Tuesday , December 19 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / CEO Forum / Disrupsi: Kompetisi Atau Sinergi?

Disrupsi: Kompetisi Atau Sinergi?

Orang semakin melek tentang disrupsi ya. Sayangnya, pemahaman terhadap fenomena itu makin melenceng. Salah satu contohnya adalah; ‘membenturkan’ antara model bisnis disruptif dengan bisnis ‘konvensional’.

Saya pribadi melihat bahwa model bisnis disruptif itu komplementer – saling melengkapi – dengan bisnis konvensional. Bukan saling melemahkan. Tapi, kenapa banyak bisnis konvensional yang kolaps gara-gara bisnis disruptif? Utamanya karena 2 hal.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Pertama, banyak orang ‘berilmu’ yang mengatakannya demikian. Disrupsi itu musuh bagi bisnis konvensional, katanya. Pelaku ekonomi kan mengikuti nasihat para ‘pakar’. Maka ketika mereka memberikan pemahaman yang salah, ya salah juga tindakan yang diambilnya.

Kedua. Kita melihat dari sudut pandang antipati. Curiga saja bawaannya pada model baru itu. Makanya kita pasang kuda-kuda ‘perlawanan’. Lihat bagaimana para pelaku bisnis konvensional berjibaku melawan bisnis disruptif. Ribut melulu kan ujung-ujungnya.

Walau kadang ada benarnya, namun kita mesti paham bahwa; pertentangan antara kedua model bisnis itu bukanlah satu-satunya pola interaksi. Ada aksi, ada reaksi. Tapi aksi tidak harus berupa tindakan merusak hingga menimbulkan reaksi defensif. Aksi pun bisa konstruktif, dan responnya menjadi kooperatif. Agar lahir interaksi berpola kolaboratif.

Memangnya bisa model bisnis disruptif komplemen dengan bisnis konvensional Dang? Bisa dong. Saya kasih 2 alasannya. Satu, model bisnis apapun hanyalah ‘alat atau cara’. Sedangkan yang pake alat itu, yang menerapkan cara itu; adalah manusia. Kita. Tinggal kita saja maunya bagaimana. Mau saling menghancurkan? Atau saling mengokohkan?

Dua. Coba Anda perhatikan; apakah ada model bisnis disruptif yang bisa hidup tanpa ditopang oleh bisnis konvensional? Kasih tahu saya kalau ada.

Contoh. Market place yang sekarang lagi pada heboh dengan kucuran dana triliunan. Apa sih yang mereka jual? Sistem transaksi online, betul? Lantas, apa bisa mereka eksis tanpa sokongan produsen produk-produk konsumer yang diperjual belikan di market place itu? Ya nggak bisa lah. Mereka ada, karena para produsen konvensional itu ada.

Jadi aneh kalau kita membenturkan konsep disrupsi dengan bisnis konvensional. Makanya, kita mesti kritis pada apa yang orang katakan. Belum tentu benar. Sekalipun yang ngomongnya bergelar doktor atau profesor.

Di era perang ekonomi seperti saat ini, bukan tidak mungkin jika ngawurisme itu sengaja dihembuskan untuk membodohi pengusaha dalam negeri. Khususnya UMKM dan sentra-sentra produksi masyarakat. Makanya bangsa Indonesia mesti hati-hati.

Lihat, bagaimana hancurnya industri tekstil lokal misalnya. Juga produk-produk dalam negeri lainnya. Kemudian, membanjirlah produk sejenis dari negara lain kan? Walau kualitasnya jauh lebih buruk dari produk kita sendiri.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Industri garam kita, setelah diobok-obok; lalu diguyur dengan pembukaan keran impor kan? Setelah dipojokkan dengan isyu kualitas, pabrik gula kita; ditenggelamkan dengan pembukaan impor gula rafinasi, bukan begitu? This is waaaar my friend. Dan dalam perang, ada saja traitor-nya kan?

Mari berhenti membenturkan prinsip disrupsi dengan bisnis konvensional. Kita justru mesti membangun sinergi. Antara bisnis model disruptif, dengan bisnis konvensional itu. Ayo kerja. Untuk memperkuat industri dalam negeri. Jangan cuma buka keran impor doang. Ayo kerja sungguhan. Lewat sinergi antara prinsip disrupsi, dan industri konvensional.

N.B: Butuh training buat top menejemen? “BUSINESS SUSTAINABILITY & DISRUPTIVE INNOVATION” adalah in-house program kami khusus untuk level Manager, General Manager, Director dan Presiden Direktur. Dilengkapi dengan simulai D-BEST (Disruptive Business Environment Simulation Trivia). Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner
Office: Wisma GKBI 39th Floor 021-5799-8028
Cell phone: 0812-1989-9737

Training: “Business Sustainability And Disruptive Innovation”

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “CEO (=CEO Talk)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Training: “Business Sustainability And Disruptive Innovation”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Daily Kos

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.