Friday , February 26 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Menjadi Orang Indonesia Pertama Yang….

Menjadi Orang Indonesia Pertama Yang….


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Di perusahaan tempat Anda bekerja ada bule-nya nggak? Jabatan bule itu tinggi atau rendah? Lebih tinggian mana jabatannya dengan Anda? Kalau soal gaji sih jangan ditanya ya. Apakah posisi-posisi strategis diduduki oleh orang Indonesia atau bule-bule itu? Yaaah, emang sudah dari sononya kalau orang Indonesia mah cuman kebagian yang kecil-kecilnya ya. Iyya sih. Tapi masa selamanya akan begitu terus. Kan nggak lucu juga. Kalau pun selama ini tidak pernah ada orang Indonesia yang memegang posisi strategis diperusahaan itu, kan itu tidak berarti bahwa peluangnya tidak ada dong. Para pendahulu Anda memang tidak ada yang meraih pencapaian setinggi itu. Tapi, apakah Anda bisa menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkannya?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Hari Sabtu lalu, keluarga besar kami kedatangan tamu istimewa. Tamu yang datang untuk melamar sepupu perempuan saya. Anak perempuan dari Om saya. Sebelum menyampaikan maksud kedatangannya, sesepuh dari keluarga tamu mengatakan bahwa ternyata beliau itu adalah satu alumni dengan Om saya. Bukan alumni dikampus, tapi alumni dari sebuah perusahaan raksasa yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak dan gas. Waah….. ternyata dunia ini sangat sempit sekali. Kawan lama berjumpa lagi, dalam suasana yang hikmad dan penuh kekeluargaan.

Ah, itu kan hal biasa saja ya. Biasa aja kaleee. Tapi menjadi luar biasa buat saya karena beliau mengatakan bahwa Om saya ini adalah orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan yang biasanya dipegang oleh bule-bule. “Waaah, hebat juga ya Om kita…” begitu saya berbisik kepada istri saya. Iyya dong. Kalau Om saya nggak hebat, mana mungkin bisa mendapat jabatan bergengsi diperusahaan besar yang biasanya dipegang hanya oleh orang bule. Menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menduduki posisi itu tentu merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.“`

Kita orang Indonesia ini sering menjadi orang kelas dua atau kelas tiga bahkan nggak ada kelasnya di negaranya sendiri. Jika diperusahaan tempat kita bekerja ada orang asing, maka nilai orang Indonesia pada umumnya dianggap lebih rendah daripada orang asing itu. Soal gaji? Yaaa, tentu berbanding lurus dong. Padahal – saya berani mengatakan bahwa – tenaga profesional asing itu tidak selalu lebih baik daripada orang Indonesia loh. Bahkan banyak orang Indonesia yang kemampuan kerjanya lebih baik daripada orang-orang asing. Tapi perkembangan karir mereka jauh tertinggal dibelakang.

Memang tidak mudah bagi orang Indonesia untuk mendapatkan kepercayaan yang tinggi di perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia sendiri. Top management masih belum melihat bahwa orang Indonesia layak dan mampu untuk memegang jabatan-jabatan strategis. Makanya, posisi-posisi itu jarang yang diberikan pada orang Indonesia. Bule-bulelah biasanya yang diberi kepercayaan itu. Lebih ironis lagi ketika menyaksikan kenyataan bahwa yang disebut ‘bule’ itu juga nggak bener-bener ‘bule’ kok. Ada bule Amerika. Bule Eropa. Bule Australia. Bule Asia. Bule Afrika. Pokoknya bukan berkebangsaan Indonesia deh.

Lantas, apakah kita mesti merasa didiskriminasikan? Tidak perlu. Justru kita mesti menghindari perasaan itu, karena; hanya akan membuat kita semakin jauh dari peluang itu. Yaa kalau sudah merasa didiskriminasikan mana mungkin kita mau mencurahkan dedikasi yang tinggi kan? Padahal tanpa dedikasi yang tinggi, kita hanya akan menjadi pegawai biasa-biasa aja. Buang jauh-jauh perasaan diskriminasi itu. Lalu gantilah dengan tekad untuk menunjukkan bahwa kita setara dengan para profesional ekspatriat, bahkan dalam aspek-aspek tertentu kita bisa lebih baik daripada mereka. Tunjukkan saja kelas kita yang sesungguhnya. Maka cepat atau lambat akan kelihatan juga kok didalam radar top management.

Tapi kan itu bukan soal gampang, Dang! Ya iyyalah. Untuk meraih pencapaian tinggi kok maunya cara gampang. Sepadan jugalah dengan usahanya. Itulah sebabnya butuh perjuangan yang sangat keras untuk menunjukkan bahwa kita yang orang Indonesia ini mampu menjalankan fungsi-fungsi strategis itu. Dan itu hanya bisa dilakukan melalui cara yang berbeda dari cara sekedar selesai pekerjaan. Kita mesti lebih baik dari sekedar menjadi karyawan yang bagus. Kenapa? Good is not enough, bro! Menjadi profesional yang bagus ya memang bagus. Tapi yang bagus itu banyak. Bukan cuman kita. Kita nggak kelihatan bagusnya.

Makanya nggak cukup dengan hanya menjadi bagus. Kita mesti menjadi orang yang benar-benar istimewa yang bisa membuat para pengambil keputusan tertinggi mau meluangkan waktunya untuk mendengar, memperhatikan, dan akhir memberi kita kepercayaan yang selama ini hanya diberikan kepada para bule doang. Wajar dong jika kita mesti lebih baik daripada orang-orang yang sudah baik itu bukan? Banyak kok orang Indonesia yang hebat-hebat itu. Dan banyak yang berhasil menanjak ke puncak prestasi karir profesionalnya dengan gemilang.

Om saya itu, hanya satu dari sekian banyak orang yang bisa kita jadikan contoh dan teladan. Meski tampaknya tidak mungkin, buktinya mereka bisa kok mendapatkannya. Silakan Anda mencari model sendiri. Karena Om saya mungkin hanya akan cocok untuk menjadi model buat saya. Bagi Anda, mungkin ada orang lain yang lebih dekat dan lebih ada ikatan emosinya. Silakan Anda jadikan beliau-beliau itu sebagai model yang bisa memberi Anda sosok teladan untuk diikuti dalam mengembangkan karir Anda. Supaya Anda bisa menjadi orang Indonesia pertama yang meraih pencapaian tinggi itu diperusahaan Anda.

“Halah Dadang, kamu itu bisanya cuman ngomong doang. Yang diomongin itu Om kamu. Terus kamu nyuruh orang lain untuk mengikuti jejak suksesnya. Elo sendiri gimana?!” Boleh loh, jika Anda punya argumen demikian. Memang tidak enak kan kalau denger orang yang cuman bisa ngomong doang. Jual kecap dengan sesuatu yang dirinya sendiri pun tidak melakukannya.

Novel Remaja ”DING and HER GOKIL PAPA! ” Sudah ada di Gramedia. Bisa Anda beli disana atau di website ini.

Well, sebelum bicara soal menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan sesuatu memang sebaik mesti terlebih dahulu mengalaminya ya kan. Kalau nggak ya cuman omong kosong doang. Motivasi murahan bergaya tukang obat jualan di pinggir jalan. Baiklah jika demikian. Sebaiknya memang saya hanya bicara tentang apa yang pernah saya alami sendiri. Maafkan saya teman-teman.

Namun, ijinkan saya untuk menyampaikan bahwa dalam perjalanan karir saya, pun ada rekaman dimana saya menjadi orang Indonesia pertama yang meraih sesuatu yang berarti. Itulah yang menjadikan saya berani membahas soal ini dengan Anda. Sekarang, giliran Anda untuk menjadi orang Indonesia pertama yang meraih sesuatu yang berarti itu. Terserah dalam bidang apa saja. Yang penting, itu positif. Dan menunjukkan bahwa dalam menjalani profesi itu, Anda benar-benar mencurahkan dedikasi yang tinggi. Dengan begitu, Anda bisa tampil lebih dari sekedar baik, sangat baik, bahkan yang terbaik. Sehingga kelak Anda bisa menjadi ‘orang Indonesia pertama’. Insya Allah.

NB: Akhir tahun kantor Anda mengadakan annual business meeting ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA berbicara di forum itu? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 21 Oktober 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Jika orang lain bisa meraihnya, mengapa kita tidak. Jika orang lain pun selama ini belum ada yang bisa meraihnya, maka mungkin kita bisa menjadi orang pertama yang mampu menggapainya.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:zazzle.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.