Wednesday , January 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Sibuk Hingga Ke Ubun-Ubun

Sibuk Hingga Ke Ubun-Ubun


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Kali ini, sibuk beneran. Bukan sibuk dari Hong Kong. Sudah berusaha disiplin soal waktu. Sudah berusaha bekerja seefisien mungkin. Dan, sudah berusaha untuk fokus kepada tugas-tugas yang mesti diselesaikan tepat waktu. Tapi, memang pekerjaannya sangat banyak. Jadi, bagaimana pun gigihnya bekerja, tetap saja hari-hari kerja kita selalu dikejar-kejar oleh tugas demi tugas yang mengalir terus tanpa henti. Kita, benar-benar sibuk. Tidak dibuat-buat. Tidak berpura-pura. Dan tidak ada waktu yang disia-siakan. Bagaimana bisa menjaga perasaan tetap positif jika demikian?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Dalam salah satu periode karir prosefesional saya, ada masa dimana saya memegang 3 jabatan berbeda. Bukan sementara waktu karena – misalnya – orang yang mestinya bertugas sedang cuti hamil 3 bulan. Bukan karena sedang merekrut professional, dan bukan juga sekedar sebuah test. Hampir setiap pagi saya tiba di kantor sebelum jam 7. Tidak berat sih kalo soal itu. Karena saya termasuk ‘orang pagi’. Terbiasa bangun subuh dan beraktivitas seawal mungkin. Jadi, soal itu tidak jadi masalah. Tapi kadang saya harus bekerja sampai larut malam. Bahkan, makan siang pun di pantry kantor. Saya tahu jika orang lain pun sangat sibuk di kantor kami. Tapi, mungkin orang lain tidak sesibuk itu. Pada awalnya, saya juga khawatir tidak bisa menjalaninya dengan baik. Namun ternyata, hal itu sangat mengasyikan. Tahukah Anda darimana saya mendapatkan energy dan semangat setinggi itu? Begini.

Setiap kali pulang atau pergi dari kantor, saya melintasi sebuah jembatan layang. Jembatan itu melintasi jalan toll yang berada dibawahnya. Dikedua sisinya, jembatan itu dilengkapi dengan pembatas terbuat dari lempengan logam yang dianyam. Semacam jaring untuk menjaga keamanan para pelintasnya. Selain dinding jarring yang kokoh, jembatan itu dilengkapi dengan semacam trotoar. Meskipun jarang sekali ada orang yang menyeberang dengan berjalan kaki disitu. Sekalipun demikian, jembatan itu selalu ramai dengan sejumlah orang. Saya kira, tidak berlebihan jika saya mengatakan ‘selalu’. Karena, tidak peduli jam berapapun Anda melintas dijalan itu. Anda akan selalu menemukan sejumlah orang disitu. Termasuk, jika Anda pulang dari kantor jam satu pagi. Orang itu pun masih berasa disitu. Siapakah gerangan orang-orang itu?

Daripada mencari identitas mereka, saya lebih tertarik dengan ‘apa yang mereka lakukan’ disitu. Rupanya, mereka menantikan ‘siapa tahu’ ada pekerjaan ‘melintas’ kesana. Ya. Mereka menantikan pekerjaan mendatangi mereka. Kadang-kadang, truk pasir berhenti disana jam sebelas malam. Lalu mengijinkan dua atau tiga orang naik, untuk kemudian menuju ke tempat pasir diangkut. Sementara orang-orang yang tidak kebagian pekerjaan itu, mesti menunggu truk lainnya datang. Itu pun, jika masih ada truk lainnya itu. Kadang-kadang. Mobil pribadi pun berhenti. Untuk memberikan pekerjaan membersihkan selokan didepan rumah. Atau pekerjaan apa saja yang bisa mereka lakukan dengan cangkul dan sekop.

“Ini Jakarta lho…” begitulah saya membatin.
Orang rela standby selama 24 jam dengan hanya duduk atau berbaring beralaskan kardus untuk menantikan pekerjaan melintas disana. Meski Jakarta panas, tapi kalau malam hari ya tetap dingin juga. Belum lagi dengan hembusan angin hasil terpaan mobil-mobil besar yang melintasi jalan tol dibawahnya. Mereka hanya menutupi tubuhnya dengan kain sarung. Jangan tanya lagi seperti apa keadaannya jika musim hujan seperti sekarang ini. Demi menantikan pekerjaan melintas disana, mereka rela melakukan apa pun yang tidak akan sanggup dilakukan oleh orang kantoran seperti kita.

Orang kantoran, eh?
Kursi empuk. Ruang ber-AC. Gaji bulanan yang sudah pasti. Pekerjaan yang sudah jelas. Namun. Masih mengeluhkan betapa pekerjaan ini tidak selesai-selesai sih!

Saya tidak tahu apakah pekerjaan Anda sebanyak pekerjaan yang mesti saya selesaikan. Jam 12 malam, kadang saya masih berada di conference room untuk melakukan video conference dengan boss atau kolega yang berjarak 12 jam di belahan dunia lain. Atau, jam 11 malam boss saya kembali ke kantor untuk menanyakan ‘how is the progress?’ karena dia pun sedang ditunggu boss besarnya di New York. Hari sabtu tengah malam telepon saya berbunyi lalu suara diseberang terdengar ‘Dadang, could you give me a favor, please….?’ Saya tidak tahu apakah kesibukan Anda sampai seperti itu. Atau mungkin lebih dari itu.

Tapi. Saya menemukan di jembatan layang itu. Orang-orang yang merindukan pekerjaan sedemikian kangennya sehingga mereka rela menanti. Truk demi truk dengan penuh harap. Menatap langsung ke mata setiap pengemudi mobil pribadi; siapa tahu orang kaya yang melintas disitu punya masalah dengan selokan depan rumahnya yang mampet. Atau, sedang terganggu kenyamanan hidupnya dengan tumpukan sisa bongkaran rumah yang baru direnovasi. Apa saja deh. Yang penting ada pekerjaan. Karena setiap pekerjaan, berarti sesuap nasi.

Saya?
Punya begitu banyak pekerjaan.
Mereka. Punya begitu banyak kerinduan terhadap pekerjaan.
Menangis mereka dalam ketiadaan pekerjaan setiap hari yang mesti mereka alami.
Kita? Bagaimana pun juga. Hidup kita dengan tumpukan pekerjaan yang saat ini tengah kita keluhkan itu jauuuuuuuuuh…. lebih baik dari pada kehidupan orang-orang yang mencari-cari pekerjaan.

Itulah yang membuat energy saya ketika bekerja itu nyaris tidak pernah ada habis-habisnya. Kepada istri saya mengatakan;’izinkan saya untuk menguji sampai dimana batas tertinggi kemampuan saya dalam bekerja.’ Saya meminta izin kepadanya untuk mengeksplorasi, hingga dibatas mana kita bisa bekerja. Dan sungguh. Saya tidak menemukan batas itu. Sehingga hanya kesadaran bahwa tubuh kita punya hak sendiri untuk beristirahat. Sama seperti keluarga kita berhak untuk mendapatkan perhatian kita. Itulah yang menyebabkan saya pulang ke rumah. Untuk berangkat lagi dikeesokan paginya.

Ini bukan tentang saya. Ini adalah tentang kita. Tentang orang-orang yang sudah memutuskan untuk memilih menjadi pekerja professional. Tentang sebuah penemuan bahwa; ketika kita menyadari betapa berharganya pekerjaan kita, maka kita tidak akan tega mengeluhkannya. Ketika kita menemukan betapa bernilainya pekerjaan kita, maka semakin banyak dia semakin bahagia kita. Maka jika Anda masih mengeluh tentang pekerjaan kita, barangkali; Anda perlu sesekali melintasi jembatan layang itu. Perhatikanlah. Dan renungkanlah. Sampai Anda temukan bahwa; diantara anugerah tertinggi yang Anda dapatkan dalam hidup adalah; pekerjaan yang saat ini Anda miliki.

Jika dari perenungan itu saya menemukan tambahan energy yang tinggi untuk terus mengeksplorasi diri. Maka saya yakin Anda pun akan menemukan hal yang sama. Namun jika Anda belum menemukannya juga, izinkan saya menyampaikan sebuah resep rahasia lainnya. Resep itu adalah sebuah kalimat sederhana yang bunyinya begini; “…. Setiap waktu, Dia dalam keadaan sibuk….” Demikianlah Tuhan menggambarkan dirinya sendiri dalam surah 55 (Ar-Rahman) ayat 29. Tuhan pun sibuk sekali. Lalu didalam ayat 30 berikutnya, Dia mengatakan Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak engkau ingkari?

Sahabatku. Saya paham benar jika Anda sangat sibuk. Sebab saya pernah berada dalam kesibukan seperti yang sekarang Anda alami. Orang lain pun. Mungkin ada yang tidak kalah sibuknya, atau bahkan lebih sibuk daripada kita. Melelahkan memang. Mengesalkan kadang. Menjengkelkan mungkin. Namun jika kita menyimak orang lain yang tidak punya pekerjaan itu. Dan jika kita merenungkan firman Tuhan itu. Maka kita akan menemukan bahwa kesibukan kita, merupakan salah satu nikmat tak ternilai. Karena dengan kesibukan itu. Kita. Bisa menjalani kesibukan bersama Tuhan. Bayangkan. Tuhan itu maha sibuk. Maka beruntunglah orang-orang yang sibuk. Karena orang sibuk yang hatinya dipenuhi cahaya Ilahi, tahu bahwa dia; berkerja bersama Tuhannya. Jadi, meskipun sibuk hingga ke ubun-ubun; hatinya tetap saja bersih. Dan hari-harinya, tetap saja indah. Insya Allah ya. Cobain deh.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 14 Januari 2013
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Kita mengeluhkan pekerjaan yang terlalu banyak hanya ketika kita tidak benar-benar menyadari betapa berharganya pekerjaan ini. Bagaimana pun juga, jauh lebih baik sibuk sekali daripada tidak memiliki pekerjaan.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Berikan training leadership kepada para leader di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership yang bisa di tailor-made. Kualitas? Dibandingkan dengan trainer luar negeri juga berani. Harga? Hmmh…. Gue banget! Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

CARA BELI BUKU DADANG

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:opinionator.blogs.nytimes.com

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*