Saturday , October 21 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Tempat Mengadukan Nasib Yang Paling Baik

Tempat Mengadukan Nasib Yang Paling Baik

“Tidak ada orang yang terbebas dari masalah,” demikian kata orang bijak. Anehnya, kita masih sering mengira bahwa orang lain lebih indah nasibnya daripada kita. Lebih sukses karirnya. Lebih melimpah kekayaannya. Lebih mudah mendapatkan apapun yang diinginkannya. Lebih bahagia hidupnya.

Kadang-kadang, kita merasa diperlakukan secara tidak adil oleh nasib. Bahkan tak jarang timbul dorongan untuk menyalahkan Tuhan. Mengapa menciptakan kita dengan nasib seperti ini?

Ada seorang pemuda disebuah dusun terpencil. Pemuda itu tidak tahan lagi dengan kehidupannya yang serba susah. Sehingga hari-harinya dipenuhi oleh keluh kesah. Hatinya gelisah. Dan semakin lama, dia semakin frustrasi dengan keadaannya. Lalu, dia pun bertanya kepada ayahnya;”Kepada siapa lagi aku harus mengadukan kesusahan hidupku ini?”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

“Kepada Allah nak,” kata sang Ayah dengan penuh kasih sayang dan kebijaksanaan.
“Aku tidak bisa melihat Allah,” sanggah sang pemuda. “Tidak masuk akal jika aku harus mengadu kepada yang tidak bisa kulihat” katanya. “Aku butuh seseorang yang bisa mengerti semua kesulitan hidupku ini,” tambahnya lagi.

“Kalau begitu,” demikian kata sang ayah. “Pergilah ke hutan disebelah selatan. Disana ada seorang pintar yang didatangi oleh banyak orang.” Lanjutnya. “Tapi, kamu hanya boleh memperhatikan bagaimana cara beliau menjalani hidupnya. Tidak lebih dari itu…” demikian pesan ayahnya.

Pemuda itupun pergi ke hutan. Setelah menempuh perjalanan jauh, dia pun tiba di kediaman orang yang dimaksud ayahnya. Benar saja. Meskipun tinggal di tempat yang terpencil, orang ini hidup dengan serba berkecukupan.

Tampaknya orang itu dapat menikmati kehidupannya. Banyak sekali orang yang datang bertamu untuk mengadukan kesusahan hidup kepadanya. Ingin rasanya meniru orang-orang itu. Tapi sesuai pesan ayahnya, pemuda itu hanya memperhatikan saja. Tidak lebih dari itu.

Maka dia pun bersembunyi di semak-semak untuk mengintip kehidupan sang pintar. Ketika malam tiba, pintu rumah sang pintar terbuka. Kemudian, orang pintar itu mengeluarkan kepalanya. Setelah melirik ke kiri dan ke kanan, dia pun menyelinap pergi. Dia tidak menyadari jika sang pemuda mengikutinya dari belakang.

Setelah berjalan sedemikian jauh, akhirnya orang pintar itu sampai di sebuah rumah yang lebih besar. Ternyata, itu adalah rumah kepala kampung. Lalu beliau mengetuk pintunya. Sang pemilik rumah pun menerima kedatangannya.

Sang pemuda penasaran apa yang dilakukan oleh orang pintar itu disana? Dia pun mengintip mereka dari lubang kunci. Dari lubang kecil itu dia melihat kalau si orang pintar menangis dihadapan tuan rumah sambil mengadukan kesusahan hidup yang dialaminya.

Sang kepala kampung memberikan satu dua nasihat. Hingga akhirnya orang pintar itu berhenti menangis. Sepertinya permasalahan hidupnya sudah teratasi berkat nasihatnya. Maka orang pintar itu pun berpamitan pulang.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Sebenarnya pemuda itu hendak mengikuti sang pintar pulang. Tapi, dia mengurungkan niatnya. Karena ternyata, ada orang yang lebih sakti daripada orang pintar itu. Sekarang dia tahu, kepada siapa harus mengadukan kesusahan hidupnya. Tapi dia mengurungkan niatnya ketika ingat pesan ayahnya; hanya boleh mengamati.

Maka ia pun bersembunyi di semak-semak dekat rumah kepala kampung. Lalu mengintip lagi. Ketika malam makin larut, pintu rumah itu terbuka. Sang kepala kampung menyelinap pergi keluar dari kampungnya. Tanpa disadarinya, sang pemuda mengikutinya dari belakang.

Perjalanan mereka pun berakhir di sebuah rumah yang lebih besar lagi. Rupanya itu rumah kepala suku. Rumah itu sangat besar hingga tidak bisa mengintip ke lubang kunci. Dia pun naik ke atas pohon agar bisa melihat apa yang dilakukan oleh kepala kampung dengan kepala suku itu.

Ternyata sang kepala kampung sedang menangis tersedu-sedu. Dia mengadukan kesusahan hidup yang tengah dialaminya kepada sang kepala suku. Tangisannya hanya bisa berakhir setelah kepala suku itu mengatakan sesuatu kepada dirinya. Setelah itu, sang kepala kampung berpamitan.

Sekarang dia tahu, kepada siapa harus mengadukan kesusahan hidupnya. Tapi niatnya urung ketika ingat pesan ayahnya. Ia pun kembali bersembunyi. Ketika malam makin larut, kepala suku itu diam-diam meninggalkan rumahnya. Sang pemuda, menguntitnya di belakang hingga sampai di sebuah rumah yang jauh lebih besar lagi. Rupanya, itu rumah saudagar yang paling kaya di negerinya. “Oh, inilah rupanya orang yang paling bahagia hidupnya,” pikirnya.

Sayang sekali, rumah itu terlalu besar sehingga dia tidak bisa mengintip mereka dari atas pohon. Maka dia pun nekat naik ke atapnya sehingga bisa melihat dengan jelas ketika sang kepala suku tengah bercucuran air mata. Sambil mengadukan kesulitan hidupnya kepada saudagar itu.

Setelah kepala suku itu diberi jalan keluar dari masalahnya oleh sang saudagar, pemuda itu pun menyadari siapa sesungguhnya orang yang paling tepat untuk dijadikan tempat mengadukan nasib. Dia ingin sekali segera menemui saudagar itu. Namun teringat pesan ayahnya; “Kamu hanya boleh memperhatikan bagaimana cara beliau menjalani hidupnya. Tidak lebih dari itu…” Maka dia pun mengurungkan niatnya. Lalu bersembunyi lagi.

Tak lama kemudian, saudagar itu keluar dari rumahnya. Lalu menyelinap meninggalkan tempat itu. Sang pemuda, mengikutinya dari belakang. Hingga tiba di sebuah rumah yang sangat besar sekali. Rupanya, saudagar itu mendatangi istana raja. Sayang sekali, atap istana itu terlalu tinggi sehingga dia tidak bisa memanjatnya. Maka dia pun menyamar sebagai penjaga istana.

Di istana raja itulah dia mengetahui apa yang dilakukan oleh sang saudagar. Dia menangis tersedu-sedu. Mengadu kalau usahanya hampir bangkrut. Hutangnya pun bertumpuk-tumpuk. Katanya, kalau paduka raja tidak menolongnya; tamatlah riwayatnya. Tangisnya baru berhenti setelah raja berjanji akan memerintahkan para menteri agar membuat usaha sang saudagar kembali lancar.

Pemuda itu memukul jidatnya sendiri. “Iya ya. Mengapa tidak terpikir untuk mengadukan nasib kepada Raja saja?” Dialah penguasa tertinggi yang bisa memutuskan apapun. Bahkan menentukan hidup dan matinya seseorang.

Tidak ada orang yang lebih berkuasa dari seorang raja. Ketika hendak membongkar penyamarannya, pemuda itu kembali teringat pesan terakhir ayahnya. “Kamu hanya boleh memperhatikan bagaimana cara beliau menjalani hidupnya. Tidak lebih dari itu…” dia pun mengurungkan niatnya.

Keesokan paginya, sang raja memanggilnya. Oh, betapa bahagianya dia. Sebagai orang paling berkuasa, tentunya sang raja bisa memberi solusi atas masalahnya. Sebentar lagi, dia akan bisa mengadukan kesulitan hidupnya seperti yang dilakukan oleh saudagar kaya raya itu.

“Pengawal!” kata sang raja dengan wibawa. “Siapkan kereta kuda. Aku mau pergi.” Titahnya. Sungguh beruntung pemuda itu, karena dia terpilih untuk ikut dalam rombongan para pajurit yang mengawal sang raja.

Setelah menempuh pejalanan jauh. Sampailah mereka di sebuah rumah mungil ditengah hutan terpencil. Lalu sang raja memerintahkan mereka untuk menunggu diluar. Semua prajurit menunggu dengan patuh. Sedangkan sang pemuda merasa heran bukan kepalang. Hari itu, dia menyaksikan Sang Raja menangis dengan suara yang sedemikian mirisnya sehingga membuat hati siapapun yang mendengarnya seperti teriris-iris.

Sang pemuda merenung. Dan inilah kesimpulan yang didapatkannya: Orang pintar ditengah hutan itu mengadukan nasibnya kepada kepala kampung. Sang kepala kampung mengadukan kesusahan hidupnya kepada kepala suku. Sang kepala suku mengadu kepada saudagar kaya. Sedangkan saudagar itu, mengadu kepada Raja. Lalu sang raja? Mengadu kepada orang pintar ditengah hutan.

Sekarang dia menyadari bahwa jika hanya mengadu kepada sesama manusia, dia akan kecewa. Bukan karena mereka tidak mau menolong. Bukan pula karena pamrihnya yang menuntut balas jasa. Tetapi karena, mereka pun tidak luput dari masalah seperti dirinya.

Pemuda itu menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa; semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin berat keluh kesahnya. Semakin besar tanggungjawab yang dipikulnya. Semakin berat masalah yang dihadapinya. Walaupun orang lain mengira lebih enak hidupnya.

Sekarang, dia memahami pesan ayahnya. Bahwa: Allah-lah tempat mengadu yang terbaik itu. Dia tidak lagi mempermasalahkan jika tidak dapat melihatNya. Justru tidak terlihatnya Allah menunjukkan bahwa tak ada seorang pun atau sesuatu pun yang bisa menjangkau ketinggian dan keagunganNya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Dicontohkan oleh Nabi Ya’kub. Jika mendapatkan musibah tidak mengeluh kepada siapapun selain kepada Sang Maha Pencipta. Begini do’a sang nabi seperti diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Yusuf, ayat 86: “Sesungguhnya, kesedihan dan kesusahanku aku adukan hanya kepada Allah semata.”

Makanya, orang yang memilih Allah sebagai tempat mengadu; tidak ketahuan oleh orang lain kalau sedang sedih. Sedang susah. Atau sedang kena musibah. Dia, biarkan hanya Allah saja yang mengetahuinya. Dan dia, tetap gigih menjalani hidupnya dengan gagah. Lalu menyerahkan hasil akhirnya pada Allah. Bismillah.

N.B: Ajaran suatu agama, hanya berlaku pada penganutnya saja. Religiousness atau Faithfulness, istilahnya. Sedangkan Spiritualitas, adalah ‘the calling’ dari dalam diri manusia yang bersifat universal. Berlaku pada siapapun dengan latar belakang agama apapun. Mencakup segala aspek kehidupan, termasuk urusan pekerjaan. Kalau kantor Anda membutuhkan topic training seperti itu, saya punya program “NATURAL INTELLIGENCE BASED SPIRITUALITY AT WORK”. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner.

Career Planning & Top Talent Development

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Career Planning & Top Talent Development

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Even If i Walk Alone

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.