Monday , February 24 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Merangsang Anak Buah Untuk Melahirkan Ide Cemerlang

Merangsang Anak Buah Untuk Melahirkan Ide Cemerlang


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Salah satu ciri unit kerja yang dinamis adalah ketika dari sana lahir gagasan-gagasan yang baik dan produktif. Jika unit kerja hanya melakukan rutinitas kerjanya saja, maka itu menunjukkan bahwa ide; tidak berkembang disana. Tanpa adanya ide baru, maka sudah bisa dipastikan bahwa di unit kerja itu tidak akan pernah terjadi perbaikan. Pasti hanya begitu-begitu saja sampai kapanpun. Padahal, keterjebakan pada rutinitas selama bertahun-tahun bisa menimbulkan banyak ekses. Selain kebosanan, juga kemungkinan ‘ketinggalan zaman’. Minimal tidak bisa mengimbangi perubahan kebutuhan konsumen, perkembangan lingkungan, maupun semakin dinamisnya kompetisi dengan perusahaan lain. Lantas bagaimana cara mengatasinya?

Teman saya bilang; “Susah Dang, ngurusin orang-orang yang otaknya sudah pada mandek. Gak bisa diajak mikir,” katanya. Mereka sudah terlalu lama bekerja di bidang itu. Bertahun-tahun. Ada yang belasan tahun malah. Bahkan ada yang lebih lama lagi dari itu. Setiap hari, mereka melakukan kegiatan yang itu, yang itu, dan yang itu lagi. Sepertinya, bekerja sudah tidak ada rasanya lagi. Apalagi mesti melahirkan ide-ide baru kan? Mungkin memang begitu. Tapi saya tegas menyatakan bahwa cara pandang atasan seperti itu keliru. Jika Anda tertarik menemani saya untuk belajar bagaimana merangsang anak buah agar melahirkan ide-ide baru, saya ajak Anda untuk merenungkan dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligegence (NATIN) berikut ini:

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Pertama, mengubah cara kita memimpin anak buah. Jika cara memimpin kita selama ini tidak bisa mendorong anak buah menghasilkan ide, maka mungkin kita keliru menerapkan cara memimpin mereka. Iyya dwong. Anak buah kan biasanya gimana atasannya aja. Ada alternatif lain? Ada. Ya, jika Anda tidak ingin mengubah cara memimpinnya maka alternatifnya adalah; gantilah pemimpinnya. Kenapa demikian? Karena ide yang tidak berkembang belum tentu disebabkan karena anak buah yang kurang bagus. Tetapi kemungkinan besar karena cara kita memimpin yang tidak tepat. Bukan karena anak buah tidak punya gagasan. Jika kita yang memimpin, tentu bukan ganti pemimpin yang kita inginkan iyya kan? Maka pilihannya adalah; mengubah cara kita memimpin anak buah.

Kedua, mendorong lahirnya ide-ide baru dikepala anak buah. Anak buah pada umumnya punya pandangan yang bagus tentang bagaimana mengerjakan tugas-tugasnya dengan sangat baik. Mereka yang baru, punya semangat ingin tahu yang tinggi. Sedangkan mereka yang sudah lama memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap proses kerja yang ditanganinya. Tapi, seperti mesin mobil yang butuh distater; kita perlu ‘menghidupkan mesin ide’ didalam otak mereka. Minimal mesti kita tunjukkan bahwa kita menghargai ide-ide yang datang dari mereka. Ada loh atasan yang alergi banget dengan ide anak buah. Pokoknya anak buah hanya diposisikan pada tempat yang pasif. Mesti manut saja pada apa yang dikatakan oleh bossnya. Lagi pula, biasanya ide ide akan bermunculan ketika kita membuka diri dengan sikap kritis dan pikiran kreatif kan?

Ketiga, memberi kesempatan anak buah untuk bereksperimen. Jika Anda jago melahirkan ide, maka Anda tahu bahwa kita tidak pernah tahu apakah ide kita itu akan berjalan dengan baik atau tidak sebelum kita mencobanya. Kita butuh bereksperimen. Lalu dari eksperimen itu kita tahu kekurangan atau aspek yang perlu diperbaiki. Kita coba lagi, perbaiki lagi, dan coba lagi. Sampai kita temukan ‘formula’ yang tepat untuk membuatnya berhasil. Demikian pula halnya dengan ide-ide dari anak buah kita kan? Sayangnya, dalam banyak situasi; atasan sering tidak peduli pada ide anak buah. Anda? Jangan begitu. Berikan kesempatan pada anak buahnya untuk bereksperimen, agar mereka bisa melihat bahwa idenya berjalan dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, mereka paham bahwa Anda; memberi mereka ruang untuk melakukan kesalahan dan memperbaikinya hingga menghasilkan gagasan yang cemerlang.

Keempat, memberikan dukungan penuh. Ide yang tidak didukung oleh pengambil keputusan tidak akan bisa direalisasikan di unit kerja itu. Jadi, percuma saja kan punya ide jika dicuekkin? Ini loh penyebab utama kenapa anak buah kita malas mengemukakan ide-ide mereka. Padahal boleh jadi komputernya dipenuhi file-file berisi ide-ide cemerlang. Atau mungkin masih ada didalam kepalanya berupa setumpuk pemikiran-pemikiran yang bagus. Tapi karena mereka tidak melihat dukungan dari kita sebagai atasannya, maka mereka memilih untuk membenamkan ide-ide itu diruang-ruang yang tidak kelihatan saja. Oleh karenanya, jelas sekali peran penting kita sebagai seorang atasan bagi unit kerja yang kita pimpin untuk memberi dukungan penuh kepada mereka. Jika tidak, maka kita tidak akan pernah mendapati anak buah kita proaktif menyampaikan ide-idenya.

Kelima, bersikap sportif. Banyak orang yang ‘kesannya’ menolak ide dari orang lain. Dikritiknya. Dibilangnya tidak membumi. Tapi, diam-diam ide itu di jualnya juga pada boss yang lebih tinggi. Dan you know what? Dia sendirilah yang mendapatkan applause dari boss besar. Ada emang atasan yang begitu? Banyak. Maklum, zaman sekarang ide sudah merupakan barang mahal. Karena ide itulah yang bisa mempertahankan atau meningkatkan daya saing. Sedangkan kita, masih suka memelihara mental ‘pembajak’ dan carmuk. Sehingga tidak heran jika dizaman sekarang kita melihat banyak orang mencaplok ide orang lain, lalu mengklaimnya sebagai hasil karya orisinal dirinya sendiri. Di tataran unit kerja, biasanya atasan yang buruk hati melakukan hal itu. Sebagai atasan, Anda perlu memiliki sikap sportif terhadap ide anak buah.

Novel Keluarga ”DING and HER GOKIL PAPA! ” Sudah ada di Toko Gramedia. Cocok Untuk Bacaan Keluarga Anda. Bisa Anda beli di toko buku. Atau langsung kepada kami

Setiap kepala pasti punya minimal satu gagasan. Jadi, keliru jika Anda mengira bahwa anak buah Anda tidak bisa diajak mikir. Bukan tidak bisa diajak mikir, mereka membutuhkan cara memimpin yang lebih baik agar pikirannya lebih terbuka, dan pada akhirnya bersedia mengemukan gagasan-gagasan yang bermakna buat kemajuan team yang kita pimpin. Jika Anda bisa memainkan peran itu, Insya Allah, unit kerja Anda bukan hanya akan semakin kaya dengan ide. Tetapi juga didukung secara penuh oleh anak buah Anda. Bukankah mereka juga yang akan menjalankan ide itu? Jadi, hasilnya bisa lebih baik kan? Cobain deh.

NB: Akhir tahun kantor Anda mengadakan annual business meeting ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA bicara di forum itu? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 4 November 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker

Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Anak buah kita, semuanya pasti punya minimal satu gagasan. Dan tugas kita adalah untuk melatih mereka cara mengemukakannya, cara menyajikannya, dan cara menerapkannya sampai memberikan hasil yang memuaskan.

Ingin mendapatkan kiriman “L (= Leaderism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:thedailytwitch.com

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.