Saturday , October 21 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Pentingnya Mata Orang Lain

Pentingnya Mata Orang Lain

Kalau ada orang bertanya; Apakah Anda sudah melakukan hal terbaik dalam pekerjaan? “Woh, swuudah dwong.” Begitu kan jawabannya? Anda yakin dalam hatinya orang itu nggak bilang;”Ooo yeeaaah…?”

Di bus Trans Jakarta secara tak sengaja saya melihat kancing baju orang didepan saya ‘nyengsol’. Nyengsol teh apa ya? Kancingnya masuk ke lubang yang bukan jatahnya. Salah kamarlah. Maka bajunya jadi tergulung. Itu nyengsol namanya.

Menurut Anda, orang itu sengaja? Tentu tidak. Orang itu tahu? Tidak juga. Beliau tidak menyadarinya. Makanya berpakaian seperti itu. Lalu siapa yang tahu? Orang lain yang memperhatikan dirinya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Di kantor. Pasti kita berusaha melakukan yang terbaik. Kantor kan sumber nafkah kita. Mana mungkin kita menyia-nyiakannya kan? Makanya kita suka bilang “Saya sudah melakukan yang terbaik buat pekerjaan ini. Tapi….”

Sama seperti penumpang didepan saya itu. Beliau merasa sudah mengenakan kemeja dengan cara terbaiknya. Walaupun kenyataannya berbanding terbalik.

Maka klaim kita sudah mengerjakan yang terbaik itu mungkin tidak sepenuhnya benar. Sebab pandangan kita terhadap diri sendiri belum tentu benar. Sedangkan atasan kita, bawahan kita, kolega kita, pelanggan kita; berada pada sudut yang memungkinkan mereka memandang lebih jelas ke arah kita.

Jadi. Kalau hendak memastikan apakah sikap kita, perilaku kita, dan cara kita menjalani pekerjaan ini sudah benar-benar yang terbaik; mesti mau mendengar feedback dari mereka. Walaupun mungkin tidak cukup merdu seperti halnya lagu-lagu sendu.

Masalahnya, sikap defensif kita sering tampil lebih dulu. Makanya, feedback dari orang lain jadi sekedar angin lalu. Karena kita ‘tahu’ bahwa; soal diri kita mah, kita sendiri yang lebih tahu. Orang lain, hanya sok tahu.

Bayangkan apa yang terjadi jika orang itu menyangkal informasi tentang kancing bajunya hanya karena merasa lebih tahu tentang caranya memakai baju. Maka beliau tidak akan berkesempatan membenahi pakaiannya.

Banyak karyawan yang tidak menyadari hal kurang pas dalam sikap dan perilaku kerjanya. Hanya karena tidak bersedia mendengar masukan dari orang lain.

Tapi selama ini nggak ada orang ngasih tahu gue Dang. Everyone sibuk dengan dirinya sendiri.

Orang bilang, jaman now mah pada nafsi-nafsi. Cuek ke orang lain teh. Ah, tidak sepenuhnya benar juga sih. Kalau dikantor mah orang masih butuh saling mengoreksi. Karena pekerjaan mereka terkait dan terkoneksi dengan pekerjaan orang lainnya.

Jadi kalau membiarkan kolega lain tidak bagus di tempat kerjanya, maka itu bakal berdampak pula pada pekerjaannya. Jadi. Kita butuh untuk saling memberi masukan.

Kenapa orang jadi apatis walau sadar pekerjaannya saling berkaitan? Bisa disebabkan beberapa hal.

Pertama, kita bersikap defensif kalau dikasih masukan. Makanya orang lain ogah ngasih masukan lagi. “Percuma dikasih tahu juga. Paling cari-cari pembenaran lagi,” begitu orang mikirnya. Makanya jangan suka bela diri kalau diberi masukan. Terima. Lalu renungkan.

Kedua. Kita tidak cukup dekat satu sama lain. Orang yang secara batiniah ada jarak, bakal sungkan memberi masukan. Makanya, penting juga untuk membangun kedekatan hubungan emosional dengan teman, atasan, maupun bawahan. Bergaulnya jangan sekedar karena rutinitas pekerjaan.

Ketiga. Kitanya nggak minta. Contoh waktu di rumah. Setelah menatap cermin pun Anda masih tanya suaminya: “Pah, kalau pake baju yang ini bagus nggak?”. Gitu kan. Padahal sudah bercermin. Masih juga nanya orang lain.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kalau itu diterapkan dikantor, bagus tuch. Benar, kita yakin sudah melakukan hal terbaik untuk pekerjaan. Namun bertanya kepada orang lain mengenai aspek apa yang masih bisa diperbaiki; itu keren!

Minta masukan kolega. Biasakan melakukannya secara bergantian. Maka insya Allah. Suasana kerja di kantor kita, bakal makin kondusif dan produktif.

NB: Saya punya program training “CONNECTING & COLLABORATING (THE POWER OF SYNERGY)” lho. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.

Training – DeKa

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Scientific American

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.