Saturday , January 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Menjual Anak Buah

Menjual Anak Buah

Menjual buah apel, buah jambu, atau buah pisang. Itu hal lumrah. Kalau menjual ‘anak buah’? Apakah tidak terdengar agak – maaf – bodoh ya? Bukankah enak jika punya anak buah yang sudah bisa mandiri dan mengerjakan setiap penugasan dengan sangat baik? Kepada mereka kita bisa mendelegasikan tugas-tugas sulit. Jadinya, tanggungjawab kepemimpinan kita semakin terasa ringan. Kalau anak buah kita sudah bagus seperti itu, kenapa malah ‘dijual’ ke departemen lain?

Salah satu ukuran kehandalan seorang pemimpin adalah; kemampuannya dalam melahirkan pemimpin-pemimpin lainnya. Dengan kata lain, pemimpin handal itu harus mampu mengembangkan anak buahnya hingga mencapai kualifikasi tinggi, lalu membantunya menapaki jejang karir yang lebih tinggi. Boleh jadi, hal itu berarti juga merelakannya untuk pergi ke tempat lain yang lebih sesuai untuknya.

Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar melahirkan pemimpin-pemimpin lainnya, saya ajak memulainya dengan memahami dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

1. Memahami bahwa anak buah bukan ‘milik’ kita. Frase ‘anak buah saya’ itu berbeda sekali dengan – misalnya – ‘baju putih saya’. Baju putih itu milik saya dalam arti yang sebenarnya. Tetapi anak buah kita, sama sekali bukan milik kita. Bahkan, tidak sedikit orang yang alergi dengan frase ‘anak buah’. Cari istilah lain kek, katanya. Anak buah kita, bukan milik kita. Mereka adalah milik diri mereka sendiri sehingga mereka merdeka untuk menentukan masa depan karirnya. Menyadari jika anak buah kita itu bukanlah milik kita bisa membantu kita untuk memposisikan diri sebagai pendorong dan pembimbing dalam perjalanan mereka membangun karir yang lebih tinggi. Sebagai atasan, kita bertugas untuk memfasilitasi keseluruhan prosesnya.

2. Terbuka dengan aspirasi mereka. Belum tentu anak buah kita sudah pas dengan posisinya dalam team yang kita pimpin. Belum tentu juga mereka telah berhasil mencapai apa yang mereka inginkan. Oleh karenanya, seorang pemimpin perlu belajar untuk mendengar aspirasi anak buahnya. Dengan pemahaman terhadap aspirasi mereka itu, seorang pemimpin menjadi tahu tindakan apa yang perlu dilakukannya untuk membantu mewujudkan aspirasi mereka. Di sisi lain, anak buah yang menyadari atasannya mempunyai kepedulian terhadap aspirasi karir mereka juga terdorong untuk menjadi lebih kooperatif dan bertindak lebih positif. Karenanya, mereka juga bersedia untuk membantu memudahkan tugas-tugas atasannya.

3. Kembangkan anak buah melampaui job desc-nya. Dengan memahami aspirasi anak buah, atasan bisa mengetahui aspek-aspek apa saja yang harus mereka miliki agar bisa mencapai aspirasinya. Kita tahu bahwa tidak ada aspirasi tinggi yang bisa diraih dengan hanya menjadi pribadi biasa-biasa saja. Oleh karenanya, maka ada kebutuhan untuk membangun kualitas diri mereka melampui tuntutan job desc sehari-hari. Pada tahap ini, dibutuhkan kesediaan sang pemimpin untuk mengembangkan anak buahnya melampaui tuntutan-tuntutan standar itu. Ketika tuntutan itu terlampaui, maka terbuka lebar pintu gerbang menuju karir yang lebih baik.

4. Bangun hubungan yang baik dengan pemimpin lain. Peluang di team sendiri tidak selalu ada sepanjang waktu. Sedangkan peluang di lingkungan internal tidak selalu mudah dideteksi. Oleh karenanya, atasan harus bisa membangun hubungan yang baik dengan pemimpin lain sehingga memungkinkannya untuk mengetahui lebih dulu sebelum informasi itu jadi terbuka. Jangan sampai menunggu peluang itu masuk ke koran atau media lainnya. Biasanya, kolega dari departemen lain justru senang jika Anda bersedia ‘mengekspor’ orang terbaik di team Anda untuk bekerja bersama mereka. Sebaliknya, anggota team Anda juga akan senang untuk menunjukkan kalau mereka layak juga mendapatkan kesempatan itu.

5. Teruslah merekrut bibit baru yang bagus. Ketika bisa ‘menjual’ anak buah yang sudah handal, tentu kita akan membutuhkan bibit-bibit baru untuk menggantikannya. Lalu kita mengembangkan mereka lagi. Kemudian ‘menjualnya’ lagi. Lalu merekrut bibit baru lagi, mengembangkannya lagi, dan menjualnya lagi. Dengan demikian, maka siklus itu akan terus berputar sehingga keterampilan kita sendiri dalam mengembangkan orang lain pun akan menjadi semakin terasah. Faktanya, mengembangkan atau mempromosikan orang dari dalam itu jauh lebih banyak positifnya daripada merekrut orang dari luar. Dengan membiasakan diri mengikuti siklus pengembangan anak buah itu, maka kita pun bisa menjadi pemimpin yang lebih handal.

Sebagai atasan, sesungguhnya kitalah yang menjadi pelayan bagi anak buah. Bukan sebaliknya. Persis seperti nasihat Rasulullah yang mengingatkan para pemimpin melalui ajaran mulianya bahwa; “Salah satu jenis manusia yang dipermudah Allah di hari pernghisaban adalah pemimpin yang adil dalam melayani orang-orang yang dipimpinnya.”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kita tahu bahwa anak buah kita mempunyai aspirasi untuk karirnya yang lebih tinggi. Jika kita bersedia melayani mereka dengan setulus hati untuk menggapai cita-cita itu, maka kita akan dimudahkan Allah saat kelak mendapat giliran untuk menghadap kepadaNya. Jangankan di akhirat yang masih jauh itu. Di dunia yang dekat ini saja, para pemimpin yang adil mah sudah mendapat balasan positifnya. Baik berupa kinerja anak buahnya yang bagus. Loyalitasnya yang tinggi. Rasa hormatnya yang tulus dan sebagainnya. Masa sih kita tidak tertarik untuk mendapatkan semua priviledge itu? Ayo. Jadilah pemimpin yang melayani anak buahnya. Bukan malah sebaliknya. Insya Allah.

N.B: Butuh training untuk para Supervisor dan Manager di perusahaan Anda? LEADERHIP IN PRACTICE merupakan salah satu pelatihan yang saya rekomendasikan bagi first line leaders. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner.
Office: Wisma GKBI 39th Floor 021-5799-8028
Cell phone: 0812-1989-9737

Leadership In Practice

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Training: “Business Sustainability & Disruptive Innovation”

Leadership In Practice

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Informa Review

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.