Monday , December 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Kontribusi Pendahulumu

Kontribusi Pendahulumu

Kepemimpinan kita, merupakan sambungan dari kepemimpinan sebelumnya. Makanya ada istilah ‘estafeta tampuk kepemimpinan’ kan. Makna filosofis dari istilah itu adalah; seorang pemimpin itu meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh para pemimpin pendahulunya.

Maka menyombongkan diri atas prestasi yang diwujudkan pada masa kepemimpinan kita, bukan sekedar bentuk takabur. Tapi wujud dari sifat tidak tahu diri. Seorang leader yang baik, paham bahwa eksistensinya merupakan kelanjutan dari eksistensi pemimpin pendahulunya. Begitulah seorang pemimpin yang berakhlaq mulia.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Namun. Zaman sekarang, kita makin jarang mendengar pemimpin menyebut jasa pendahulunya. Yang kadang kita dengar malah ungkapan tak patut seperti ini; “‘pemimpin’ sebelumnya ngapain aja?”

Tidak sedikit orang yang dipromosi, lalu berhasil membukukan prestasi dalam jabatannya. Kemudian, merasa seolah pencapaian itu hasil dari kepemimpinan dirinya semata. Tidak ada hubungannya dengan pejabat sebelumnya. Walau pun sebenarnya dia hanya meneruskan project yang sudah sejak lama digagas oleh pendahulunya. Maka cara menyikapinya sederhana: jangan ditiru.

Professor Planck mengirim utusan untuk menemui Einstein. Lalu mengucapkam selamat sambil menyebutnya sebagai ‘sang penemu teori relativitas.’

Enstein menjawab; “Saya bukan penemu teori relativitas. Hanya melakukan beberapa perbaikan saja dari teori itu.” Demikian contoh positif yang perlu kita tiru.

Tak seorang pun meragukan pencapaian Einstein. Namun Einstein, tidak mengabaikan begitu saja usaha Gelileo dalam gagasan tentang relativitasnya. Bahkan dalam kepustakaan klasik Islam, teori relativitas sudah muncul dalam karya Al-Kindi lebih dari 1000 tahun sebelumnya.

Sekarang, kita cenderung melupakan jasa para pendahulu. Seolah tidak ada kontribusi para pendahulu pada pencapain kita. Zaman sudah dipenuhi orang yang terlalu percaya diri sehingga lupa bahwa tidak mungkin dia sampai kepada pencapaian hari ini, andai saja para pioneer tidak meletakkan fondasi yang kokoh untuk kita jadikan pijakan. Agar kita bisa melompat lebih tinggi.

Kenapa pencapaian para pendahulu kita tidak setinggi kita kini? Karena peran mereka, adalah mencurahkan segenap kemampuannya untuk membangun landasan yang lokoh bagi kita. Agar kita bisa berpijak lebih kuat. Sehingga kita bisa lebih tinggi dalam melompat. Kan gitu.

Demikianlah etika dalam bekerja dan berkarya. Kita ada, antara lain dalam zaman yang dibangun dari jerih payah dan keringat para pendahulu kita. Kita mencapai sesuatu, dengan alat dan sarana yang diciptakan oleh para pendahulu kita. Kita mengerjakan proyek, dari titik terjauh yang diukirkan oleh senior-senior kita.

Maka sesungguhnya kita; tidak benar-benar memulainya dari nol. Sebab apa yang kita sebut titik nol itu, merupakan titik 100 dari langkah yang sudah dibangun oleh peran para pendahulu kita.

Kita ini meneruskan langkah mereka. Sehingga keberhasilan ini. Bukan semata-mata keberhasilan zaman kita. Melainkan keberhasilan kumulatif sepanjang sejarah umat manusia.

Lantas, untuk apa kita memahami hal ini? Untuk menghormati mereka yang sudah mati? Bukan. Untuk kita yang masih hidup. Supaya tidak lari dari kodrat sebagai mahluk sosial. Yaitu mahluk yang saling berkontribusi satu sama lain.

Supaya juga tidak kecewa jika sudah lelah-lelah berbuat bagi orang lain, ternyata mereka lupakan kontribusi kita. Wajar. Jika kita abai kepada para pendahulu kita. Maka kelak kita akan diabaikan pula oleh generasi penerus kita.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Dan yang lebih prinsipil lagi adalah; menjaga nilai ibadahnya. Yaitu memberi manfaat kepada orang lain DENGAN tidak mengharapkan apapun selain penilaian yang baik disisi Tuhan sesuai firmannya; “Faman ya’mal mitsqooladzarratin khoiro yaroh…”

N.B: Jika ingin mengadakan training terkait topik ini, Anda bisa memberi referensi kepada menejmen tentang siapa trainer yang Anda inginkan.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, And Public Speaker
Office: Wisma GKBI 39th Floor 021-5799-8028
Cell phone: 0812-1989-9737
www.dadangkadarusman.com

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.