”
“Iyya ya Ci,” kata Mama. “Berapa juga gajinya….”
“I-iyyya tapi kan dua ribu cukup untuk kerjaan kayak gini. Lagian dia kan sudah digaji. Ini bonus dari pelanggan yang berterimakasih karena dia sudah bekerja seperti seharusnya.” Merasa dikeroyok, Ayah menjadi sibuk menceramahi. Niatnya sih, bela diri.

“Ayah….” Kata Aci. “Jangan bayar dia dong Yah….” Katanya.
“Halah, kamu itu Paw!” begitu gaya Ayah kalau sudah kepepet. “Sekarang malah bilang jangan bayar. Maksudnya gimana tuch?”

“Ayah jangan bayar dia untuk pekerjaannya,” katanya. “Ayah kasih aja dia sesuai dengan rasa kasih sayang Ayah…..”

Deng…..
Natin tertegun. Bersama dengan wajah Ayah yang langsung berubah.
Gagang perseneling yang tadi berada di posisi R, Ayah pindahin ke P. Lalu kedua tangan Ayah melepaskan gagang kemudi. Lantas, tangan kanan Ayah menarik dompet dari saku belakangnya. Lima ribu rupiah pun sekarang sudah berada didalam genggamannya. Setelah itu, barulah Ayah mundur. Sampai mobil mereka terparkir rapi.

Ketika turun, Ayah melintasi petugas parkir itu. Lalu tangan Ayah menempel ditangannya. Natin masih bisa melihat senyum senang petugas parkir itu ketika mengucapkan ‘terimakasih’. Sama seperti yang Ayah katakan kepadanya.

“Asyik kan Yah?” kata Aci.

“Mhhmm.. h—ya. Asyik. Asyik…..” Jawab Ayah.

Natin menyaksikan. Betapa asyiknya ketika melakukan sesuatu untuk orang lain; bukan semata-mata berdasarkan ‘berapa harga’ pekerjaannya itu. Melainkan berdasarkan kasih sayang kita kepadanya. Natin tahu jika Ayah keluar uang lebih banyak untuk mengikuti dorongan kasih sayang itu. Tapi Natin juga tahu, bahwa ‘keasyikan’ yang Ayah dapatkan atas tindakannya itu jauh lebih bernilai daripada uang itu…….

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 24 Desember 2012
Leadership and Personnel Development Trainer
Call him: 0812 19899 737 (PIN BB: 2A495F1D)

Catatan Kaki:
Kalau niat kita hanya membayar, kita akan terpaku dengan harga pasar. Namun jika niat kita memberi, maka harga pasar sudah tidak terlampau penting lagi.

Ingin mendapatkan kiriman “KKN (= Kesaksian Kecil Natin)” – kisah pendek tentang kejadian nyata yang Natin saksikan yang layak dijadikan teladan – secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Berikan training leadership kepada para leader di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership yang bisa di tailor-made. Kualitas? Dibandingkan dengan trainer luar negeri juga berani. Harga? Hmmh…. Gue banget! Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

gambar: mdbisnews.choosemaryland.org

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.