Saturday , November 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Trial And Error Leadership

Trial And Error Leadership

Trial and error itu artinya kira-kira adalah ‘mencoba dan salah’. Setelah melakukan kesalahan itu lalu apa? Harapannya, kita bisa belajar dari kesalahan yang sudah kita lakukan dan kelak bisa melakukannya lebih baik lagi tanpa mengulang kesalahan yang sama. Dalam beberapa situasi, prinsip trial and error itu bisa dilakukan dengan hasil yang cukup memuaskan. Misalnya, dalam konteks R&D. Ilmuwan mencoba ini dan itu, memperbaikinya, kemudian menghasilkan produk atau temuan yang memenuhi harapan.

Tetapi, ternyata bahkan ilmuwan yang memang pekerjaannya ‘melakukan’ trial and error itu pun tidak sembarangan melakukannya. Sebelum melakukan trial and error itu, mereka terlebih dahulu dibekali dengan ilmu yang memadai. Dengan demikian, tiral and error yang mereka lakukan dilandasi dengan pengetahuan, dan pemahaman yang tinggi terhadap subyek yang sedang ditelitinya. Dengan kata lain, trial end error yang ‘bener’ itu mesti dibentengi oleh ilmu. Jika tidak, maka trial and error itu akan benar-benar error hingga menimbulkan kerugian yang mungkin fatal.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Didalam kepemimpinan, prinsip trial and error lazim sekali dilakukan. Khususnya oleh para pemimpin yang baru di promosi. Misalnya, staff yang diangkat menjadi supervisor atau manager. Pola yang jelas sekali terlihat adalah seperti ini: staff yang bagus – naik level menjadi leader – lalu mereka menjalankan tugas kepemimpinannya tanpa bekal ilmu memimpin yang memadai. Mengapa tidak memadai? Antara lain karena perusahaan tidak membekali mereka dengan training kepemimpinan yang memadai sebelum mereka menjalankan tugasnya masing-masing.

Banyak perusahaan yang percaya – secara keliru – bahwa seorang staff yang bagus kalau diangkat jadi manager atau group leader akan bisa belajar memimpin manusia secara trial and error. Sehingga mereka mengira bahwa selembar kertas pengangkatan bisa menjadi bekal memadai bagi mereka untuk menjadi pemimpin yang handal. Faktanya, banyak leader baru yang justru frustrasi karena bingung mesti melakukan apa ketika menghadapi anak buahnya. Lalu pemimpin senior bilang; “Bagus. Kalau kamu sudah frustrasi, berarti kamu belajar sesuatu.” Betapa klise-nya, bukan?

Ingatlah para ilmuwan yang terlebih dahulu memiliki ilmu sebelum melakukan percobaan. Mestinya, leader yang baru pun demikian. Mereka mesti memiliki ilmu yang memadai – minimum required knowledge – agar bisa melakukan trial and error secara efektif. Jika tidak, sama seperti ilmuwan yang bisa mengalami kecelakaan dalam melakukan uji cobanya; pemimpin baru tanpa bekal ilmu pun bisa sangat membahayakannya.

Mungkin bahaya trial memimpin tanpa ilmu itu tidak berupa ledakan di laboratorium. Atau residu beracun dalam suatu produk. Tapi, tidak berarti lebih rendah kadar bahayanya. Sebab, efek samping berbahaya memimpin tanpa ilmu itu munculnya justru tidak dalam bentuk yang langsung kelihatan seperti itu. Melainkan berupa kebiasaan yang tanpa terasa mempengaruhi perilaku leader dan orang-orang yang dipimpinnya. Resiko ini akan semakin bertambah tidak kelihatan lagi ketika fokus perusahaan dalam penilaian kinerja leader itu terletak kepada ukuran berupa angka-angka. Jika salesnya masuk terus, misalnya; maka leader itu dianggap bagus. Jika tidak ada gejolak, leader itu juga dianggap bagus.

Faktanya, sales bisa dicapai degan berbagai cara. Dan tidak ada gejolak bisa saja sebenarnya merupakan efek dari ketidakpedulian orang sehingga mereka memasabodohkan keberadaan atasannya. Jika menejemen ‘puas’ pada ukuran yang mungkin semu itu, maka leader yang bersangkutan merasa bahwa cara memimpinnya sudah tepat. Walhasil, cara memimpin itulah yang kemudian menjadi karakter yang mendarah daging disepanjang karir kepemimpinannya. Padahal, sebenarnya dia bisa memimpin jauh lebih baik dari itu. Jika saja dia dibekali dengan ilmu kepemimpinan yang lebih baik pula.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ilmuwan dan pemimpin yang melakukan percobaan tanpa ilmu bisa sama menimbulkan resiko merugikannya. Bedanya, dalam kepemimpinan; resiko buruk itu tidak bisa langsung kelihatan. Khususnya, jika pola memimpin itu keliru namun tertutupi oleh ukuran angka-angka. Diatas kertas bagus, namun didalamnya ternyata keropos. Maka agar resiko itu bisa diminimalisir dengan baik, para ilmuwan belajar ilmunya terlebih dahulu sebelum melakukan trial and error terhadap hal-hal yang penting. Begitu pula seharusnya para leader. Mereka perlu mempelajari ilmu memimpin yang memadai, sebelum melakukan percobaan lebih jauh dalam mengelola orang-orang yang dipimpinnya. Sudahkah para supervisior, manager, dan team leader di perusahaan Anda dibekali dengan ilmu memimpin yang memadai?

N.B: Butuh training buat top menejemen? “BUSINESS SUSTAINABILITY & DISRUPTIVE INNOVATION” adalah in-house training kami khusus untuk level Manager, General Manager, Director dan CEO. Dilengkapi dengan simulai D-BEST (Disruptive Business Environment Simulation Trivia). Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner.
Office: Wisma GKBI 39th Floor 021-5799-8028
Cell phone: 0812-1989-9737
www.dadangkadarusman.com

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama Lengkap dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Medium

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.