Wednesday , January 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Sukses Kelas Angkot Versus Mobil Pribadi

Sukses Kelas Angkot Versus Mobil Pribadi

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Semua orang kepengen sukses. Betul ya? Silakan tanya kepada siapa saja; Anda mau sukses apa tidak? Pasti jawabannya mau. Jangankan bertanya pada orang, kucing pun kalau ditanya mau sukses apa tidak pasti menjawab ‘miauuuuuw….’. Maulah kalau sukses mah. Masalahnya, orang-orang yang mau sukses itu mau apa nggak menempuh jalan menuju kesuksesan itu. Miauw apa tidak mereka membayar harganya. Kalau cuman mau suksesnya doang tapi tidak mau susah payah memperjuangkannya, Anda menyebut orang itu apa? Eh, orang itu. Kita kaleee yang begitu……

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Saya cukup banyak bertemu dengan orang. Kalau ditanya; “Mau sukses?” Jawabnya “mau”. Mau membayar harganya? “Mau”. Mau menempuh jalannya? “Mau”. Tetapi begitu ditunjukkan jalannya, mereka bilang;”Aduh pa… kalau begitu sih…..” Saya tidak akan meneruskan kalimat itu. Namun, Anda tentu sudah bisa memperkirakan sendiri bagaimana kelanjutannya.

Kenapa kebanyakan orang pada enggan untuk menempuh jalan menuju kesuksesan? Mungkin alasannya beragam macam. Tapi dari sedemikian banyaknya alasan itu, saya menyimpulkan bahwa intinya sih hanya satu, yaitu; mereka merasa bahwa ada cara lain menuju kesuksesan, selain dari cara yang saya anjurkan. “Saya mending pake cara saya saja deh pak…” katanya. Dan saya bilang “Silakan”. Ya iyya dong. Kan setiap orang berhak memilih jalannya sendiri.

Loh, memangnya ada perbedaan cara kebanyakan orang dengan cara yang saya anjurkan? Ada. Ibaratnya kita ingin menuju ke suatu tempat yang sama dengan 2 pilihan alternative yaitu, (1) menggunakan mobil angkutan umum alias angkot, dengan (2) menggunakan mobil pribadi.

Untuk naik mobil angkot, orang hanya perlu modal tiga ribu rupiah. Sudah bisa naik. Gampang kan? Gampang. Dibandingkan dengan naik mobil pribadi yang ‘uang dimukanya’ mesti puluhan bahkan ratusan juta kan? Meski kita tahu bahwa naik mobil pribadi itu rasanya beda dengan naik angkot. Walau kita paham bahwa naik mobil pribadi itu bisa lebih cepat daripada angkot. Namun kebanyakan orang memilih untuk naik angkot.

Perhatikan kalau angkot sedang ngetem. Ketika mobil itu masih kosong, biasanya orang mudah untuk naik. Betul ya? Dia bisa duduk diposisi mana saja yang disukainya. Semakin bertambah penumpang, semakin sesak. Lalu. Perhatikan jika diangkot yang ngetem itu hanya tersisa 1 kursi terakhir. Apakah, mendapatkan penumpang terakhir itu semudah penumpang yang sebelumnya? Biasanya, penumpang memilih angkot lain yang masih leluasa didalamnya kan? Akhirnya memang ada yang naik. Kemudian keadaan berubah menjadi uyel-uyelan.

Persis seperti kesuksesan yang kita kira bisa ditempuh dengan cara mudah pada awalnya. Tanpa kerja keras. Tanpa resiko. Tanpa modal besar. Lalu kita sesumbar bahwa dengan cara gampang pun sudah sukses. Padahal itu hanya diawalnya saja. Dengan berjalannya waktu, kesusksesan kita semakin melambat. Dan kenikmatan yang kita dapatkan semakin sedikit. Makin sumpek dan makin sesek. Itu ciri kesuksesan kelas angkot.

Perhatikan mobil pribadi. Untuk bisa naik ke mobil pribadi, tidak semudah naik angkot. Kita mesti investasi dengan sejumlah besar uang didepan. Supaya punya mobil pribadi itu. Tapi setelah itu, kita dapat menikmati kenyamanan dan kecepatan yang tidak bisa ditandingi oleh angkot. Ada emangnya mobil pribadi yang penuh sesak? Ada mobil pribadi yang ngetem? Tidak.

Seperti itu jugalah kesuksesan sesungguhnya yang kita bangun. Pada awalanya mungkin sangat berat. “Aduh pak Dadang, kalau begitu caranya berat pak.” Iyya, memang berat pada awalnya. Tapi ketika kita berhasil menundukkan awal yang berat itu, sisa perjalanan kita bisa ditempuh lebih nyaman dan lebih cepat kan?

Ketika turun dari angkot, bagaimana orang lain memandang Anda? Ah, biasa-biasa saja kan? Anda tidak mendapatkan perhatian lebih dari klien Anda, dari gebetan Anda, dari peluang-peluang menuju kesuksesan yang Anda inginkan. Kenapa? Karena Anda kelas angkot. Sudah mah ngetemnya lama. Perjalanannya sesak dan sumpek, eh, sampai ke tujuan tidak mendapatkan pengakuan.

Ketika turun dari mobil pribadi. Tubuh Anda masih wangi. Tak sedikit pun tercemari oleh keringat dari orang lain. Segar badan karena bisa duduk dengan nyaman. Penampilan Anda masih rapi. Oh, semuanya oke kan. Dan orang pun memandang Anda dengan cara yang berbeda. Ketika pandangan pertama mereka positif, bukankah itu merupakan signal untuk datangnya kesuksesan demi kesuksesan lainnya bagi Anda? Iyya.

Itu sebabnya teman-temanku, kenapa orang sukses yang berkelas itu lebih dekat dengan kesuksesan lainnya. Sedangkan orang sukses yang ecek-ecek biasanya ya begitu aja terus hidupnya dari tahun ke tahun. Orang sukses kelas mobil pribadi, semakin tua semakin berjaya. Orang sukses kelas angkot, pada usia 55 langsung ngedrop. Hingga pada akhiranya dia, naik angkot pun sudah tidak lagi bisa. Padahal, orang sukses kelas mobil pribadi semakin tua semakin luas jaringannya. Semakin besar bisnisnya. Dan semakin kuat daya tariknya terhadap rezeki. Anda. Memilih jenis sukses yang mana?

“Aduh, Kang Dadang, pusing nih teorinya ribet!” Baiklah, kalau begitu saya beri Anda yang jelas-jelas saja ya. Begini. Jika jabatan Anda makin tinggi dan gaji Anda makin besar, tapi diri Anda makin stress, makin diperbudak oleh pekerjaan, makin pusing melakukan ini itu, makin uyel-uyelan dengan kertas kerja, makin tidak punya waktu karena padatnya jadwal meeting dan tetek bengek lainnya, maka sukses Anda itu baru sekelas naik angkot.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Tapi jika karir Anda semakin membaik, pendapatan Anda semakin besar dan Anda semakin dapat menikmati hidup, semakin bahagia, semakin banyak waktu untuk dihabiskan bagi diri sendiri dan keluarga atau orang-orang terkasih Anda. Nah, itu indikasi bahwa sukses Anda tersebut adalah; sukes kelas mobil pribadi. Paham ya? Pahamlah pasti. Terus. Sukses yang mana yang Anda pilih? Ah, soal pilihan Anda sih silakan saja. Kalau saya. Mau dan sedang membangun sukses kelas mobil pribadi.

Kantor Anda akan mengadakan training ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA menjadi trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 28 Mei 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan kaki:
Jika Anda: (1) Sedang memasuki Masa Persiapan Pensiun atau tengah menghadapi proses PHK, (2) Masih bingung mau melakukan apa untuk mendapatkan nafkah setelah tidak bekerja lagi, dan (3) Ingin mencari jalan keluarnya bersama saya. Silakan kirim email ke dkadarusman@yahoo.com dengan subyek “Persiapan Pensiun”. Mohon dicatat bahwa penawaran ini hanya untuk mereka yang memenuhi ke-3 syarat diatas. Khususnya yang berada di JAKARTA ya. Jika Anda tidak memenuhi kriteria itu, mohon tidak mendaftar.

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:cars movie – tow mater

About dkadarusman

dkadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327 atau 0812 19899 737.

Comments are closed.