Monday , June 26 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Jangan Tinggalkan Anak Buahmu

Jangan Tinggalkan Anak Buahmu

Salah satu priviledge para atasan adalah memiliki akses kepada posisi yang lebih tinggi. Bagaimana pun juga, staff Anda lebih kecil peluangnya untuk menghadap boss besar kan?

Namun. Banyak anak buah yang merasa ditinggalkan atasannya. Mereka merasa atasannya hanya mementingkan diri sendiri. Bahkan, tentu Anda tidak asing dengan pernyataan ini; “Yang lelah anak buah, yang dapat pujian atasan…”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salah satu referensi utama yang saya gunakan dalam mempelajari prinsip-prinsip kepemimpinan adalah Al-Qur’an. Misalnya kisah tentang Nabi Musa a.s. sebagaimana dipaparkan dalam surah Thoha. Setelah aman dari kejaran Fir’aun, Musa dan kaumnya diperintahkan untuk menuju ke sebuah bukit.

Musa pun bergegas memenuhi perintah Tuhannya. Ketika Musa datang seorang diri, Alloh pun bertanya; “Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu wahai Musa?”.

Membaca ayat ini, hati saya seperti disentil. Tepat di pusat kesadaran diri saya. “Mengapa kamu datang lebih cepat daripada anak buahmu wahai Dadang…?” Ayat ini rasanya berbunyi seperti itu.

“Itu mereka sedang menyusul ya Tuhanku,” demikian Musa katakan. Dan persis seperti itulah yang di zaman ini kita lakukan. Kita. Begitu yakin bahwa anak buah kita akan ‘baik-baik’ saja setelah kita tinggalkan.

Kita bersegera menghadap boss dengan harapan beliau suka pada antusiasme dan kecepatan respon kita. Sebagaimana Musa katakan; “Dan aku bersegera menghadap kepadamu agar Engkau ridho kepadaku…” Lalu apa yang terjadi?

“Tahukah kamu wahai Musa,” demikian Alloh bertanya. “Bahwa kami telah menguji para pengikutmu sesudah kamu tinggalkan?” Ternyata, para pengikutnya telah mengabaikan perintahnya.

Kisah ini membuka kesadaran baru bahwa; sebagai seorang leader, kita tidak boleh meninggalkan orang-orang yang kita pimpin di belakang hanya karena ingin menunjukkan loyalitas kepada pimpinan.

“Jadi elo menyuruh gue membawa rombongan anak buah gue kalau menghadap Dirut, Dadang?!” Mungkin Anda bertanya demikian.

Begini. Meninggalkan anak buah itu bisa dipandang dari 2 aspek. Pertama, dalam pengertian fisik. Tidak berarti harus berbondong-bondong tentunya. Saya kasih Anda contoh aktualnya. Seseorang yang menjadi guru dan mentor sekaligus atasan saya dulu. Kalau beliau mau meeting dengan boss besar, sering membawa saya. Anak buahnya banyak. Tapi seringnya saya yang diajak.

Apa gunanya? Untuk memback-up beliau, tentu saja. Saya harus membawa data yang dibutuhkan walaupun kadang data itu tidak dipakai sama sekali. Saya selalu ikut bicara? Kadang-kadang. Itu pun cuma beberapa kalimat. Seringnya cuma diam saja.

“Kalau gitu kamu cuma dikerjain dong Dang. Kurang kerjaan kalee. Anak buah gue juga mana ada yang mau!”

Begini. Diamnya kita di ruang pertemuan dengan boss besar merupakan sebuah momen penting. Bukankah pembicaraan para boss punya kelas yang berbeda? Dimana lagi kita bisa belajar menyimak obrolan tingkat tinggi coba? Selain itu, sering ketemu boss besar merupakan sebuah keuntungan. Dia jadi kenal kita. Apa untungnya dikenal boss? Mikiiirrr….

Kedua, yang dibawa bukan orangnya. Tapi namanya. Seberapa sering Anda menyebut nama anak buah Anda dalam pertemuan dengan boss besar? Biasakan untuk menyebut kontribusi mereka. Anda tidak rugi apa-apa. Toh boss Anda juga tahu bahwa kinerja Anda adalah hasil akumulasi dari kinerja para anak buah.

Boss Anda pun untung karena dia jadi tahu bahwa dikantornya, proses suksesi berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu tugas terpenting seorang CEO kan memastikan proses pengembangan future leader berjalan secara berkelanjutan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Anda sendiri? Untung dong. Ketahuilah my friend. Boss besar itu justru butuh leader yang mampu mengembangkan orang-orangnya. Karena kelak, dia diharapkan untuk mengambil tanggungjawab yang lebih besar. Pertanyaannya adalah; Andakah orang itu? Jika iya, maka jangan tinggalkan anak buah Anda di belakang. Bawa serta mereka kedalam gerbong perjalanan karir Anda.

N.B: Jika ingin mengadakan training terkait topik ini, Anda bisa memberi referensi kepada menejmen tentang siapa trainer yang Anda inginkan.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, And Public Speaker
Office: Wisma GKBI 39th Floor 021-5799-8028
Cell phone: 0812-1989-9737
www.dadangkadarusman.com

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Trees for lunch

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.