Saturday , October 31 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Penilaian Kinerja Tahunan Itu Perlu Gak Sih?

Penilaian Kinerja Tahunan Itu Perlu Gak Sih?


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Setiap akhir tahun, lazimnya perusahaan-perusahaan melakukan Performance Appraisal atau penilaian kinerja kan. Biasanya, kita berdiskusi dengan atasan soal kinerja kita setahun ini. Idealnya, penilaian itu terjadi secara dua arah. Artinya, atasan punya kewenangan untuk memberikan penilaiannya, namun bawahan pun punya kesempatan untuk menyampaikan pandangan pribadinya. Meski demikian, proses penilaian kinerja itu tetap saja menimbulkan ketegangan juga kan. Bahkan, kadang kita mempertanyakan; apakah penilaian kinerja itu diperlukan? Dari kaca mata management, iyya. Kalau menurut pendapat Anda, perlu apa tidak sih penilaian kinerja tahunan itu?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan kawan lama; tepatnya sahabat ketika masa kuliah dulu. Beliau sudah melanglang buana bekerja di luar negeri juga. Meskipun suasananya sedang rekreasi sambil bercanda seperti dulu, tapi maklum orang kerja ya obrolan kami pun nyambung pula kepada pekerjaan. “Kalau buat gue sih,” begitu katanya. “Penilaian kinerja itu penting banget,” sambungnya. “Ini gue ngomong sebagai karyawan ya. Tapi gue pernah kerja di perusahaan yang menerapkan penilaian kinerja dan yang tidak. Pengaruhnya kepada semangat kerja gue juga beda banget.”

“Beda gimana?” begitu tanya saya.
“Ya beda. Kalau di perusahaan yang melakukan penilaian kinerja itu ya secara otomatis gue kerja lebih baik. Soalnya gue tahu kalau sampai kinerja gue nggak bagus efeknya bakal buruk buat karir gue sendiri.” Dari pernyataannya jelas sekali jika teman saya ini masuk kedalam kelompok yang menilai bahwa performance appraisal itu penting.

Belum lama ini saya juga bertemu dengan beberapa kawan. Kawan-kawan ini bekerja di tempat yang ‘baru akan’ melakukan proses penilaian kinerja di tahun 2014 ini. Dengan perhatian yang cermat, saya menangkap ada bias resistensi diwajah mereka. Pun dari sikap dan pertanyaan mereka terhadap rencana management dalam menerapkan proses penilaian kinerja itu. Meskipun tidak semuanya, namun saya bisa yakinkan bahwa beberapa diantara mereka tidak menginginkan adanya penilaian kinerja seperti itu. “Yang penting kan kita kerja seperti biasanya….” Katanya.

Saya sudah sejak lama memperhatikan para karyawan di perusahaan lokal maupun asing. Lalu saya mengumpulkan pandangan mereka tentang penilaian kinerja tahunan ini. Sampailah saya pada temuan menarik berikut ini:

Pertama, kecenderungan orang yang resisten. Di perusahaan-perusahaan yang baru ‘akan’ menerapkan system penilaian kinerja, memang sering terjadi resistensi. Namun hal ini masih bisa dianggap wajar. Karena, untuk setiap perubahan yang penting kita tidak selalu serta merta mendapat dukungan dari semua orang. Tidak masalah sebenarnya, kalau mempertanyakan penerapan suatu kebijakan baru. Itu menunjukkan kepedulian dan ungkapan manusiawi. Yang jadi tidak wajar adalah kalau kita menolaknya karena ‘ogah ribet’, atau ‘ingin melanggengkan cara kerja suka-suka’. Padahal kita sendiri sebenarnya menyadari bahwa cara kerja kita selama ini belum baik.

Kedua, kecenderungan orang yang menolaknya. Saya mencermati bahwa sebagian besar orang yang menolak penilaian kinerja tahunan adalah mereka yang kinerjanya buruk. Atau mereka yang etos kerjanya rendah. Masuk akal kan? Soalnya penilaian kinerja hanya akan ‘memperlihatkan’ betapa buruknya profesionalitas pribadinya. Bayangkan saja, kalau selama ini kerjanya kurang bagus; maka pasti hasil penilaian kinerjanya juga tidak akan bagus kan? Laporan hasil penilaian itu akan tersimpan dalam database HRD selama karirnya. Itu berarti bahwa catatan karirnya akan buruk. Tentu akan buruk juga akibatnya kan?

Ketiga, kecenderungan orang yang belum memahaminya. Tidak semua orang yang menolak karena kinerjanya buruk. Ada juga orang yang menolak karena belum paham manfaat dari penilaian kinerja itu sendiri. Mereka hanya melihat ribetnya saja. Sedangkan manfaatnya tidak disadari. Hal ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh mereka sendiri. Sering malah disebabkan oleh atasan atau perusahaan dalam melakukan dan menindaklanjuti proses performance appraisal itu. Misalnya, hasil performance appraisal yang dilakukan selama ini hanya formalitas saja. Dan, tidak ada dampaknya pada kenaikan gaji, bonus atau benefit apapun. “Kalau cuman dilakukan tapi tidak diapa-apain, ya ngapain mesti dilakukan? Mendingan gak usah sekalian kan?”. Ini juga mesti menjadi bahan evaluasi bagi Anda kalau Anda seorang atasan atau pengambil keputusan di perusahaan.

Keempat, kecenderungan orang yang mengharapkannya. Ada karyawan yang menganggap penting penilaian kinerja gitu? Ada dong. Mereka biasanya adalah orang-orang yang memang selama ini memiliki kinerja bagus. Semakin bagus kinerjanya, semakin senang mereka kalau dievaluasi atau dinilai. Kenapa? Karena setiap proses appraisal kan pasti akan bagus hasilnya. Justru hal itu bisa menjadi bukti tertulis resmi yang mengakui bahwa dirinya bagus. Otentik. Bukan hanya sekedar basa-basi. Kalau Anda bisa membukukan sebuah pencapaian tinggi. Lalu atasan Anda melakukan penilaian kinerja Anda, pasti Anda senang kan? Justru Anda jadi kurang senang kalau atasan Anda cuek bebek saja.

Saya paham benar, bahwa masih banyak orang yang merasa jika penilaian kinerja itu sering hanya basa-basi saja. Juga nggak ada efeknya pada apapun selain formalitas belaka. Saya paham itu, karena memang faktanya masih banyak perusahaan dan atasan yang melakukan penilaian kinerja sebatas formalitas seperti itu. Kadang karyawan pun balik mempertanyakan. Karena mereka banyak melihat kolega-koleganya yang kinerja aktualnya kurang bagus, tetapi catatan dokumen performance appraisalnya bagus. Padahal kan setiap orang saling terhubung satu sama lain. Kita tahu satu sama lain. Sehingga jika terjadi penilaian yang ‘tidak lazim’, ya bakal kita rasakan keanehannya.

Saya tidak akan menyalahkan Anda jika bersikap begitu. Tetapi, tidak berarti saya sependapat dengan Anda soal itu. Dalam penilaian kinerja, jauh lebih baik kalau Anda berfokus pada kinerja Anda sendiri. Targetkanlah untuk mendapatkan penilaian paling obyektif dari atasan Anda terhadap kinerja Anda. Soal orang lain, tidak usah terlampau pusing. Karena bagaimana pun juga, penilaian kinerja bisa membantu Anda untuk terus memacu diri mengejar pencapaian tinggi. Tanpa itu, Anda justru bisa terlena. Sehingga potensi diri Anda jadi sia-sia. Dan peluang-peluang perkembangan pribadi Anda jadi terbengkalai pula.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Saya juga paham jika itu bisa membuat Anda sakit hati. Tapi, ada baiknya Anda merenungkan firman Tuhan dalam surah 82 (Al-Infithar) berikut ini: “Dan sesungguhnya buat kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaanmu.” Demikian pada ayat ke-10 Allah berfiman. Lalu melanjutkan di ayat ke-11 seperti ini;“Yang mulia disisi Allah, dan yang mencatat perbuatanmu.” Kemudian menegaskan diayat ke-12; “Mereka, mengetahui apa yang kamu kerjakan…”

Anda benar jika menganggap ayat itu hanya ditujukan pada amalan-amalan ibadah. Tetapi, bukankah bekerja mencari nafkah juga merupakan bagian dari ibadah? Niatkan dong pekerjaan Anda itu sebagai ibadah. Supaya ikut dicatatkan sebagai amal saleh dalam buku catatan yang dibuat oleh malaikat. Jadi kalau pun didunia ini kita belum mendapatkan imbalan yang sepadan, namun diakhirat kelak; kita mendapati buku catatan amal kita dipenuhi dengan kebaikan. Asyik kan?

Karyawan di kantor Anda membutuhkan pelatihan, kan? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA sebagai trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 31 Desember 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Penilaian kinerja itu baik untuk perusahaan, dan baik juga untuk karyawan. Maka kita mesti bekerjasama dengan sebaik-baiknya supaya proses appraisal itu berjalan dengan lancar. Dan, yang lebih penting lagi adalah; bekerja dengan sebaik-baiknya supaya hasil penilaiannya pasti baik. Sehingga proses penilaian kinerja pun jadi menyenangkan.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:corporatewomanph.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.