Monday , December 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Artikel Pilihan / Kunci Menuju Kesuksesan Karir

Kunci Menuju Kesuksesan Karir

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Ada berapa banyak karyawan di kantor Anda? Mungkin beberapa puluh orang saja ya. Mungkin juga ada beberapa ratus orang. Dan jika Anda bekerja di perusahaan besar, bisa jadi karyawan disana berjumlah ribuan. Bahkan kalau Anda bekerja di sebuah holding company, bisa belasan atau puluhan ribu orang. Jika kita menghitung seluruhnya di Indonesia, kira-kira total karyawannya berapa? Lantas, berapa orang dari ratusan ribu karyawan itu yang karirnya benar-benar bagus. Artinya, yang bekerja bukan hanya sekedar untuk memenuhi tuntutan perut. Ini bukan sekedar soal statistik. Karena pertanyaan berikutnya berbunyi begini: apakah Anda sudah termasuk kedalam kelompok orang yang jumlahnya hanya sedikit itu, ataukah masih dalam sekelompok terbesar kaum professional yang karirnya baru sebatas memenuhi kebutuhan dasar saja?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Setiap kali berhadapan dengan para professional. Apakah di ruang training. Atau di tempat lain. Saya selalu percaya bahwa mereka ada orang-orang pilihan. Yang terbaik di kelasnya. Minimal, mereka adalah orang-orang terbaik diantara puluhan, ratusan atau mungkin ribuan orang yang melamar pekerjaan itu kan? Tapi kenapa ya, orang-orang yang terbaik itu kebanyakan tidak berhasil membangun karirnya yang baik? Saya terus mencari tahu jawabannya. Tentu, bukan dengan bertanya langsung kepada mereka. Melainkan melalui pengamatan baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Dari hasil pengamatan itu, saya menemukan bahwa hal terbesar yang menyebabkan orang-orang terbaik itu tidak berhasil membangun karir yang baik adalah karena; potensi diri mereka tidak terberdayakan secara optimal. Seandainya saja, potensi diri yang tinggi itu terberdayakan; tentu karir mereka jauuuuu…..h lebih baik dari yang sekarang.

“Memberdayakan karyawan itu kan tanggungjawab perusahaan Kang Dadang….” Begitulah kira-kira respon orang-orang. Tentu yang dimaksudnya adalah HRD dan atau atasannya. Maka ‘nggak pernah ditraining’, ‘hanya ditanya sales doang’, dan ‘bisanya cuma marah-marah melulu’, atau ‘kita mah nggak dianggap penting….’ Menjadi lontaran berikutnya dari kebanyakan orang.

Lalu saya bertanya; “Memangnya siapa yang paling berkepentingan dengan pemberdayaan diri Anda?”

“Ya perusahaan dong…” katanya. “Kalau kitanya kompeten kan yang untung ya perusahaan juga….”

Coba renungkan kembali. Benarkah perusahaan yang paling untung jika diri Anda terberdayakan? Jangan langsung dijawab. Renungkan saja dulu.

Kalau sudah selesai merenungkannya. Coba lanjutkan dengan pertanyaan ini; siapakah yang paling rugi jika diri Anda tidak diberdayakan? Jangan dijawab dengan lisan Anda. Cukup di renungkan saja beberapa saat.

Jika sudah selesai, mari kita lihat kembali beberapa fakta berikut ini. Jika diri Anda berhasil diberdayakan. Maka perusahaan tempat Anda bekerja akan beruntung sekali. Jelas itu. Karena semakin terberdayakan karyawan, semakin besar kontribusi yang bisa diberikannya kepada perusahaan. Maka perusahaan yang akan untung.

Lantas, bagaimana dengan diri Anda? Jika berhasil memberi kontribusi yang lebih besar, biasanya Anda dinilai sebagai asset berharga bagi perusahaan kan? Sejauh yang saya ketahui, dibanyak perusahaan; orang-orang yang berkontribusi tinggi dihargai tinggi. Dan dikasih bonus serta fasilitas yang lebih baik daripada karyawan lainnya di perusahaan itu. Betul ya? Dan jika perusahaan hendak memberikan kepercayaan, tugas dan tanggungjawab yang lebih besar, maka pilihannya jatuh kepada orang-orang yang sudah terbukti bisa berkontribusi besar bukan? Namun karena Andalah sang kontributor kunci itu, maka tidak aneh jika kepercayaan, tugas dan tanggungjawab yang lebih besar itu diamanahkan kepada Anda. Siapakah yang lebih beruntung sekarang?

Sebaliknya. Jika diri Anda itu tidak diberdayakan. Padahal Anda adalah orang pilihan diantara sekian banyak pelamar lainnya. Maka perusahaan rugi. Karena talenta yang sudah di rekrutnya dengan susah payah itu tidak bisa memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan. Kalah jauh dibandingkan dengan orang lain. Sehingga perhatian. Penghargaan. Dan kepercayaan yang lebih besar tidak mungkin diberikan oleh perusahaan kepada Anda, bukan? Tentunya perusahaan akan lebih suka memberikan semua prestise itu kepada orang lain yang lebih terberdayakan dibandingkan diri Anda. Meskipun. Boleh jadi. Potensi diri Anda sebenarnya jauh lebih baik daripada orang itu. Namun karena orang itu lebih terberdayakan, maka dia bisa lebih banyak mendayagunakan potensi dirinya sendiri untuk dikonversi menjadi kinerja yang mengagumkan. Siapakah yang lebih rugi kalau begitu? Perusahaaan Anda lebih rugi, jika diri Anda tidak diberdayakan? Atau justru Anda sendiri yang paling rugi?

Saya memiliki keyakinan. Bahwa dengan menggunakan akal sehat dan hati nurani yang bersih, kita akan bisa sependapat bahwa; kita sendirilah yang paling diuntungkan jika diri kita diberdayakan. Dan kita sendirilah yang paling rugi, jika potensi diri yang kita miliki ini diabaikan. Sehingga, kita sendirilah yang paling berkepentingan dengan pemberdayaan diri itu. Bukan pihak lain. Oleh karenanya, kita sendiri jugalah yang paling bertanggungjawab dengan proses pemberdayaan diri itu. Bukan perusahaan kita. Bukan pula atasan kita.

Sahabatku. Saya percaya bahwa Anda mempunyai segala modal dasar yang diperlukan untuk menjadi professional yang sukses dalam membangun karirnya. Apakah Anda mempunyai kepercayaan yang sama soal itu? Saya turut senang jika Anda sudah berhasil memberdayakan diri melalui optimalisasi modal dasar itu. Tapi jika belum, bagaimana kalau kita mulai dari sekarang saja? Bukan untuk saya. Bukan untuk atasan Anda. Bukan pula untuk perusahaan tempat Anda bekerja. Melainkan untuk diri Anda sendiri.

Caranya bagaimana?
Supaya tidak jadi menggurui Anda, izinkan saya untuk tidak menjelaskan caranya. Saya hanya akan menyampaikan sebuah kisah kecil saja ya. Suatu ketika, saya mendapatkan kepercayaan untuk memfasilitasi program pelatihan bagi karyawan salah satu klien saya. Disaat istirahat, salah seorang peserta mendatangi saya. “Boleh minta waktu untuk sharing Pak?” Katanya. Tentu. Saya menyambutnya dengan senang hati.

“Saya pertama bekerja disini sebagai office boy Pak….” Beliau pun memulai. Saya senang sekali mendengarnya. Jadi teringat kepada Natin, sahabat saya yang office boy itu.

“Dan posisi Anda sekarang…..” saya menyambutnya.
“Saya bertanggungjawab untuk semua barang yang ada di gudang Pak…” jawabnya dengan mantap.

Ohohoho…. Bukan tanggungjawab yang sembarangan…. Demikian saya berbisik dalam hati. “Lalu, apa yang Anda lakukan hingga mencapai posisi setinggi itu?” saya penasaran. Karena saya yakin. Inilah kuci dari keberhasilan beliau.

Lalu beliau menceritakan. Ketika bekerja sebagai office boy, beliau sering pulang hingga larut malam. Ngapain? Beliau membaca buku-buku dan refensi yang ada di perpustakaan perusahaan. Ini perusahaan otomotif. Sehingga buku dan refensi ilmiah terkait teknik mesin banyak disediakan disana. Jika malam hari beliau membaca buku. Maka siang hari disela-sela pekerjaannya mengepel lantai, beliau memperhatikan instruktur sedang melatih mekanik-mekanik baru. Dan ketika mekanik-mekanik itu sedang praktek, beliau membantu membawakan perlengkapan kerja. Meletakkan mur dan baut serta blok-blok mesin setelah dibongkar oleh mekanik itu. Sembari menyaksikan bagaimana sang mekanik kembali memasangkannya di posisi semula.

Saya tidak akan menceritakan detailnya kepada Anda. Karena tujuan saya bukan untuk mendongeng. Cukuplah jika Anda sudah menemukan pesan pentingnya. Bahwa orang-orang yang bersedia untuk memahami apa sih sebenarnya bisnis di perusahaan ini. Lalu mau membantu orang lain menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Adalah orang-orang yang akan bisa memberdayakan dirinya sendiri. Seperti sahabat saya yang kini menjadi penentu keluar atau masuknya barang-barang berharga dari gudang itu.

Ah, itu kan hanya kasuistik aja.
Mungkin Anda benar. Tapi, bagaimana seandainya saya ceritakan kepada Anda bahwa kira-kira 24 jam sebelum saya menulis artikel ini saya berada dengan peserta training di kelas saya di perusahaan lainnya? Sebuah perusahaan dari group yang sangat bergengsi. Beliau belum lama bekerja disana. Sekitar setahun saja. Biasa dong, kalau saya bertanya; sebelumnya Anda bekerja dimana?

Ajaib sekali lho. Pertanyaan itu menghasilkan jawaban yang sangat mengagumkan. Bukan soal perusahaan tempat sebelumnya beliau bekerja. Melainkan tentang ‘orang yang menggantikan dirinya’ dikantor lama.

“Sejak saya tinggalkan, perusahaan tidak juga mencari pengganti saya Pak,” katanya. “Posisi itu dibirakan kosong untuk beberapa saat.”

“Lalu?” saya semakin penasaran.
“Dua bulan setelah posisi itu ada yang ngisi lagi, saya dapat kabar dari teman.” Jawab beliau. “Ternyata orang yang menggantikan saya adalah office boy….”

Hlo?! Pekerjaannya di bidang IT lho? Bagaimana bisa digantikan oleh seorang office boy? Mungkin office boy itu nyamar kali. Seperti Natin yang teman saya itu.

“Nggak Pak,” sanggah beliau. “Office boy itu emang beda Pak.” Lanjutnya. “Saya sering bekerja sampai tidak tahu waktu di ruangan saya,” katanya. “Office boy itu suka minta izin masuk ke ruangan saya. Terus minta diajari soal IT. Kalau ada yang tidak dimengerti dia tanya lagi saya. Kalau saya sedang mengerjakan yang baru, dia minta diajari lagi.”

Sampai disini, saya yakin Anda sudah bisa menebak cerita selanjutnya. Satu hal saja yang ingin saya tekankan disini bahwa; saya yakin jika jabatan atau posisi Anda saat ini lebih tinggi daripada office boy. Kecuali jika Anda mendapatkan artikel ini dari atasan atau teman Anda. Atau artikel ini tidak sengaja nyasar ke tempat Anda. Saya yakin benar, jika Anda punya potensi diri yang jauuuuu….h lebih tinggi dari sekedar orang-orang biasa. Pertanyaannya adalah; apakah Anda sudah berupaya untuk memberdayakan diri Anda sendiri? Ataukah Anda masih mengharapkan perusahaan dan para atasan yang melakukannya untuk Anda?

Saya tidak akan mempermasalahkan apapun jawaban Anda. Itu adalah hak pribadi Anda. Dan tak seorang pun boleh mengusiknya. Namun, izinkan saya menyampaikan firman Tuhan dalam surah 95 (At-Tiiin) ayat 4: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk….” Oh, tidak masalah apa suku bangsa kita. Status social kita. Ternyata. Kita ini merupakan sebaik-baik penciptaan yang telah Tuhan lakukan. Pantaslah jika kita sering melihat orang-orang yang memulai karirnya dari tempat yang tidak terlalu keren. Namun bisa mengakhiri perjalanan karirnya itu, di posisi yang sangat tinggi. Dengan imbalan dan hasil yang sangat memuaskan. Ternyata, siapa saja yang bisa memberdayakan diri; akan menemukan jejak-jejak penciptaan terbaik yang ada didalam dirinya sendiri. Karena itu, memberdayakan diri; merupakan kunci menuju kesuksesan karir kita.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 30 Januari 2013
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Bukan ijazah atau status kepegawaian yang menentukan masa depan karir kita. Melainkan kegigihan kita, untuk memberdayakan diri sendiri sampai bisa mengoptimalkan seluruh potensi diri yang kita miliki.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Berikan training leadership kepada para leader di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership yang bisa di tailor-made. Kualitas? Dibandingkan dengan trainer luar negeri juga berani. Harga? Hmmh…. Gue banget! Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

IN-HOUSE TRAINING LEADERSHIP IN PRACTICE”. Program in-house training 2 hari untuk supervisor dan manager yang menitik beratkan pada pembahasan kasus AKTUAL kepemimpinan, CONTOH cara mengatasinya, serta PRAKTEK bagaimana melakukannya. Sangat cocok sekali untuk perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepemimpinan praktis bagi para leader mudanya. Agar mereka bisa menjalankan tugas kepemimpinannya sehari-hari dengan lebih baik daripada sebelumnya. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

IN-HOUSE TRAINING “ADAPTING TO CHANGE”: Diatas kertas, rencana perubahan itu selalu mudah untuk dibuat. Tapi dalam pelaksanaannya, tidak semua orang bisa diajak untuk berubah. Sikap dan respon karyawan terhadap perubahan itu justru menjadi titik kritisnya. Sehingga membuka kesadaran karyawan untuk menerima perubahan menjadi sangat penting sekali. Kalau perusahaan Anda sedang menerapkan proses perubahan, maka para karyawan Anda perlu mendapatkan training ADAPTING TO CHANGE ini. Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327 (COCOK UNTUK PERUSAHAAN YANG SEDANG MELAKUKAN PERUBAHAN)

IN-HOUSE TRAINING ”TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM”. Tak ada karyawan yang direkrut secara asal-asalan. Apalagi di perusahaan yang system system seleksinya ketat sekali. Artinya, para keryawan itu mempunyai potensi diri yang tinggi. Namun, mengapan kebanyakan hanya bisa menjadi karyawan yang biasa-biasanya saja meskipun sebenarnya mereka punya potensi diri yang sedemikian tinggi tadi? Mungkin karena mereka belum bisa mengkonversi potensi tinggi itu menjadi tingkat profesionalisme yang juga tinggi. Jika Anda ingin membantu karyawan di perusahaan Anda untuk melakukannya, boleh dimualai dengan mengadakan training berdurasi 1 hari ini untuk mereka. Dipandu langsung oleh Dadang Kadarusman. . Untuk reservasi, hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

CARA BELI BUKU DADANG

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:hackingvegas.wordpress.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*