Tuesday , June 25 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Tanda Kesuksesan Dalam Karir

Tanda Kesuksesan Dalam Karir


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Menurut Anda, apa sih tandanya jika seseorang berhasil membangun karirnya dengan baik? Gampanglah, lihat saja jabatannya. Kalau punya jabatan tinggi, ya pastinya oke dong. Atau lihat mobil yang dipakainya. Kalau mobilnya keren, karirnya pasti keren dong. Atau gajinya kali, ya? Tapi kan kita tidak tahu gaji seseorang. Lagi pula, jabatan tidak selalu menggambarkan gaji. Dan mobil yang dipakai seseorang juga tidak selalu melukiskan gajinya juga kan? Terus, apa iyya jabatan, mobil dan gaji merupakan ukuran kesuksesan kita dalam karir?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Sekarang saya punya kawan yang mobilnya ganti-ganti. Volvo, Mercy, dan BMW adalah 3 merk mobil yang paling sering dikendarinya. Ini beneran. Soalnya, beliau berprofesi sebagai penjual kendaraan mewah. Dulu pun – ketika masih menjadi salesman beberapa belas tahun lalu – saya punya teman salesman seperti saya. Tahulah kira-kira gajinya berapa. Kalau beda juga paling cuman beberapa puluh ribu rupiah saja dari gaji saya kan? Saya bekerja mengendarai sepeda motor. Tapi teman saya itu pergi bekerja dengan mengendarai Mercedes Benz New Eyes! Brand new one loh, dizaman itu. Seingat saya, hanya Presiden Direktur diperusahaan kami yang mengendarai mobil seperti itu. Para direktur lainnya pun tidak.

Ketika terjadi tragedi di sebuah perusahaan kimia beberapa waktu lalu, terbetik berita bahwa di perusahaan itu kesejahteraan karyawan masih belum mendapat perhatian. Bahkan – menurut berita yang santer waktu itu – gaji direkturnya pun masih dibawah sepuluh juta. Dan sejauh yang saya tahu, banyak kawan yang pangkatnya direktur namun pendapatannya tidak setinggi para manager di perusahaan lain.

Sebagai kaum professional, alam bawah sadar kita senantiasa diliputi oleh gambaran tentang kesuksesan. Tapi, seperti apa sih sebenarnya tanda-tandanya jika kita ini sudah berhasil membangun karir ini atau tidak? Kita perlu tahu dong. Supaya jelas apa sasaran yang mesti kita capai. Atau kriteria yang harus kita punya. Yang jelas, ukurannya bukan titel yang tertulis di kartu nama. Dan bukan pula penampilan keren yang kelihatan di permukaan.

Perhatikan orang-orang yang menjadikan jabatan sebagai ukuran keberhasilan dalam karir. Tidak sedikit kan dari mereka yang hanya mengejar jabatan belaka? Sikut kiri kanan juga tidak masalah. Jika tidak kunjung mendapatkan jabatan tinggi, ya sudah kerjanya ya begini-begini sajalah. Padahal, jabatan tinggi itu sejalan dengan tanggunjawabnya yang tinggi. Sehingga hanya layak diberikan kepada mereka yang sudah terbukti memiliki kapabilitas yang tinggi.

Perhatikan juga orang-orang yang menjadikan uang sebagai ukuran keberhasilan dalam karirnya. Segala sesuatunya diukur dengan uang. Sehingga sangat mudah diiming-imingi dengan uang. Jika tidak ada iming-iming itu, kobaran gairah kerjanya melempem seperti lampu cempor yang kehabisan minyak jelantahnya. Mau sih lompat kesana, asal harganya cocok saja. Padahal setiap rupiah yang dibayarkan perusahaan dihitung sebagai investasi yang mesti kembali dengan labanya sekalian.

Jika menggunakan kacamata yang jernih serta nurani yang bersih, kita akan dengan mudah menemukan bahwa tidak semua orang dengan jabatan tinggi mampu menunjukkan kinerja yang tinggi. Tidak semua orang bergaji tinggi juga berkontribusi tinggi. Makanya, tidak heran juga jika ada boss yang kurang dihargai. Atau bahkan ada orang yang berbayaran tinggi namun diomongin orang dibelakang. Ada juga kok orang dengan kedudukan dan bayaran tinggi yang akhirnya…. Diberhentikan.

Jadi, apa dong yang bisa menjadi ukuran keberhasilan kita dalam membangun karir ini? Gampang saja. Seperti jumlah jemari tangan kita. Maka ada lima tanda keberhasilan dalam karir yang mesti kita miliki.

Tanda pertama. Kita berhasil membangun karir ketika setiap pagi berangkat kerja dengan riang gembira. Jika Anda merasa sesak didada setiap kali mau berangkat kerja, maka sebenarnya Anda belum berhasil dalam karir. Meskipun jabatan Anda tinggi. Atau bayaran Anda besar. Anda sedang diperbudak oleh pekerjaan jika demikian. Namun jika Anda hepiiii menyambut setiap hari kerja Anda; itu menandakan Anda benar-benar bisa menikmatinya. Untuk apa sih Anda bekerja jika hanya mengalami perasaan batin yang tersiksa? Maka jika ingin berhasil dalam karir itu, Anda perlu belajar untuk menikmatinya. Jika tidak, ya hidup Anda akan terus tersiksa hingga kelak berusia 55.

Tanda kedua. Kita berhasil dalam karir ini jika apa yang kita dapatkan dari karir itu bisa mencukup kebutuhan hidup standard yang layak. Memang, soal kebutuhan standard ini bisa relatif. Standarnya orang kaya kan beda dengan orang miskin. Tetapi, ada norma umum yang bisa dijadikan pegangan. Sandang, pangan, papan, dan pendidikan itu ukurannya. Bukan harus mewah-mewah sih. Tapi layak untuk hidup berkecukupan. Cukup untuk memenuhi kebutuhan primerlah kalau pelajaran SMP dulu mengistilahkan. Jika masih pusing untuk memenuhi kebutuhan hidup standand itu, maka itu tandanya kita belum berhasil dalam karir ini.

Tanda ketiga. Kita berhasil dalam karir ini jika mempunyai keleluasaan untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Sayang banget loh, kalau potensi diri Anda yang tinggi itu tidak bisa dikonversi menjadi kompetensi. Meskipun Anda merasa enak disana, namun sebenarnya Anda belum bisa menjadi pribadi yang Tuhan inginkan seperti yang Dia anugerahkan. Anda pernah melihat orang yang merasa tertekan karena gagasan-gagasannya tidak bisa diwujudkan dikantornya? Atau mereka yang merasa kemampuannya tidak bisa didayagunakan disana? Sebaliknya, ada juga kan orang-orang yang benar-benar merdeka dalam menuangkan gagasan dan mengerahkan segala kemampuannya. Sehingga dia, bisa terus berkarya lebih banyak lagi.

Tanda keempat. Kita berhasil dalam karir ini jika sudah bisa memberi manfaat kepada orang banyak. Kehadiran seseorang hanya akan bernilai jika memberi dampak positif pada orang lain. Jabatan tinggi tapi membuat gerah suasana. Bayaran besar tapi gemar membikin ulah. Hmmh, bukan orang seperti itu yang kita maksud. Melainkan mereka yang dengan pekerjaannya bisa membuat orang lain tersenyum. Menjadikan kualitas hidup mereka lebih baik. Dan menolong mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bukankah pekerjaan kita menjadi lebih bermakna jika bisa memberi manfaat kepada orang banyak?

Tanda kelima. Kita berhasil dalam karir ini jika sadar terhadap peran orang lain dilingkungan kerja kita. Bagi orang yang belum mempunyai jabatan; itu berarti menyadari dan mengakui peran kolega-kolega kerjanya. Anda punya teman di unit kerja Anda? Nah, jika Anda menyadari dan mengakui peran penting mereka dalam pencapaian Anda, maka itu merupakan tanda Anda berhasil membangun karir. Karena kenyataannya, hubungan Anda dengan teman-teman di kantor bisa lebih penting dari gaji Anda. Gaji Anda besar sekali, tetapi Anda tidak akur bersama kolega kerja; Anda tidak akan betah disana. Gaji Anda standar-standar saja. Tapi Anda punya sahabat-sahabat yang kompak ditempat kerja; maka Anda akan kerasan disana kan?

Sekarang, mari kita bayangkan. Seseorang yang setiap pagi berangkat ke tempat kerja dengan perasaan riang, lega dan suasana hati yang cerah. Dan seseorang yang memiliki sahabat serta kolega yang selalu ada untuk saling berbagi dan menyemangati. Serta seseorang yang pulang ke rumah dalam keadaan puas, tenteram, dan nyaman. Apakah Anda sudah menjadi orang seperti itu? Jika sudah. Maka itu artinya, Anda berhasil dalam membangun karir itu. Meskipun hasilnya belum ‘banyak’, tenang saja. Karena hasilnya, akan otomatis mengikuti kita. Kelak jika sudah tiba saatnya. Insya Allah.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 11 Juni 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:

Kesuksesan dalam karir tidak hanya diukur dari angka-angka dan tampak luar belaka. Melainkan juga dari apa yang kita rasakan didalam hati dan sanubari kita.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor:
Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:executiveeducation.wharton.upenn.edu

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.