Wednesday , October 22 2014
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Pilihan / Hutang Yang Dibawa Pulang

Hutang Yang Dibawa Pulang


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Take home pay. Uang hasil bekerja yang bisa kita bawa pulang. Nah, itu sedap sekali rasanya. Setelah bekerja, kita pulang dengan sejumlah uang. Bagaimana seandainya yang kita bawa pulang itu adalah hutang? Dijamin. Kepala bakal pusing tujuh keliling. Mumet bin rungsing. Jangan salah lho, makna pulang itu bisa pulang ke rumah milik keluarga kita. Bisa juga pulang ke rumah milik Sang Pencipta. Masa sih nyonya rumah tidak cemberut jika kita pulang hanya membawa hutang. Terus, apakah Sang Pemilik Rumah Keabadian akan menyambut dengan senyuman jika kita pulang menghadap kepadaNya dengan setumpuk hutang?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Apa yang dikatakan oleh juru bicara keluarga ketika seseorang dimakamkan? Hampir bisa dipastikan jika juru bicara keluarga itu akan mengatakan begini;”Jika ada diantara hadirin yang masih mempunyai urusan hutang piutang dengan almarhum, dipersilakan untuk menghubungi kami. Keluarga akan menyelesaikan urusan hutang piutang itu dengan sebaik-baiknya…..”

Tapi kemudian, bagaimana realitasnya?
Jika yang meninggal itu adalah orang yang miskin, maka keluarganya tidak memiliki kesanggupan untuk membayar hutang almarhum. Boro-boro membayarkan hutang orang yang sudah meninggal. Untuk membiayai keluarganya yang masih hidup saja sudah kembang kempis. Walhasil, urusan hutang yang sudah dikatakan di pemakaman sederhana itu hanya tinggal santapan angin saja.

Bagaimana jika yang meninggal itu adalah orang yang kaya raya?
Kenyataannya, kebanyakan keluarga yang ditinggalkan dengan harta melimpah ruah pada sibuk dengan urusan pembagian harta peninggalan itu hingga lupa a.k.a pura-pura tidak ingat untuk membayar hutang almarhum. Boro-boro membayarkan hutang orang yang sudah meninggal. Untuk menjaga agar proses pembagian warisan itu agar berjalan damai saja butuh orang luar untuk menengahinya. Walhasil, urusan hutang yang sudah dipidatokan di pemakaman megah itu hanya tinggal kenangan masa lalu saja.

Terus bagaimana dong? Apakah kita tidak boleh berhutang?
Saya tidak pernah menemukan adanya larangan untuk berhutang. Namun, guru kehidupan saya pernah menyampaikan bahwa setiap selesai sholat, Rasulullah selalu memohon perlindungan kepada Allah dari hutang. Lantas seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau sedemikian seringnya berlindung kepada Allah terhadap hutang?”

Rasulullah pun menjawab; “Sungguh seseorang itu,” demikian sabda beliau “… kalau terlilit hutang, maka ketika berbicara dia berbohong. Dan ketika berjanji, dia kemudian mengingkarinya…..”

Sahabat itu pun memahami, mengapa beliau menghindari hutang. Dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah agar tidak terjerat hutang. Karena hutang itu bisa menjadi benih dari berbagai macam konsekuensi dan tindak tanduk serta perilaku tak patut lainnya. Terlebih lagi, hutang mesti dipertanggungjawabkan sekalipun kita sudah meninggal dunia.

Jadi, kita tidak boleh berhutang nih?
Tidak ada yang melarang untuk berhutang. Yang ada adalah tuntunan Ilahi terntang berhutang. Tuhan tidak ingin seorang hamba pulang ke rumahNya dengan membawa hutang. Maka tantangannya adalah; bagaimana caranya kita bisa melunasi seluruh hutang itu. Mungkin ada yang berhutang kepada bank. Berhutang kepada lembaga pembiayaan. Berhutang kepada kartu kredit. Berhutang kepada seseorang atau beberapa orang. Seperti dalam doa yang diajarkan Rasulullah; “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari hutang….”

Saya pribadi pun termasuk takut membawa hutang-hutang saya pulang. Oleh karenanya, setiap kali menandatangai struk transaksi dengan kartu kredit saya memanjatkan doa ini;”Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada Engkau dari hutang yang tidak bisa kubayar…..” Lalu saya tandatangani struk itu dengan terlebih dahulu membaca bismillah. Berniat penuh saya, untuk membayarnya hingga lunas. Semoga Allah berkenan mengabulkannya.

Untuk menguatkan contoh bagi para sahabatnya, Rasulullah memilih untuk tinggal di rumah sederhana saja. Meskipun beliau terkenal sebagai seorang saudagar yang handal. Kita? Sering bersikap sebaliknya. Malu rasanya jika teman-teman kuliah berkunjung ke rumah kita, karena rumah mereka lebih besar dari rumah kita. Malu rasanya untuk datang ke acara reuni karena mobil kita kalah baru dibandingkan mobil kolega-kolega kita. Dan, kita pun diam-diam suka meremehkan orang yang kurang glamor. Misalnya, dalam hati kita mengatakan; “Oh, merek mobilnya cuman yang itu……” Tidak peduli jika semua keglamoran yang kita dapatkan itu sebenarnya sebuah beban bernama hutang. Kita pun saling berlomba untuk berhutang atas hal-hal yang tidak benar-benar perlu.

Banyak contoh buruk lainnya yang kita saksikan dalam hidup. Misalnya contoh dari orang-orang yang melarikan diri dari hutang. Bahkan sengaja berhutang untuk kemudian mengemplang. Oh, betapa ruginya jika kita meniru sifat seperti itu. Rugi di dunia karena sepeninggal kita, boleh jadi kelak bank akan menyita rumah kita. Melelang mobil kita. Mengambil alih tanah kita. Sehingga anak dan istri kita yang terbiasa hidup serba berkecukupan itu hanya bisa gigit jari saja. Karena ternyata, harta dan kepemilikan kita itu semu belaka. Nama baik kita? Tidak mungkin lagi bisa terjaga jika dipagar rumah yang kita tinggalkan itu terpampang sebuah plang. Di plang itu tertulis begini “Rumah Ini Dalam Sengketa Karena Mantan Pemiliknya Mengemplang Hutang!”

Kita pun mengenal nama-nama pesohor kaya raya yang menjadi buruan Interpol gara-gara mereka melarikan diri dari kewajiban membayar hutang, bukan? Jika kita meniru sifat mereka, maka di akhirat kita akan lebih rugi lagi. Kenapa? Karena setiap hutang didunia yang tidak kita bayar itu pada akhirnya akan kita bawa pulang. Bagaimana Anda bisa begitu yakinnya pintu rumah Tuhan mau terbuka jika kita pulang dengan setumpuk hutang yang sengaja kita kemplang? Anda tidak akan nyaman menerima seseorang yang terkenal punya banyak hutang ketika dia bertamu ke rumah Anda kan? Jangan-jangan, Tuhan pun malu menerima kita sebagai tamu di rumahNya.

Bukan tidak boleh berhutang. Namun, kita mesti punya niat yang kuat. Dan usaha yang sungguh-sungguh. Untuk membayarnya. Sehingga hutang itu tidak kita bawa pulang. Karena tanpa niat untuk membayarnya, maka hutang-hutang kita itu sudah pasti tidak akan terbayarkan. Orang mungkin bisa melarikan diri. Atau bisa menyamar. Hanya karena tidak mau membayar hutangnya. Itu urusan orang lain. Kita? Harus betekad dan berupaya agar semua hutang kita terbayar. Supaya ketika kita pulang ke rumah Allah, kita boleh mengatakan;”Terimakasih Tuhan, telah Engkau cukupkan rezekiku. Hingga aku tidak meninggalkan sepeserpun hutang dibelakangku…..” Semoga. Kita bisa berkata demikian.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 4 Januari 2013
Leadership, Career and People Develompent Trainer
Call 0812 19899 737 or PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Setiap hutang yang kita kemplang akan menjadi pengurang pahala-pahala yang kita bawa pulang.

Ingin mendapatkan kiriman “S(=Spiritualism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Sudah baca buku Natural Intelligence Leadership saya? Natural Intelligence (NatIn™) Beli Disini atau Di Toko Buku)

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

In-House Training ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:islamicsunrays.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327 atau 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>