Friday , February 26 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Mencari Tantangan Baru Di Tempat Lama

Mencari Tantangan Baru Di Tempat Lama

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Anak buah Anda hendak pindah ke perusahaan lain. Ketika Anda tanya alasannya, dia bilang ‘mencari tantangan baru’. Anda percaya jika itu alasan utamanya? Tentu saja tidak. Pasti ada alasan lain. Kenapa Anda yakin soal itu? Karena ‘mencari tantangan baru’ itu sudah menjadi alasan klise yang lazim dipakai orang kan. Mungkin – maaf nih – Anda sendiri pun begitu. Tentu ada yang benar-benar membutuhkan tantangan baru seperti yang dikatakannya. Namun, kebanyakan sebenarnya bukan mencari tantangan baru. Melainkan atasan baru, atau gaji baru. Faktanya, tidak semua perkataan kita benar-benar mencerminkan yang sesungguhnya kan. Andai pun memang benar begitu, maka kita perlu merenungkan; “Apakah tantangan baru yang kita cari itu hanya ada di perusahaan yang lain?”

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Pada dasarnya, sebuah tantangan merupakan ‘masalah’ yang butuh penyelesaian yang baik. Jika kita merasa ‘ada masalah’ ditempat kerja kita, maka boleh jadi itulah tantangan kerja sesungguhnya yang mesti kita hadapi. Real. Nyata banget. Dan adanya persis didepan mata kita. Jadi jika kita merasa ada masalah dikantor lama kemudian pindah ke kantor baru dengan alasan mencari tantangan baru, sebenarnya kita tidak benar-benar mencari tantangan baru; melainkan lari dari tantangan yang tengah kita hadapi. Apakah tidak boleh pindah kerja? Hey, boleh-boleh saja. Tapi, sebaiknya tidak perlu menggunakan alasan-alasan klise seperti itu.

Bagaimana seandainya ditempat kerja Anda yang sekarang itu sudah tidak ada tantangan lagi? Apa memang ada yang seperti itu ya? Yaaa, setidaknya banyak juga orang yang merasa sudah tidak ada tantangan lagi di kantornya. Katanya, pekerjaan disini semuanya sudah terlalu mudah baginya. Mereka tidak mengada-ada. Memang kapasitas dirinya sudah jauh melampaui tuntutan kerjanya. Nah, dalam situasi seperti ini apakah tepat jika kita mengatakan ‘tidak ada lagi tantangan’?

Tepat bin Cocok, jika kita hanya mendefinisikan ‘tantangan’ sebagai sesuatu yang datang dari luar. Misalnya beban kerja atau tuntutan perusahaan atau situasi pasar yang memaksa. Jadi jika tuntutan perusahaan sudah bisa diselesaikan dengan mudah, ganasnya persaingan dipasar sudah bisa diatasi dengan baik; maka kita merasa tidak ada lagi tantangan disini. Semuanya sudah serba cetek. Ini jenis external challenge. Sedangkan orang yang bergantung pada external challenge itu biasanya kalang kabut kalau lagi banyak pekerjaan, dan nyantai abiiiez kalau kerjaan sudah ‘beres’. Orang seperti ini bersikap reaktif terhadap situasi di sekitaranya.

Sekarang sudah waktunya bagi kita untuk memahami bahwa ada jenis tantangan lain didunia kerja. Mari sebut saja sebagai ‘self generated challenge’. Yaitu, tantangan yang kita sendirilah yang membuatnya. Jika Anda sudah berada pada situasi yang terlampau ‘nyaman’ misalnya, maka belajarlah untuk menantang diri Anda sendiri dengan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan. Jika segala sesuatu sudah terasa terlampau mudah bagi Anda, maka belajarlah untuk menantang diri Anda sendiri dengan tugas-tugas yang belum pernah Anda tangani sebelumnya. Alih-alih bersikap reaktif seperti tadi, Anda sekarang sudah menjadi orang yang proaktif. Sehingga Andalah yang mengendalikan lingkungan. Bukan sebaliknya.

Perhatikan bahwa hal itu bukan hanya akan menempatkan diri Anda pada situasi yang kembali penuh dengan tantangan baru. Melainkan juga menuntut Anda untuk kembali mempelajari hal-hal baru. Dan itu berarti; Anda menapaki kapasitas diri Anda satu level lebih tinggi. Bukankah selama ini Anda juga merasa bahwa Anda punya potensi tinggi? Maka jika Anda puas dengan kenyamanan di lingkungan kerja Anda, lalu Anda memilih untuk ongkang-ongkang kaki; maka itu hampir sama artinya dengan Anda biarkan kapasitas diri Anda itu ‘menganggur’. Maka tidak heran, jika lama kelamaan kemampuan itu pudar karena jarang dipakai.

Perhatikan saja misalnya padangan Anda kepada anak buah Anda yang ‘cepat merasa puas’. Anda memandang anak buah itu secara positif? Biasanya tidak. Anda tentu mengharapkan agar dia mau bekerja lebih baik lagi. Bahkan yang sudah baik pun harapkan untuk menjadi lebih baik lagi. Lebih baik lagi. Dan lebih baik lagi. Anda ingin anak buah Anda terus lebih baik. Bukankah begitu? Iyya banget. Lantas, apa yang Anda tuntut pada diri Anda sendiri? Apakah Anda juga menuntut diri sendiri untuk lebih baik lagi dari semua kebaikan yang selama ini sudah bisa Anda capai?

Jika Anda orang hebat, maka setiap kali melihat kedalam diri sendiri pasti Anda menemukan bahwa sesungguhnya masih banyak kapasitas diri Anda yang belum terdaya gunakan. Sedangkan tuntutan perusahaan sudah terpenuhi, lalu bilang ‘tidak menantang lagi’. Emangnya salah jika begitu? Tidak salah sih. Tapi ada satu tahapan kritis yang perlu kita lakukan lagi. Yaitu bertanya kepada diri kita sendiri;’bagaimana caranya untuk membuat pekerjaan ini kembali menantang lagi?’

Pertanyaan itu akan membawa kita kepada revisi target-target pencapaian kita. Bukan perusahaan yang membuat target itu, melainkan diri kita sendiri. Target atau tuntutan perusahaan mah cetek kan Anda bilang. Sudah bisa digapai sambil merem. Maka target pribadi Anda itulah yang akan memaksa mata Anda melek lagi untuk melakukan sesuatu yang benar-benar menantang. Sesuatu yang melampaui tuntutan perusahaan. Sehingga urusan kita bukan lagi soal pencapaian target perusahaan, melainkan pencapaian target pribadi yang melampaui tuntutan perusahaan.

Jelas sekali bahwa ada dua situasi yang membuat kita merasa ‘tidak tertantang lagi’. Pertama, ada banyak masalah di kantor yang membuat kita sebal. Sekalipun begitu, kesebalan Anda terhadap masalah itu tidak perlu dijadikan alasan untuk ‘hengkang’ sambil berdalih ‘mencari tantangan baru’. Karena masalah itu sebenarnya adalah tantangan nyata untuk Anda hadapi dan selesaikan. Mampukah Anda mengatasi tantangan itu dengan cara yang baik, dan membukukan hasil yang terbaik?

Kedua, segala sesuatunya sudah bisa dikerjakan dengan baik. Tidak ada tugas berat atau sulit lagi. Semuanya sudah terlalu mudah. Sekalipun begitu, kemampuan Anda menyelesaikan tugas-tugas profesional dengan sangat mudah itu tidak perlu dijadikan alasan untuk ‘hengkang’ sambil berdalih ‘mencari tantangan baru’. Karena pada situasi seperti itu Anda bisa memasuki periode menantang diri sendiri dengan sesuatu yang benar-benar lebih bermutu. Buat orang seperti Anda, mungkin tugas-tugas yang diberikan perusahaan itu terlampau mudah. Tetapi bisakah Anda membuat ‘self generated challenge?” sehingga Anda menjadi extra ordinary individual disana?

Novel Keluarga ”DING and HER GOKIL PAPA! ” Sudah ada di Toko Gramedia. Cocok Untuk Bacaan Keluarga Anda. Bisa Anda beli di toko buku. Atau langsung kepada kami

Kedua situasi itu menunjukkan bahwa kita, bisa mendapatkan tantangan baru meskipun tetap berada di tempat yang lama. Karena, dimana pun kita berada; sesungguhnya tantangan itu selalu ada saja. Hanya saja, kita sendiri yang cenderung menghindari sesuatu yang tidak kita sukai. Atau kurang menyadari bahwa kita bisa menantang diri kita sendiri dengan tantangan yang porsinya sesuai dengan potensi dan kapasitas diri yang kita miliki.

Jadi sahabatku, apakah Anda merasa tidak ada tantangan lagi ditempat kerja Anda sekarang? Oh, think again. Jika Anda bersungguh-sungguh merenungkannya. Dan bersedia untuk membuka diri. Maka Anda akan menemukan tantangan yang baru, ditempat yang lama itu. Dan itu, membuat setiap detik yang Anda miliki tetap bernilai tinggi. Baik bagi perusahaan Anda. Anak buah Anda. Orang-orang disekitar Anda. Dan yang lebih penting lagi, bagi diri Anda sendiri.

NB: Akhir tahun kantor Anda mengadakan annual business meeting ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA bicara di forum itu? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 23 Oktober 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Jika merasa sudah tidak ada tantangan lagi, maka itu artinya kita hanya membiarkan lingkungan mengendalikan diri kita. Kalau kita menantang diri sendiri, maka pertumbuhan dan perkembangan diri kita tidak lagi tergantung kepada orang lain. Tidak juga tergantung pada perusahaan yang belum tentu paham tantangan seperti apa yang sesungguhnya kita butuhkan.

Ingin mendapatkan kiriman “L (= Leaderism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:eeweb.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.