Sunday , August 28 2016
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Takut Pada Hari Kebangkitan

Takut Pada Hari Kebangkitan


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Tanggal 20 Mei seperti ini kita menyebutnya sebagai hari kebangkitan nasional ya. Apa sih ‘hari kebangkitan’ itu? Hari dimana kita menyadari bahwa selama ini kita belum optimal berikhtiar. Lalu kita bangkit untuk lebih bersungguh-sungguh. Hari dimana kita bertekad untuk menjadi pribadi dan bangsa yang lebih bertanggungjawab pada diri sendiri dan negeri ini. Hari dimana kita memutuskan untuk menjadi lebih baik dari masa lalu yang sudah kita lewati. Keren kan? Lho, jika demikian arti hari kebangkitan itu; kenapa kita mesti takut kepada hari itu? Aneh ya.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Begini.
Selain makna dan pengertian diatas itu, ternyata ‘hari kebangkitan nasional’ itu juga memiliki arti yang lebih besar. Yaitu hari dimana semua umat manusia dari segala zaman, kebangsaaan, maupun peradaban; dibangunkan oleh kuasa Ilahi dari tidur panjangnya. Hal itu akan terjadi nanti, jika waktu yang ditetapkan Tuhan tiba. Lalu kita semuanya akan dikumpulkan. Kemudian satu persatu menghadapi proses persidangan yang paling adil. Yang hakimnya tidak bisa dipengaruhi. Yang jaksanya tidak mengada-ada. Yang kuasa hukumnya adalah tangan, kaki, mata, lidah, serta semua yang menempel didalam tubuh kita. Lantas setiap insan akan ditanya;”What have you done in your life?” Apa yang sudah engkau lakukan selama hidupmu dulu? Baikkah. Burukkah. Tidak ada pengacara yang bisa membela kita. Tak bisa berdusta pula, kita.

Kita pantas takut kepada hari kebangkitan itu. Karena jika hasil persidangan dihari itu menyatakan kita bersalah, maka kita akan menerima hukuman yang sedemikian beratnya. Dalam penjara abadi yang kita tidak meminta izin cuti dengan pura-pura berobat ke rumah sakit. Penjara yang para sipirnya tidak bisa dihadiahi imbalan agar mengizinkan kita pergi liburan. Penjara yang terisolasi sehingga kita tidak mungkin bisa memasukkan sofa, kasur empuk, lemari es, pesawat televisi, dan sarana kemewahan lainnya. Penjara, yang sungguh tidak terperikan siksanya.

Makanya orang yang takut pada hari kebangkitan itu; akan selalu menjauhi perbuatan yang tidak disukai Tuhannya. Meskipun menjanjikan kemewahan dan keberlimpahan hidup. Kemasyhuran. Maupun kedudukan. Orang yang takut pada hari kebangkitan tidak akan berani melakukan perbuatan nista. Mengambil yang bukan haknya. Mengkhianati amanah yang diembannya. Sekalipun dia bisa menyembunyikannya dari orang lain. Bisa tetap membangun citra baiknya. Bisa mempertahankan kesan suci nama baiknya. Dan bisa membayar pengacara sangar untuk membela dirinya. Dia tidak akan berani berbuat itu. Karena dihari kebangkitan itu; setiap pribadi, tidak bisa berkelit dari kesaksian jujur sekujur tubuhnya…..

Dalam sidang-sidang pengadilan dunia. Kejadian yang sesungguhnya sering dijungkirbalikkan dengan kecanggihan argumentasi. Pasal-pasal dalam buku panduan hukum sering dipelintir dengan keahlian dalam memainkan penafsiran. Para saksi sering mengatakan pesan-pesan titipan. Semua itu tidak akan bisa lagi dipentaskan pada hari kebangkitan kelak. Seperti sudah Tuhan peringatkan dalam kitab suci secara berulang-ulang dan berkali-kali. Salah satunya, dalam surah ke-36 (Yaasiiin) Ayat 65 ini: “Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka. Tangan mereka akan berkata kepada Kami. Dan kaki mereka akan memberi kesaksian. Terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan….” Itulah hari kebangkitan yang sesungguhnya….

Sahabatku, akan datang hari. Mulut dikunci. Kata tak ada lagi. Akan tiba masa. Tak ada suara. Dari mulut kita. Berkata, tangan kita. Tentang apa yang dilakukannya. Berkata, kaki kita. Kemana saja dia melangkahnya. Tidak tahu kita. Bila akhirnya. Tanggungjawab tiba. Demikian kan yang dilantunkan Chrisye dalam lagu gubahan Taufik Ismail. Pagi ini, saya berulang-ulang kali mendengarkan kembali lagu itu disini: http://www.youtube