Thursday , October 1 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Apakah Indonesia Sudah Merdeka?

Apakah Indonesia Sudah Merdeka?

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Menurut pendapat Anda sendiri, Indonesia ini sudah merdeka apa belum sih? Boleh kan, punya pendapat pribadi. Ini 17 Agustus 2013. Tapi – menurut Anda – apakah Indonesia sudah merdeka? Jawaban yang paling obyektif tentu mesti berdasarkan fakta. Coba saja tengok di komplek perumahan Anda; berapa banyak sih orang yang tidak mau mengibarkan bendera merah putih dihalaman rumahnya? Hitung deh. Banyak banget kan? Padahal, kibaran bendera merupakan symbol dari kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa. Jika benar Indonesia ini sudah merdeka, mana benderamu?

Dizaman sekarang, bendera merah putih sudah banyak yang diganti dengan bendera bajak laut. Maaf jika saya lancang mengatakan itu. Karena, hal ini pun sesuai dengan fakta. Bukan bentuk fisik benderanya yang menjadi fakta itu. Melainkan perilaku bangsa ini. Maka jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya: apakah Indonesia ini sudah merdeka? Saya menjawabnya begini; Indonesia ini sudah merdeka dari penjajah. Namun, terpenjara oleh ulah para penguasa yang serakah. Para bajak laut itu.

Buktinya apa? Setiap hari, kita terus menerus disuguhi dengan kenyataan bahwa pemerintahan dari pusat hingga daerah hanya mementingkan diri mereka sendiri saja. Membangun dinasti kekuasaan anak cucunya. Mendudukan sanak saudara dan klan-klannya pada posisi-posisi basah. Sambil berlomba-lomba mengeruk kekayaan Negara.

Dalam satu hari, Negara ini menghasilkan 1 triliun rupiah dari minyak saja. Itu pernyataan seorang menteri di media ketika rebut-ribut soal tertangkap basahnya pejabat migas. Hitung deh dalam setahun. Kita bisa mendapatkan 365 triliun. Dalam sepuluh tahun 3,650 triliun. Baru dari minyak saja. Belum dari sumberdaya dan bisnis Negara yang lainnya. Dari ladang pajak saja, tahun 2012 lalu pemerintah mendapatkan pemasukan lebih dari 835 Triliun. Namun coba perhatikan, betapa hutang Negara ini bukannya berkurang malah bertambah hingga melebihi angka 2,000 triliun. Menurut pendapat Anda, apakah Indonesia sudah merdeka?

Kemana sih kekayaan Negara itu mengalirnya? Untuk membangun prasarana dan infrastruktur Negara dong, tentunya. Sayangnya, proses membangun itu lumrahnya menjadi sapi perahan partai, penguasa, dan kroni-kroninya. Sekarang, yang namanya sapi perahan bukan lagi sebagai istilah. Sapi pedagingnya juga kan memang sudah jadi perahan para pengambil keputusan dan sahabat-sahabat dagangnya.

Di zaman Orde Baru, praktek-praktek seperti itu disebut KKN – Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Dizaman Orde Lebih Baru saat ini, entah apa lagi sebutannya. Tidak disebut KKN, dan memang tidak cocok disebut KKN lagi. Soalnya, mulai dari Presiden sampai demonstran pada berteriak soal penolakan terhadap Korupsi. “Katakan Tidak Pada Korupsi” katanya. Tapi korupsi meraja lela didepan mata mereka sendiri. Menurut pendapat Anda, apakah Indonesia sudah merdeka?

Jika para pejabat Negara dan semua wakil rakyat itu rajin mendengar penderitaan rakyatnya. Kalau pun mereka malas pergi ke kampung-kampung itu, mestinya mereka meluangkan waktu menonton acara tivi tentang orang-orang miskin. Lalu pake deh hati nuraninya. Dijamin, tidak akan ada pejabat dan wakil rakyat yang memprioritaskan anggaran untuk membeli mobil berharga miliaran. Tidak mungkin mereka menggunakan jam tangan puluhan juta. Tidak mungkin mereka mengeruk ratusan ribu dollar ke rekening pribadi dan sanak familinya. Tidak mungkin mereka rajin pelesiran bersama istri tercinta dengan menggunakan uang Negara. Tidak mungkin, mereka hidup mewah bergelimang harta. Tidak mungkin. Kalau mereka menggunakan hati nuraninya, ketika melihat betapa banyak rakyat yang untuk sekedar makan dan sekolah saja itu sungguh susah payah.

Menurut pendapat Anda, apakah Indonesia sudah merdeka? Indonesia ini bisa benar-benar merdeka jika; tidak ada lagi pejabat yang dibiarkan korupsi. Tidak ada lagi kolusi. Tidak ada lagi nepotisme. Tidak ada lagi pegawai negeri yang malas-malasan dalam bekerja melayani rakyatnya. Tidak ada lagi perusahaan swasta yang doyan membeli proyek dengan sogokannya. Dan, tidak ada lagi rakyat yang malas mengibarkan bendera merah putih dihalaman rumahnya. Mana benderamu?

Dirgahayu Indonesiaku
Segera Lunasi Hutang-hutangmu.
Dadang Kadarusman – 17 Agustus 2013

gambar: Sedih melihat merah putih

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.