Saturday , January 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Bekerja Dengan Rasa dan Logika

Bekerja Dengan Rasa dan Logika


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Coba saja Anda tanyakan kepada orang Sunda; Apa alasan Anda bekerja? Maka Anda akan mendengarnya menjawab begini; “Saya bekerja karena bakat.” Tanya lagi ya; “Bakat apa-an?” Maka dia akan menjawab; “Bakatku butuh…” Kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, ‘bakatku butuh’ itu artinya ‘saking butuhnya’. Jadi, kita bekerja karena kita butuh. Butuh apa? Nah, kebanyakan orang – jika tidak semuanya – butuh uang tentu saja. Anda mau bekerja di perusahaan itu karena apa? Karena digajilah, iya kan. Kalau nggak digaji emangnya Anda masih mau menjalani pekerjaan itu? Kan enggak. Karena butuh itu, ya pilih bekerjalah. Entah sukarela atau terpaksa. Terus kalau uang Anda sudah banyak banget, masih mau bekerja dibidang itu apa tidak?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Anda pasti akan menjawab ‘tidak’, jika tujuan Anda bekerja memang untuk sekedar mendapatkan uang. Tapi ada orang-orang tertentu yang akan terus bekerja tidak peduli soal duitnya atau umurnya meski sudah udzur. Pokoknya akan bekerja sampai maut menjemput. Ada orang seperti itu? Ada. Yaitu orang yang benar-benar sangat menikmati pekerjaannya. Nggak peduli situasinya seperti apa, atau bayarannya seberapa. Buat mereka, nggak ada ceritnya terpaksa bangun lebih pagi. Terpaksa mengerjakan ini atau itu. Memang di menikmatinya kok. Siapa sih yang tertarik meninggalkan kenikmatan? Makanya, mereka melakukan pekerjaannya dengan sukarela. Ngapain mesti terpaksa kalau kita menikmatinya kan?

Halah, gimana mau menikmati pekerjaan ini jika hasilnya cuman pas-pasan begini? Logis sih. Kalau hasilnya sedikit, masak sih masih dinikmati juga. Tapi kita boleh ingat juga bahwa kenikmatan itu bukan soal logika. Ini soal rasa. Logika mengatakan; jika hasilnya sedikit, ngapain kerjanya banyak?. Kan begitu. Sedangkan perasaan mengatakan; jika kita bisa menikmatinya, kenapa mesti pusing soal bayaran? Dua-duanya sah-sah saja kan? Jadi kalau Anda mau mendahulukan logika saja, silakan tidak masalah. Demikian pula kalau Anda mau mendahulukan perasaan. Boleh.

Untuk Anda yang lebih suka bermain dengan logika. Saran saya. Belajarlah untuk menggunakan logika Anda itu selangkah lebih maju lagi. Jika selama ini Anda menganggap ‘hasil sedikit, ya ngapain kerja banyak?”, maka boleh Anda ubah kalimatnya menjadi; “jika mau hasilnya banyak, masak kerjanya sedikit sih?” Dengan begitu, sel-sel ditubuh Anda menjadi paham bahwa kita mesti bekerja atau berkontribusi lebih banyak untuk mendapatkan hasil alias imbalan yang lebih banyak. Biarkan logika Anda menasihat diri Anda sendiri bahwa dengan kontribusi kerja yang sedikit itu, Anda tidak akan mendapatkan hasil yang banyak.

Dan biarkan logika Anda mendidik diri Anda sendiri untuk bersedia berkontribusi lebih banyak agar kelak Anda dinilai layak mendapatkan imbalan yang lebih banyak. Sesekali, tempat diri Anda sendiri di posisi sebagai pemilik perusahaan itu. Apakah Anda mau membayar karyawan yang kontribusinya sedikit dengan bayaran yang banyak? Tentunya tidak dong. Kecuali jika Anda bukan pebisnis tulen. Karena seorang pebisnis tulen hanya mau membayar besar karyawan yang kotribusinya besar bagi perusahaan. Dan pebisnis tulen, tidak pernah mau kehilangan karyawan yang memainkan peran strategis buat perusahaan. Ibaratnya, berapapun dia berani bayar.

Bagi Anda yang mendahulukan perasaan. Saya juga punya saran. Boleh sih, jika Anda bekerja hanya untuk menikmatinya. Bagus malah. Karena kinerja Anda tidak terlampau dipengaruhi oleh situasi lingkungan atau perlakuan dari atasan atau kolega yang kurang baik. Tinggal dikontrol saja main perasaannya. Biasanya, orang yang terlampau banyak main perasaan cenderung terlalu sensitif. Hal kecil yang tidak berkenan dihati bisa menyebabkan mood-nya tiba-tiba hilang. Anda tidak begitu? Bagus. Coba perhatikan lagi, apakah Anda selalu bisa menjaga performa kerja tanpa dipengaruhi mood yang tiba-tiba memburuk.

Ekses lain dari orang yang terlampu perasa adalah sikap eksentriknya yang suka-suka. Ini gue. Suka-suka gue dong mau apa juga. Kalau elo nggak suka, ya cari orang lain saja! Sikap begini tidak cocok jika pekerjaan Anda berkaitan dengan orang lain. Ada jadwal yang mesti Anda penuhi. Dan ada rantai proses yang mesti Anda ikuti. Anda mungkin bekerja bukan semata-mata karena mengejar uang. Tetapi, pebisnis menjalankan perusahaannya untuk mendapatkan laba. Dan laba, seringkali dihasilkan dari sebuah proses yang melibatkan sekelompok orang dalam unit kerja yang saling berkaitan.

Dalam pengamatan saya, ada cukup banyak kejadian orang-orang handal yang akhirnya harus terpental karena sikap eksentriknya. Bukan karena sikap eksentrik itu buruk, melainkan karena sering tidak kompatibel dengan kebutuhan kolektif lingkungan atau unit kerjanya. Sayang sekali kan daya kreasi dan kemampuan Anda itu tidak bisa dikonversi secara optimal menjadi manfaat yang bisa dirasakan oleh orang banyak. Kecuali, jika Anda bekerja secara mandiri. Melakukannya sendiri. Dan segala sesuatunya diurus sendiri. Tapi jika Anda bekerja sebagai karyawan di perusahaan, maka hal itu mesti Anda perbaiki.

Novel keluarga ”DING and HER GOKIL PAPA! ” Sudah ada di Gramedia. Bisa Anda beli disana atau di website ini.

Saran saya terakhir. Buat dua-duanya. Bagaimana seandainya kita menggabungkan kecenderungan kita untuk menggunakan logika itu dengan perasaan menjadi satu kesatuan yang utuh? Kalau dalam terminologi Natural Intelligence (NatIn) ‘mengintegrasikan Akal dan Kalbu’. Anda menjadi orang yang sangat logis dalam berpikir dan sangat tajam dalam merasakan. Wooooh, jika Anda bisa begitu. Maka Anda bukan hanya jadi orang cerdas yang banyak gagasan dan sangat kompetitif. Anda juga sekaligus menjadi pribadi yang sedemikian pekanya dengan lingkungan, orang-orang sekitar, dan diri Anda sendiri. Maka dengan begitu, kita benar-benar bisa menjadi pribadi yang seutuhnya. Pribadi yang disebut Tuhan sebagai ‘sebaik-baiknya penciptaan’. Insya Allah.

NB: Akhir tahun kantor Anda mengadakan annual business meeting ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA berbicara di forum itu? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 30 Oktober 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Manusia itu diciptakan bukan hanya dibekali dengan kekuatan akal. Melainkan juga dengan kemampuan kalbunya. Hal itulah yang menjadikan kita sebagai mahluk sempurna, yang bisa mengungguli mahluk-mahluk lainnya.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:Diagram Natural Intelligence oleh Dadang Kadarusman

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.