Sunday , December 15 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Berdaya Saingkah Masyarakat Indonesia?

Berdaya Saingkah Masyarakat Indonesia?


Hore, Hari Baru! Teman-teman.

Akhir-akhir ini, kita melihat sedemikian banyaknya masyarakat Indonesia yang semakin tidak berdaya. Bukan pesimisme yang saya maksudkan. Melainkan ‘wake up call’. Supaya kita terbangun dari keterlenaan.

Disadari atau tidak, daya saing masyarakat kita semakin menurun. Baik untuk bersaing dengan kemajuan teknologi. Dengan arus kapital investor sekelas T-Rex. Maupun bersaing dengan ‘manusia-manusia’ lainnya. Khususnya di zaman ketika dari mana-mana semakin banyak orang berdatangan ke negeri kita.

Karena berbagai keterbatasan, maka setiap bulan saya hanya mampu melayani training untuk 2 atau 3 perusahaan saja. Jika kantor Anda ingin melakukan training, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Maka tanpa daya saing, masyarakat Indonesia hanya akan kebagian remah-remah dari lezatnya kue kesuburan dan kemakmuran serta melimpah ruahnya sumber daya alam kita. Ironisnya, itu terjadi di negerinya sendiri.

Menyaksikan masyarakt Indonesia kini, seperti menatap orang-orang yang tidak berdaya. Yang semakin hari, bukannya semakin kompetitif. Tapi malah semakin melemah saja. Dari mana indikasinya? Banyak. Salah satunya, dari mereka punya pancaran cahaya di raut wajah…

Bisa kita baca beban hidup dari wajah mereka. Anda, misalnya. Tidak akan tahu apa yang saya alami dalam hidup. Tetapi ketika Anda melihat cahaya di wajah saya meredup. Maka Anda tahu bahwa saya sedang dirundung masalah. Sesederhana itu saja sebenarnya. Untuk membangun sensitivitas kebangsaan kita.

Lantas. Siapa yang bertanggungjawab untuk meningkatkan daya saing mereka yang secara ekonomi semakin terpinggirkan itu? Perusahaan tempatnya bekerja iya. Dirinya sendiri iya. Oh. Satu lagi. Pemerintah tentunya. Bukankah pemerintah ada untuk mensejahterakan rakyatnya sebagai prioritas utama?

Pertama, diri sendiri. Tanggungjawab mendidik diri itu terletak di pundak sendiri. Beberapa hari lalu, misalnya. Saya harus 2 kali naik taksi dari metropolitan bekasi menuju ke cibubur. Kecewa. Karena keduanya mengaku tidak tahu jalan. Padahal bukan taksi ecek-ecek loh.

Sopir pertama tersesat ke Pelabuhan Tanjung Priuk. Sopir kedua, tidak tahu pintu tol cibubur. Sempat kesaaaal, walau ditahan-tahan dalam hati. Agak kapok juga. Karena rugi ‘segala-galanya’.

Tapi. Tadi malam. Dan hari ini. Para sopir taksi konvensional itu berjejer di pinggir jalan. Dengan wajah yang…. begitulah. Mungkin karena sepi penumpang. Sambil memikirkan apa hasil usaha yang bisa mereka bawa pulang. Tiba-tiba hati jadi lumer lagi…

Kedua. Tanggungjawab perushaan. Dalam kasus kedua sopir taksi itu, mereka mengaku baru bekerja 3 sampai 4 minggu saja. Saya percaya dari nada bicara dan aura percakapan kami serta permohonan maaf berulang-ulang kali yang mereka ucapkan.

Maka perusahaan itu bertanggungjawab untuk mendidik karyawannya hingga memiliki kompetensi yang memadai untuk menjalankan tugasnya melayani pelanggan. Supaya mereka sendiri jadi bahagia karena dihargai pelanggannya. Bukankah kita bahagia ketika pelanggan puas atas pelayanan yang kita berikan?

Ketiga. Peran pemerintah. Akhir-akhir ini saya sering sedih menyaksikan para ponggawa negeri. Menyimak program kerjanya. Menyimak perilaku aparatnya. Menyimak keberpihakkan kebijakan yang dibuatnya. Menyimak…. Kisah sopir taksi itu hanya contoh kecil saja. Di sektor lainnya…. tak kalah miris. Sampai rasa hati ingin menjerit ‘Bapak Dimana?’.

Karena berbagai keterbatasan, maka setiap bulan saya hanya mampu melayani training untuk 2 atau 3 perusahaan saja. Jika kantor Anda ingin melakukan training, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Tidak boleh kita menafikan peran pemerintah. Sudah ada. Tapi. Kita berharap lebih banyak hal lagi yang bisa pemerintah buat untuk rakyatnya. Minimal, memberi bekal yang memadai untuk bisa bersaing dengan – khususnya – para pendatang yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

“Rakyat di negeri kita ini sedang pada susah. Entah apakah bisa berharap apah. Kepada siapah…. ataukah… ah. Sudahlah. Nanti pipi bisa basah….” Bisa saja begitu pikiran kita kalau sudah kehilangan harapan.

Tapi. Masih adalah asa itu. Setidaknya, bangsa Indonesia masih punya kesempatan. Untuk melakukan pembenahan. Lakukan sendiri, bagian kita. Lakukan oleh perusahaan, tugas perusahan. Dan lakukan oleh aparat negara hal yang menjadi kewajiban pemerintah. Untuk Indonesia.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, And Public Speaker
www.dadangkadarusman.com

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Karena berbagai keterbatasan, maka setiap bulan saya hanya mampu melayani training untuk 2 atau 3 perusahaan saja. Jika kantor Anda ingin melakukan training, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:YOUTUBE

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.