Friday , October 23 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Membangun Sinergi Dengan Anak Buah

Membangun Sinergi Dengan Anak Buah


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

“Jadi pemimpin itu kata-katanya layak didengar, dipatuhi, dan diikuti.” Jika Anda ‘akur’ dengan atasan, tentu Anda sependapat dengan pernyataan itu. Apa pun yang dikatakan atasan, Anda manut aja. Tapi kalau Anda sedang bermasalah dengan atasan, pasti Anda tidak sependapat kan? Bagaimana seandainya Anda di posisi sebagai atasan? Tentu Anda ingin agar kata-kata Anda didengar, dipatuhi, dan diikuti oleh anak buah Anda kan? Sadar atau tidak, Anda kurang senang jika ada anak buah yang ‘membangkang’. Meskipun Anda tidak memperlihatkan rasa kesal itu, tapi mungkin saja Anda menganggap anak buah yang satu itu ‘kurang bisa diajak kerjasama’. Anda, lebih suka pada anak buah yang penurut kan? Pertanyaannya adalah; apakah perkataan kita sebagai pemimpin ini selalu yang paling benar?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Dalam “Walking With Dinosaurus”, Scowler kecil sekarang sudah tumbuh menjadi dinosaurus dewasa. Sudah saatnya pula baginya untuk menantang sang pemimpin. Melalui pertarungan yang sengit, dia berhasil mengalahkannya. Mulai sekarang, Scowler berhak memimpin kawanan melakukan migrasi tahunan. Patchi yang kerempeng menyadari bahwa keputusan Scowler membawa kawanan melintasi danau yang membeku sangat membahayakan. Namun, sang pemimpin tidak mau mendengar peringatannya. Sedangkan seluruh pengikutnya tidak ada yang berani membantah perintah pemimpin. “Siape elo? Kok berani-beraninya menentang keputusan pemimpin!” Maka rombongan pun menyeberang danau beku.

Faktanya, memang tidak semua pemimpin mampu mengambil keputusan yang bisa memberikan dampak yang baik bagi para pengikutnya. Dalam banyak situasi, orang-orang yang tidak menduduki hirarki dalam kepemimpinan justru sering lebih bijak, lebih peduli, dan lebih mampu memberi manfaat kepada orang lain. Sementara para pemimpin formal, banyak yang terjebak oleh formalitas dan egosentrisme sehingga pola pikir dan tindakannya terbebani oleh usaha untuk menyelamatkan ‘citra kepemimpinannya’. Makanya, mereka cenderung memaksakan keputusan karena meralat keputusan yang sudah dibuat berarti mengakui kelemahan dirinya. Apalagi jika ralat itu dilakukan setelah mendapatkan masukan dari orang lain yang ‘bukan pemimpin’.

Scowler selalu merespon setiap kritikan dengan pernyataan seperti ini; “Akulah yang menjadi pemimpin kawanan ini!” Di kantor, kita tidak mengucapkan kalimat norak seperti itu. Tapi sikap dan cara kita merespon masukan dari anak buah kira-kira begitu jugalah. Kita cenderung menuntut agar orang-orang sadar ‘siapa kita’. Pemimpin mereka. Yang mesti mereka ikuti dan patuhi. Jika sikap kita masih seperti ini, maka kita adalah pemimpin yang mirip Scowler itu.

Patchi, tidak memiliki fisik yang kuat. Sehingga dia tidak layak memimpin kawanan. Tapi dia punya daya ingat yang tajam. Ketika melintasi danau beku itu dia bilang; “Aku ingat tempat ini,” katanya. “Berbahaya!” Dia ingat bahwa dalam migrasi masa kecilnya, mereka pernah melintasi danau beku itu. Ketika lapisan es tidak sanggup menahan beban berat seluruh kawanan, maka malapetaka pun terjadi. Patchi percaya bahwa ada jalan lain yang aman untuk dilintasi seluruh anggota kawanan. Sedangkan Scowler percaya bahwa sebagai pemimpin, dialah pemegang kekuasaan mutlak. Perintahnya adalah hukum yang harus dijalankan.

Bagaimana Anda memandang interaksi Patchi dan Scowler itu? Sebagai anak buah, mungkin Anda melihat pemimpin ndablek yang nggak mau dikasih tahu. Dan sebagai pemimpin, mungkin Anda melihat anak buah sok tahu yang doyan membangkang. Betul begitu? Betul. Karena Scowler mewakili para pemimpin egosenstris yang tidak mau dikritik atau diberi masukan oleh anak buahnya. Maunya dituruti saja. Meskipun kata-katanya belum tentu benar. Sedangkan Patchi, mewakili anak buah yang doyan menghasut anggota kawanan lainnya supaya tidak lagi patuh kepada pemimpinnya.

Kalau Anda anak buah, mungkin Anda mendukung Patchi. Karena kata-katanya terbukti benar. Lapisan es itu runtuh. Sehingga banyak anggota kawanan yang tenggelam. Jadi tidak cocok dong menyebut patchi sebagai pembangkang. Kan atasan kita juga tidak selalu benar. Malah banyak keputusan atasan kita yang sangat buruk. Masak sih kita mesti manut aja meskipun keputusan yang dibuat atasan itu salah?

Kalau Anda atasan, mungkin Anda mendukung Scowler. Buktinya, dia bisa selamat hingga ke seberang. Jika ada anggota kawanan yang tenggelam, itu karena ketidakmampuan dirinya sendiri. Dalam jabatan kita kan melekat tanggungjawab yang mesti dijalankan. Semua orang harus tangguh dan mesti kuat serta sanggup menjalaninya dengan sebaik-baiknya. “Saya bisa. Kenapa kamu tidak!” Jangan cengenglah. Kalau ada yang gagal, ya itu salahnya sendiri.

Jika cara pandang seperti itu yang kita gunakan, maka kita hanya akan berantem seperti halnya Pacthi dan Scowler yang harus bertarung saling mengalahkan. Bagaimana kalau kita ubah sudut pandangnya seperti ini; Scowler, telah terbukti layak memimpin karena memiliki kekuatan fisik yang paling hebat. Dialah dino yang paling perkasa didalam kawanan itu. Sedangkan Patchi adalah anggota kawanan yang paling cerdas dalam kawanan itu. Andai sebagai pemimpin Scowler bersedia mendengar masukan dari Patchi. Lalu dia mempertimbangkannya. Maka dia akan bisa membuat keputusan yang tepat untuk kawanannya tanpa harus kehilangan muka dihadapan para pengikutnya.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

“Oh, Dadang, Dadang. Namanya juga binatang. Mana bisa mikir kayak gitu Dang!” Anda boleh menghakimi saya seperti itu. Binatang kan nggak mungkin bisa diajak mikir seperti itu. Iyya deh. Saya terima kritikan Anda. Cara berpikir saya itu tidak cocok untuk mengatur cara memimpinnya binatang. Cara berpikir seperti itu, hanya cocok untuk manusia kan. Baiklah.

Tapi sebentar dulu. Kita memimpin manusia kan ya? Dan kita ini manusia. Berarti… cara memimpin seperti tadi itu cocok dong buat kita? Kalau begitu, maukah kita menjadi pemimpin yang bersedia mendengarkan masukan dari anak buah? Mau dong. Kan kita manusia ya…. Maka sebagai pemimpin manusia, kita mesti bisa membangun sinergi dengan anak buah kita. Jika tidak, kayaknya… kita bukan pemimpin manusia deh…

Tahun ini kantor Anda mengadakan training kan ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA sebagai trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 6 Januari 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Mendengar masukan dari anak buah tidak akan membuat harkat kita sebagai pemimpin menjadi rendah. Justru mereka semakin respek kepada kita, jika kita memberi tempat yang layak atas aspirasi dan buah pikiran mereka.

Ingin mendapatkan kiriman “L (= Leaderism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:walking with dinosaurus

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.