Sunday , December 15 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / MASIH INGIN MERDEKA

MASIH INGIN MERDEKA

(Sebuah Refleksi Pribadi)

Masih ingin merdeka. Sengaja memilih pernyataan bermakna ganda itu. Pertama, karena kemerdekaan yang sudah kita miliki ini bisa hilang lagi. Dan kedua, walau pun secara formal sudah merdeka; tapi ada banyak aspek kehidupan kita masih terjajah oleh pihak lain. Bangsa lain. Atau hal-hal lain.

Indonesia ini bangsa yang besar. Kaya dengan berbagai sumber daya alam. Subur. Panorama alamnya mempesona pula. Sedangkan kita. Seperti di nina bobokan dalam keadaan yang serba indah ini. Sementara bangsa lain, melihat semua potensi negara kita sedemikian menggiurkannya.

Walhasil, mereka dengan rakus mengeksploitasinya. Dan bangsa kita – paling banter – menjadi kulinya saja. Kecuali segelintir orang saja. Itu pun pada umumnya hanya bermain di level remah-remahnya saja. Mitos. Atau fakta?

Penjajahan, tidak harus dengan senjata dan invasi militer. Penjajahan bisa berupa penguasaan bumi, air, dan tanah yang tidak digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Penjajahan yang terjadi melalui keberpihakan para pemimpin negeri kepada bangsa lain daripada bangsanya sendiri.

Buat rakyat, kemakmuran hanya akan terwujud melalui pemerintahan yang bersih dan adil. Hanya jika pemimpinnya peduli kepada rakyatnya. Bukan pemimpin yang membuka pintu lebar-lebar pada bangsa asing sambil abai atas kesejahteraan dan kepentingan rakyatnya sendiri. Di Indonesia tercinta, apakah tanda-tandanya sudah terjadi?

Masih ingin merdeka. Dalam konteks pribadi tak kalah relevannya. Saya saja contohnya. Masih belum merdeka dari belenggu kemalasan. Masih suka patah arang. Masih bergantung pada orang lain, bahkan untuk hal-hal yang seharusnya bisa saya selesaikan sendiri.

Dari aspek finansial, juga belum merdeka. Masih suka pusing dengan tagihan dan pemenuhan berbagai kebutuhan. Masih terbelenggu oleh hutang. Masih suka khawatir dengan itu dan ini. Saya tidak bertanya apakah Anda begitu juga atau tidak. Yang jelas, manusia Indonesia dengan kondisi seperti saya ini; tidak sendirian.

Tapi kemerdekaan yang sudah kita miliki, layak disyukuri. Menjadi bangsa yang merdeka merupakan anugerah yang tiada terkira. Tidak terbayang jika hari ini kita berhadapan dengan bangsa lain yang menenteng senjata. Kita. Tuan rumah di negeri kita sendiri. Sehingga tidak ada bangsa manapun yang mengatur-atur, merintah-merintah, atau melarang-larang kita disini. Alhamdulillah.

Indonesia ini negara kita. Mana ada bangsa lain yang peduli melebihi kita? Tak usah harap orang asing mengurusi negeri ini dengan tulus tanpa pamrih. Selain nyaris mustahil, juga tidak pantas kalau sebagai bangsa; kita abai terhadap negerinya sendiri.

Saya pribadi menyadari kekeliruan yang pernah saya lakukan. Saya golput dalam pemilu. Seolah tidak peduli kemana saja masa depan bangsa ini mau dibawa. Hasilnya? Terima saja apapun keadaannya. Mau bagaimana lagi kan?

Tidak bisa lagi kita berprinsip ‘terserah siapa pun pemimpinnya’. Karena kualitas seorang pemimpin, menentukan nasib bangsa dan negara. Dan saya sadar, bahwa sebagai rakyat kita bisa mengambil peran. Minimal, ikut mencarikan negeri ini pemimpin yang takut kepada Alloh untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.

Mulai hari ini. Rabu 17 Agustus 2016. Saya sudah tidak mau golput lagi. Saya akan memilih orang-orang yang saya percayai bisa mengemban amanah bangsa dan negara di pundak mereka. Saya mengajak Anda yang suka golput juga. Mulai sekarang. Bertekad untuk menentukan pilihan.

Semoga para pemimpin negeri ini diberi Alloh kekuatan untuk menjalankan amanah kepemimpinan itu. Dan mereka dimampukan. Dan dimaukan. Untuk menjaga kemerdekaan. Dan kedaulatan. Negara. Kesatuan. Republik. Indonesia. Saya masih ingin merdeka!

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, and Public Speaker
www.dadangkadarusman.com..
Call us at 0812-19899-737

gambar: pintarin.com

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.