Monday , September 21 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Resolusi Pribadi Tahun Ini

Resolusi Pribadi Tahun Ini


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Entah kapan dimulainya. Saya tidak begitu ingat awalnya. Namun, setiap akhir tahun selalu muncul sebuah kata yang tiba-tiba saja naik daun. Resolusi. Demikian kata itu berbunyi. Kata itu punya pengaruh besar bagi banyak orang. Jika Anda terbiasa membuat resolusi tahun baru, atau – minimal – ikut memikirkan soal resolusi tahun baru, maka Anda termasuk orang yang terpengaruh itu. Tenang saja, itu bukan sebuah kejahatan kok. Jadi santai saja. Saya pun termasuk orang yang terpengaruh. Khususnya ketika saya bertanya; apa sih arti resolusi itu? Anda sudah tahu artinya resolusi itu apa?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Kita tidak akan menemukan arti kata resolusi terkait dengan tahun baru dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Dalam kamus istilah laboratorium juga ada kata ‘resolusi’, namun artinya tidak berhubungan dengan tahun baru. Begitu juga dengan teknologi gambar baik gambar dinamis maupun gambar statis yang sama-sama punya istilah resolusi, tetapi maksudnya berbeda lagi. Arti umum dari resolusi itu sendiri berkaitan dengan keputusan rapat atau tuntutan tertulis terhadap sesuatu. Kalau Anda ingat, dulu ketika zaman jaya-jayanya TVRI, kita sering mendengar istilah ‘resolusi dewan keamanan PBB’. Maksudnya, keputusan dari hasil rapat dewan keamanan PBB. Sedangkan arti kata resolusi dalam urusan pribadi adalah; the firm decision to do or not to do something…. Maksudnya, kita membuat komitmen pribadi untuk melakukan sesuatu, atau tidak melakukan sesuatu. Begitulah yang tertera dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary.

Dalam perjalanannya kemudian, makna resolusi itu berkembang menjadi ‘harapan’ atau ‘cita-cita’ yang ingin kita capai. Maka jadilah kita ramai-ramai membuat resolusi setiap kali pergantian tahun terjadi. Pertanyaannya adalah; kenapa sih kita perlu paham makna resolusi itu apa? Supaya kita tidak sekedar ikut-ikutan. Memangnya selama ini kita hanya ikut-ikutan? Itu menuduh namanya. Saya tidak tahu persis jika Anda sekedar ikut-ikutan atau tidak. Yang jelas, coba ingat-ingat kembali; apakah daftar resolusi yang Anda buat selama ini benar-benar Anda perjuangkan? Atau diingat dengan kuat selama bulan January. Diperjuangkan selama February. Dan dianggap mustahil di bulan maret. Lalu, mulai bulan April, dilupakan begitu saja. Lantas…. Bulan desember…, dibikin lagi resolusi yang baru? Jika indikasi seperti itu yang Anda alami, mungkin – ini baru mungkin lho ya – Anda belum benar-benar memahami apa sih makna resolusi itu.

Keputusan bulat. Tekad kuat. Komitmen. Itulah makna utama dari resolusi. Kita berkomiten, artinya sudah ada niat. Namun, niat saja kan sering tidak bisa membawa kita ke tempat yang dituju. To do or not to do something, itulah kata kunci yang kedua. Lakukan atau tidak melakukan sesuatu. Itulah tindakan yang mesti mengikuti keputusan itu.

Saya niat berhenti merokok. Tetapi, saya masih merokok dengan alasan ‘pelan-pelanlah berhentinya,’ misalnya. Maka itu menunjukkan bahwa resolusi kita tidak dibarengi dengan komitmen untuk tidak melakukan yang kita katakan tidak akan kita lakukan itu.

Sekarang, mari kita lihat kertas berisi resolusi yang biasa Anda buat. Bentuknya seperti daftar belanjaan, bukan? Ada sederet keinginan Anda. Saking banyaknya, Anda sendiri sampai tidak ingat lagi apa saja. Bayangkan saja deh; ingat pun tidak. Bagaimana kita bisa memperjuangkannya? Aneh kan kita ini. Ah, tenang saja; ‘semesta akan mendukung kok.’ Begitu kita berkilah. Benar, semesta itu akan mendukung. Tetapi hanya mendukung mereka yang bersedia memperjuangkan apa yang dicita-citakannya. Kalau hanya sekedar menulisnya? Itu mendikte semesta namanya.

Maka mulai tahun ini, berhentilah membuat daftar belanjaan seperti itu. Tidak ada gunannya. Jadi, Kang Dadang ini anti resolusi? Bukan begitu. Saya ingin mengajak Anda menemani saya membuat resolusi yang lebih baik. Yang bukan seperti daftar belanjaan berisi list semua keinginan kita. Saya ingin belajar untuk fokus kepada satu atau dua cita-cita saja di tahun depan.

Lho, Kang, bukankah kita dianjurkan untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit? Betul. Tapi bukan bercita-cita sebanyak bintang dilangit. Boleh, menuliskan resolusi yang banyak. Tetapi, itu untuk jangka waktu yang panjang hingga ke masa depan. Khusus untuk satu tahun ke depan, cukuplah memfokuskan kepada satu, dua atau maksimal tiga hal penting saja. Tidak usah lebih dari itu. Kenapa? Karena kalau daftar belanjaan Anda terlampau banyak hingga melampaui kemampuan belanja Anda, maka itu hanya akan menjadikan Anda orang yang banyak hutang janji dan cita-cita. Janji doang tahun depan bakal begini dan begitu. Kenyataannya, ah sudahlah lupakan saja. Toh selama ini juga sudah terbiasa membuat resolusi yang tidak jadi kenyataan. Begitu kan kita?

Untuk tahun 2013, saya hanya punya 2 resolusi. Satu resolusi yang berkaitan dengan karir bisnis dan pekerjaan saya. Sedangkan satu lagi berkaitan dengan kehidupan kelurga, anak-anak dan istri saya. Jika Anda tidak keberatan, saya akan terbuka menginformasikan resolusi nomor satu saya. Selain bisa menjadi contoh bagi Anda yang ingin membuat resolusi, juga bisa menjadi deklarasi bagi saya supaya lebih terdorong untuk benar-benar memperjuangkannya. Begini resolusi nomor satu saya untuk tahun 2013 nanti:

MEMULAI BISNIS PENERBITAN SENDIRI
DENGAN MINIMAL 4 BUKU TERBIT
DARI NASKAH SENDIR
I

Tidak ada pakem khusus untuk membuat resolusi. Jadi, Anda pun bisa merumuskan resolusi Anda sendiri. Sesuai dengan keinginan terdalam dari dalam diri Anda. Namun, resolusi yang baik antara lain ditandai oleh adanya tiga unsur ini: Pertama, definisi yang jelas atas apa yang ingin kita capai. Kedua, ada ukuran yang jelas secara kuantitatif. Dan ketiga, ada paparan spesifik yang menjelaskan lebih dalam. Misalnya, dalam resolusi saya diatas itu.

Unsur pertamanya menjelaskan apa yang ingin saya capai melalui komitmen pribadi yaitu; “Memulai Bisnis Penerbitan Sendiri”. Selama ini naskah buku saya diterbitkan oleh pihak lain. Saya selalu bergantung kepada keputusan pihak penerbit, apakah menerima atau menolak naskah saya. Mulai tahun depan, saya ingin mengambil alih kontrolnya. Sehingga keputusannya tidak ditangan orang lain. Melainkan ditangan saya sendiri. Dari sudut pandang itu, kemudian saya melihat bahwa soal penerbitan ini bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Simak misalnya Gramedia, Mizan, dan berbagai penerbit lainnya. Tidak mungkin mereka sampai sebesar itu jika peluang bisnisnya jelek.

Unsur kedua menggambarkan alat ukur yang akan saya gunakan di tahun pertama itu, yaitu: “Dengan Minimal 4 Buku Terbit”. Dari pernyataan ini saya tahu bagaimana menentukan apakah saya sudah berhasil mewujudkan resolusi ini atau tidak. Dan saya tahu, berapa banyak yang harus saya hasilkan. Hanya 4 judul buku? Tidak masalah. Karena ini baru sebuah permulaan. Bukankah tidak ada orang yang lahir langsung menjadi pria atau perempuan dewasa? Semuanya mulai dari yang kecil. Lalu tumbuh menjadi besar. Lagipula, poin pentingnya bukanlah soal berapa banyak atau seberapa besar, melainkan ada sesuatu yang jelas untuk diperjuangkan, dan diukur tingkat keberhasilannya secara kuantitatif.

Unsur ketiga, menggambarkan kriteria spesifik yang menentukan bobot dari hasil yang kita capai, yaitu; “Dari Naskah Sendiri”. Mencari naskah dari luar itu gampang lho. Karena, banyak sekali orang yang ingin karya tulisnya terbit. Tapi menulis dengan naskah sendiri, merupakan sebuah tantangan tersendiri. Artinya, itu menuntut saya untuk menghasilkan 4 naskah yang siap diterbitkan. Dengan penjelasan yang lebih spesifik ini, maka saya punya alat ukur lain. Jika sanggup menerbitkan 4 judul buku, tapi tidak semuanya naskah saya sendiri – misalnya – maka nilai keberhasilan resolusi itu tidak sebaik seandainya saya bisa mencapainya melalui naskah sendiri sesuai dengan kriteria spesifik yang sudah saya tentukan.

Gampang, kan? Iya. Memang gampang kok, kalau hanya membuat resolusi. Segampang membuat daftar belanjaan. Bahkah Anda mungkin bisa membuat resolusi yang jauh lebih baik dari contoh yang saya tunjukkan diatas. Tapi, menjalankannya dengan komitmen penuh; itu tidak gampang. Buktinya, kebanyakan orang hanya berjuang untuk mewujudkan resolusinya sampai bulan februari saja kok. Begitu masuk bulan maret, bubar jalan. Kita tidak ingin mengalami hal seperti itu lagi kan? Kalau begitu, mulai sekarang; mari pahami dengan baik apa sih artinya resolusi itu. Lalu, fokuslah pada satu, dua atau maksimal tiga resolusi saja. Kemudian, kita sama-sama saling mendoakan dan mengingatkan; sudah sejauh mana resolusi kita diperjuangkan. Insya Allah, jika kita bersungguh-sungguh; Tuhan akan memerintahkan kepada semesta agar mendukung kita.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 27 Desember 2012
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Resolusi yang rumit hanya cocok bagi mereka yang menyukai kerumitan. Sedangkan bagi orang-orang sederhana seperti kita, lebih baik dibuat yang simple saja. Namun kita masukkan komitmen penuh kedalamnya untuk terus kita perjuangkan.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Berikan training leadership kepada para leader di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership yang bisa di tailor-made. Kualitas? Dibandingkan dengan trainer luar negeri juga berani. Harga? Hmmh…. Gue banget! Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:vectorfans.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*