Saturday , October 21 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Membuat Keputusan Yang Benar

Membuat Keputusan Yang Benar

Setiap jabatan selalu disertai dengan kewenangan. Diantara kewenangan itu adalah; mengambil keputusan sesuai dengan tingkatan otoritasnya. Makanya, setiap orang yang menduduki suatu jabatan tertentu, harus. Bukan boleh ya, harus mampu mengambil keputusan.

Sayangnya, fakta menunjukkan bahwa banyak orang yang tidak berani mengambil keputusan karena takut salah. Sehingga otoritas itu tidak dimanfaatkan secara optimal. Bahkan tak sedikit pejabat yang masih membebani atasannya dengan ketergantungan dalam proses pengambilan keputusan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Memang, keputusan yang diambil itu harus benar. Jika salah, maka akan berdampak buruk pada perusahaan. Namun, hal itu tidak boleh menghalangi proses pengambilan keputusan. Lalu. Bagaimana caranya supaya terhindar dari membuat keputusan yang salah? Ah. Kita ubah pertanyaannya jadi begini: Bagaimana caranya, supaya terampil mengambil keputusan yang benar?

Ada 5 hal yang harus kita pahami. Pertama, benar tidaknya keputusan sangat ditentukan oleh standard yang digunakan. Misalnya aspek hukum, budaya dsb. Maka untuk membuat keputusan yang benar, mengaculah kepada standard itu.

Misalnya. Peraturan di perusahaan Anda hanya mengijinkan mengadakan dinner dengan klien maksimal senilai Rp. 200 ribu per orang. Apakah informasi ini bisa membantu Anda mengambil keputusan yang benar untuk menentukan di restoran mana entertain dilakukan? Tentu. So understand the standard. And follow trough.

Kedua. Tentukan standar apa yang hendak dipakai termasuk standard sendiri, standard perusahaan, atau standard market juga boleh.

Contoh. Dalam kasus diatas. Anda punya klien khusus. Di market, untuk klien sekelas itu entertainnya minimal Rp. 400 ribu. Maka standard perusahaan tidak masuk. Kalau dipaksakan ya nggak klop. Malah bisa merusak citra perusahaan. We call this ‘exception’. Oke?

Ketiga. Bikin standard baru. Kadang-kadang, kita dihadapkan pada masalah yang sama sekali tidak ada standard acuannya. Maka case ini, bisa sekalian kita jadikan momen untuk belajar membuat standard baru. Jadi kalau kelak muncul lagi case yang sama, nggak bakal pusing lagi. Dalam membuat standad baru, pastikan mencakup aspek kualitatif dan kuantitatif.

Keempat. Gunakan matrix system. Khususnya ketika menghadapi masalah yang kompleks dengan berbagai aspek yang harus dipertimbangkan. Setiap aspek itu dikasih bobot berdasarkan dampak, urgensi, atau kepentingannya. Kemudian dikalikan deh. Nanti ketemu skornya. Dari situ kita bakal menemukan the best optionnya.

Agak teknis memang. Tapi dalam training ‘Problem Solving & Decion Making” yang saya fasilitasi, kelihatan kalau metodologi ini berguna banget. So you can learn this technique to enhance decision making skills. Nggak rugi kalau Anda menguasai teknik ini.

Kelima. Intuisi bolehkah? Silakan. Tapi intuisi tdk berlaku untuk semua orang.
Intuisi itu merupakan ‘bawaan’ pada orang-orang tertentu. Kebanyakan orang, tidak punya bawaan itu. Tapi, semua orang bisa mempertajam intuisinya. Gimana caranya? Begini.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kita tahu bahwa pengetahuan yang luas dan pengalaman yang banyak, berhubungan dengan refleks tubuh. Demikian pula halnya dengan decision making. Maka orang yang sudah banyak makan asam garam sering dianggap lebih tajam intuisinya. Padahal, itu sebenarnya soal proses ‘memanggil’ brain memory (kognitif) and muscle memory (psikomotorik) saja.

Maka bagi kaum awam atau orang yang belum banyak nyicipin asam garam (pasti rasanya asem banget dan asin abees) seperti kita, mengambil keputusan berdasarkan intuisi itu tidak dianjurkan. Terlebih lagi jika keputusan itu menyangkut hajat hidup orang lain. Maka follow the step 1, 2, 3, and 4 diatas deh ya. Jadi walaupun ngeyel mau pakai intuisi, ada sainsnya juga. Clear?

N.B: Jika kantor Anda ingin mengadakan training terkait topik ini, Anda bisa memberi referensi kepada menejmen tentang siapa pembicara yang Anda inginkan.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, And Public Speaker
www.dadangkadarusman.com

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:toonpool
Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.