Monday , October 25 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Menjadi Boss Bagi Diri Sendiri

Menjadi Boss Bagi Diri Sendiri


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Kelau boss sedang keluar kota, suasana kerja di kantor Anda masih tetap bagus nggak? Kalau saya perhatikan di banyak lokasi sih tidak begitu. Kebanyakan orang, kegesitannya dalam bekerja menurun drastis setiap kali boss tidak ditempat. Nanti naik lagi kalau boss sudah balik lagi. Kebayang ya, kalau bossnya sedang traveling berhari-hari. Maka selama hari-hari itu sekelompok orang yang mestinya bekerja giat memilih untuk menjadi penikmat saat-saat rehat yang mereka buat-buat. Pekerjaan dibuat lambat. Jam pulang kantor dipercepat. Saya nggak bicara soal Anda loh. Kan ditempat kerja Anda nggak begitu. Saya bicara soal lingkungan kerja pada umumnya dimana kegiatan kerja mereka berjalan normal hanya jika bossnya sedang ada ditempat. Tempat Anda tidak begitu kan?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Saya tahu persis jika Anda tidak suka digurui. Lagian, saya juga kan bukan guru. Makanya, saya tidak akan mengajarkan Anda apapun. Saya hanya akan menceritakan sebuah dialog yang mungkin relevan dengan situasi ditempat kerja Anda. Dialog ini terjadi diantara seorang karyawan dengan orang misterius yang tiba-tiba saja menghampirinya ketika dia sedang nongkrong di kantin. Begini kira-kira dialognya.

“Anda mau menjadi boss bagi diri sendiri?” demikian orang misterius itu bertanya.
“Mau Pak. Tapi nanti,” jawabnya. Meskipun agak kaget, tapi dijawabnya juga.
“Halah, kalau beneran mau jadi boss buat diri sendiri. Ya lakukan saja sekarang juga. Kok pake nanti segala.” Katanya lagi.
“Belum ada modalnya.” Jawabnya lagi.

“Lho, jadi boss untuk diri sendiri kok nunggu modal dulu. Gimana toh Anda ini?” Tanya orang itu lagi. Kali ini terdengar seperti sedang menggugat.

“Ya iyya toh Pak. Kalau nggak ada modal, gimana mau jadi boss buat diri sendiri?” Orang yang ditanya itu membalas dengan ketus. “Lagian, mau usaha apa juga saya belum tahu….” Tambahnya.

“Laaah itulah masalah sampeyyan itu Mas Bro,” kata orang itu lagi.
“Masalah gimana maksud eloh?” Orang yang satunya lagi memprotes.
“Sampeyan itu selalu mikir kalau mau jadi boss buat diri sendiri mesti punya usaha sendiri toh?” balasnya.
“Ya iyyalah,”

Orang misterius itu menceritakan bahwa hampir semua karyawan mendambakan dirinya menjadi boss bagi dirinya sendiri. Tapi, hanya sedikiiiit sekali yang benar-benar merealisasikan impiannya. Klise ya? Berita basi itu mah. Dari zaman dulu juga orang udah tahu. Anda pasti sudah tahu juga. Tapi apakah Anda sudah tahu, kenapa hanya sedikit yang bisa merealisasikan impian itu? Gampangnya; hanya sedikit orang yang berani mengambil resiko keluar dari pekerjaannya lalu menjadi pengusaha. Begitu kan yang kita percayai? Dan begitu juga yang sering dikatakan oleh trainer-trainer bisnis. Jadi apanya yang baru jika semua yang kita bicarakan disini soal yang basi?

Tunggu sebentar. Justru aspek inilah yang saya ingin ajak Anda untuk mengubahnya. Selama ini kita diajari bahwa untuk menjadi boss bagi diri sendiri itu kita mesti jadi pengusaha. Saya, justru ingin mengajak Anda untuk menjadi boss dalam pekerjaan yang saat ini Anda tekuni. Tengok kembali situasi yang saya uraikan diawal tulisan ini. Kebanyakan orang hanya bekerja dengan baik ketika ada boss-nya kan? Gagasan yang saya bicarakan adalah begini; jika kita sanggup menjadikan diri kita sebagai boss buat diri sendiri, maka kita akan selalu bisa bekerja dengan baik. Tidak masalah apakah atasan kita ada dikantor atau tidak. Dan tidak jadi soal, apakah ada orang lain yang mengawasi diri kita atau tidak.

Jadi, menjadi boss bagi diri sendiri dalam konteks ini tidak ada kaitannya dengan bisnis sendiri. Faktanya, profesi atau pekerjaan kita itu adalah bisnis kita. Sekalipun Anda bekerja sebagai karyawan tetapi, pekerjaan Anda itu adalah ladang nafkah Anda. Dengan menjadi pekerja itu, pada dasarnya Anda sedang berbisnis dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Jadi, berikan bisnis yang bagus pada perusahaan Anda. Maka Anda pun berpeluang mendapatkan ‘laba usaha’ yang lebih besar. Sahabatku, prinsip inilah yang dalam management modern disebut sebagai ‘intrapreneurship’. Anda, tidak mesti keluar kerja lalu jadi pengusaha untuk menjadi boss bagi diri sendiri. Anda, cukup mengelola dengan baik profesionalisme Anda. Supaya jangan kebawa arus lingkungan kerja yang lembek.

Anda, mungkin merasa rugi jika bekerja lebih banyak atau lebih baik daripada orang lain. Anda juga mungkin merasa rugi jika berkontribusi lebih banyak dibandingkan dengan reward yang Anda peroleh dari perusahaan. Tapi, ketahuilah sahabatku, semua pebisnis percaya bahwa melayani pelanggan melampaui ekspektasi mereka itulah yang justru bisa membuat bisnisnya langgeng. Buat pegawai seperti kita, perusahaan adalah pelanggan kita. Maka berikanlah pelayanan terbaik Anda pada ‘pelanggan’ itu. Maka Anda, sudah menjadi boss yang baik bagi diri Anda sendiri. Boss yang tidak pernah meninggalkan Anda. Boss yang tidak pernah menelantarkan Anda. Dan boss yang tidak pernah keluar kota tanpa mengajak Anda ikut serta.

Lantas, gimana caranya supaya kita bisa menjadi boss yang baik bagi diri sendiri? Sederhana sih indikasinya. Yaitu, ketika Anda tidak mentolelir ketidakdisiplinan diri Anda sendiri. Ketika Anda selalu mengingatkan diri sendiri setiap kali melenceng dari jalur yang seharusnya. Dan ketika Anda sanggup menetapkan target-target pribadi yang lebih tinggi, lebih baik, serta lebih bernilai dalam menjalani hari-hari kerja Anda sebagai seorang professional. Jika bisa demikian, apakah sulit buat perusahaan untuk memberi Anda perhatian lebih, manfaat lebih, imbalan lebih dan kesempatan lebih dibandingkan dengan orang-orang yang sekedar ikut arus itu? Tentunya tidak dong ya.

Novel Remaja ”DING and HER GOKIL PAPA! ” Sudah terbit. Cocok Untuk Remaja di Rumah Anda. Bisa Anda beli disini.

Dan ingatkah Anda sahabatku, bahwa; berdasarkan hukum Tuhan, setiap individu itu adalah pemimpin bagi dirinya sendiri? Maka mengapa kita menyerahkan kepemimpinan diri ini kepada orang lain? Padahal, hanya hirarki jabatan yang melegitimasi posisi orang lain untuk memimpin kita. Sedangkan untuk urusan diri kita sendiri, kedisiplinan kita sendiri, optimalisasi potensi diri kita sendiri, kesungguhan dan kinerja kita sendiri serta semua hal yang berhubungan dengan aspek-aspek pribadi kita; adalah tanggungjawab diri kita sendiri. Bukankah sebagai pemimpin bagi diri sendiri kita ini wajib untuk memastikan bahwa diri kita menjalankan fungsi-fungsi pribadi sebaik-baiknya?

Di akhir tahun, setiap atasan di kantor harus mempertanggungjawabkan kualitas kepemimpinannya atas orang-orang di unit kerjanya. Biasanya sidang pertanggungjawaban itu dilakukan dalam forum ‘Business Review Meeting’ dengan Direksi. Diakhir kehidupan ini, kita juga wajib mempertanggungjawabkan kualitas kepemimpinan kita atas setiap elemen yang ada dalam diri kita. Dan sidang pertanggungjawaban itu dilakukan dalam forum ‘alam hisab’ dihadapan Ilahi. Sahabatku, semoga Anda berkenan menemani saya mempersiapkan diri agar bisa menjawab ketika Allah bertanya; “Dadang, sudahkah kamu pimpin dirimu untuk menunjukkan bahwa Aku telah menciptakan kamu sebagai maha karyaKu yang sempurna?”

NB: Akhir tahun kantor Anda mengadakan annual business meeting ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA berbicara di forum itu? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 22 Agustus 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Jika kita hanya bekerja dengan giat ketika boss ada ditempat, maka itu artinya kita melepaskan tanggungjawab dan kesempatan untuk menjadi boss bagi diri kita sendiri. Rugi.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:empowernetwork.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.