Sunday , March 7 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Work From Home Itu….

Work From Home Itu….


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Anda mendambakan untuk bekerja dari rumah alias work from home – WFH – kan? Ayolah. Mengaku saja. Bayangkan jika Anda seorang Ibu rumah tangga yang bekerja. Bisa bekerja dari rumah, tentu sangat memudahkan urusan Anda. Urusan kantor selesai. Urusan anak-anak juga selesai kan? Kalau Anda lelaki pun sama. Meski tidak harus mengurusi anak-anak, tetap saja Anda tidak menyukai kemacetan yang setiap hari Anda hadapi saat ngantor kan? Belum lagi kalau Anda males ketemu boss yang bawel itu. Kalau boleh bekerja dari rumah, pastinya nikmat banget dong. Anda mau kan?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Dikantor tempat saya bekerja dulu, pembicaraan tentang WFH sempat mengemuka. Bahkan kami pernah melakukan kajian tentang kemungkinan diberlakukannya hal tersebut. Dari sisi karyawan sih tentu senang banget. Siapa yang tidak suka dibolehkan bekerja tanpa harus pergi ke kantor kan? Bayaran jalan terus. Tapi kita boleh berada di rumah untuk menyelesaikan tugas-tugas harian. Sedap banget. Itu dari sudut pandang karyawan. Dari sudut pandang perusahaan, bagaimana?

Sebenarnya, perusahaan lebih menginginkan hasil kerja dibandingkan dengan kehadiran karyawan. Namun apakah ada jaminan bahwa kinerja karyawan akan baik jika mereka diizinkan untuk bekerja dari rumah? Tentu mudah kalau sekedar menjawabnya kan. Bilang saja ‘Dijamin!’. Tapi, bisakah realisasinya seperti yang dijanjikan? Ini masih tanda tanya besar.

Karyawan itu, ada dikantor saja masih suka ‘bermain-main’ dengan waktu. Bekerja di kantor yang diawasi atasannya saja masih menganggap sepele soal kinerja dan kedisiplinan. Apakah keadaannya akan lebih baik jika mereka bekerja dari rumahnya sendiri? Itu loh antara lain rintangan paling besar kenapa WFH tidak bisa dijalankan. Bagaimanapun juga, perusahaan tidak akan mengambil resiko sebesar itu.

Bukan berarti hal itu tidak mungkin. Mungkin saja kok. Tetapi jelas sekali bahwa kebijakan WFH ini tidak bisa diberlakukan secara umum. Hanya karyawan-karyawan yang mempunyai ‘kualifikasi’ tertentu saja yang bisa diberi kepercayaan itu. Dan jumlah karyawan yang seperti itu hanya sedikit sekali. The Wall Street Journal misalnya pernah mempublikasikan artikel yang menjelaskan bahwa pada tahun 2010 di US, ada sekitar 6,6% professional yang bekerja dari rumah. Angka itu sudah termasuk para self-employed.

Jadi di Negara maju pun masih sedikit orang yang dinilai pantas untuk bekerja dari rumah. Apalagi di Negara yang karyawannya doyan demo seperti negeri kita ini kan? Meski begitu, tidak berarti kita tidak bisa loh. Jika kita memenuhi kualifikasi orang yang langka itu kan oke juga. Lagian, bagus juga kan kalau kita menjadi professional yang lebih baik dari orang lain. Meskipun tidak menjalani WFH, tetap saja kita dinilai sebagai karyawan yang unggul. Kalau mau unggul seperti itu, beberapa kualifikasi berikut ini mesti kita miliki.

Pertama, integritas diri. Nggak mudah kan menjaga integritas diri. Khususnya ketika tidak ada yang mengawasi. Kalau ada yang ngawasi mah mudah. Secara otomatis kita akan jujur, baik, dan berdedikasi. Tapi apakah kita bisa tetap menjaga kejujuran kebaikan dan dedikasi itu jika bekerja sendiri? Nggak semudah itu. Namun juga nggak sulit-sulit amat kok. Kalau kita percaya bahwa Tuhan senantiasa melihat setiap tindakan dan perbuatan kita. Maka kita tidak akan berani berbuat yang ‘aneh-aneh’ kan. Rasulullah menyebutnya sebagai sikap ‘Ihsan’. Yaitu kesadaran diri bahwa Allah selalu mengawasi. Hanya jika memiliki integritas diri yang tinggi saja kita bisa dipercaya kan?

Kedua, menjaga kinerja. Apapun pekerjaan kita, pasti dituntut untuk memberikan hasil kan? Nggak ada perusahaan yang nggak nuntut hasil. Karena dengan apa yang kita hasilkan itulah perusahaan punya kemampuan untuk membayar gaji. Jadi jangan sakit hati kalau ditanya hasil melulu. Jangan merasa diperbudak kalau dituntut untuk terus meningkatkan produktivitas. Namanya juga kerja kan? Kesadaran seperti ini penting. Supaya kita bisa memastikan bahwa buat perusahaan, kita ini berharga. Jika dikantor saja kinerja kita buruk, apalagi boleh kerja dari rumah kan? Maka mulai sekarang, pastikan bahwa setiap hari Anda bisa memberikan hasil atau kinerja bagus buat perusahaan.

Ketiga, sikap dan perilaku kerja. Kita semua dibayar untuk bekerja. Ukurannya bisa jam. Bisa jumlah atau nilai proyek. Bisa macam-macam. Kita menyebutnya KPI. Angka dan benda gampang menghitungnya. Kalau yang bukan angka dan benda, bagaimana mengukurnya? Tentu dari perilaku dan tingkah polah sehari-hari kan? Anda tidak mungkin dipercaya untuk WFH kalau sikap dan perilaku kerja selama dikantor masih belum bagus. Kalau sering telat masuk kantor misalnya. Mana cocok WFH? Kalau sering bikin masalah juga sama. Maka, penting bagi kita untuk membangun sikap dan menunjukkan perilaku kerja yang baik mulai sekarang.

Saya bisa mengerti jika Anda merasa semua itu sia-sia. Toh nggak bakal dikasih WFH kok sama kantor. Jadi ngapain mesti susah-susah begitu? Kerja nyantai ajalah. Iyya kan? Saya paham soal itu. Tapi, pernakah Anda membayangkan bahwa Anda tidak akan selamanya bekerja disitu? Akan tiba saatnya Anda harus berhenti dan tidak diterima lagi bekerja dimana pun. Meski Anda suka, tapi Anda bakal pensiun juga kan? Bisa langsung nyantai emang kalau pensiun? Maunya sih begitu. Nyatanya kan kita mesti terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ayolah. Begitu faktanya kan?

Sahabatku. Disaat kita harus berjuang sendiri itulah justru kita membutuhkan semua kualifikasi bagus yang kita bangun selama masih bekerja itu. Jika kita baru membangun semua kualifikasi itu tepat disaat pensiun, ya telat dong. Nggak bakal sempat lagi. Justru sekaranglah saatnya untuk mulai melatih diri. Supaya saat pensiun nanti, kita relatif bisa lebih siap dibandingkan dengan mereka yang lengah dan berleha-leha semasa masih kerja. Tentu saya tidak bisa menjamin hidup Anda bakal tetap baik-baik saja setelah tidak bekerja nanti. Tapi tetap lebih baik kan kalau sejak sekarang kita melatih diri agar bisa diandalkan saat harus bekerja dari rumah?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Anda boleh saja jika mengira saya cuman omong teori doang. Tapi izinkan saya untuk menyampaikan kepada Anda bahwa saat ini; saya bekerja dari rumah. Namun harus saya akui bahwa itu tidaklah mudah. Sekalipun demikian, keberanian saya untuk melakukannya dimulai dari persiapan sejak masih bekerja sebagai seorang professional. Sewaktu masih menjadi karyawan seperti Anda, saya memang sudah meniatkan untuk bekerja bersungguh-sungguh meskipun tidak diawasi terus oleh atasan. Karena saya percaya bahwa; apa yang saya kerjakan hari ini, akan menjadi bekal saya dikemudian hari. Dan saya percaya bahwa apa yang Anda kerjakan hari ini, akan menjadi bekal Anda juga dikemudian hari.

Jadi, sebenarnya tidak penting apakah kantor kita akan memberi kesempatan WFH atau tidak. Yang penting itu adalah apakah kita memiliki kemampuan untuk WFH atau tidak. Sebab, cepat atau lambat; kita akan dihadapkan pada kenyataan hidup yang menuntut kita untuk WFH entah suka rela atau terpaksa. Ketika tidak ada lagi kantor yang mau mempekerjakan kita, keadaan akan tetap baik-baik saja. Kalau kita sudah menyiapkan diri untuk bisa WFH. Anda sudah siap melakukannya? Jika belum. Mari belajar dan mempersiapkan diri; sekarang juga.

Kantor Anda akan mengadakan training ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA menjadi trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 29 January 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Kalau kita bekerja sungguh-sungguh dikantor, keuntungannya bukan hanya untuk kantor saja. Keuntungan terbesar justru buat diri kita juga. Khususnya ketika kita sudah terbiasa menghasilkan sesuatu yang berharga. Sehingga kelak kalau sudah tidak bekerja disana lagi, kita masih bisa mandiri.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:pureleverage.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.