Saturday , November 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Saluran Buat Masukan Dari Bawahan

Saluran Buat Masukan Dari Bawahan

Salah satu tanda jika kita sudah menjalankan tugas kepemimpinan dengan baik adalah; team yang kita pimpin mampu membukukkan pencapaian yang memuaskan. Jika segala sesuatunya berjalan dengan baik, tidak ada konflik, tak tampak gejolak, maka boleh dibilang; kita berhasil sebagai pemimpin. Namun, apakah kelompok kerja yang kita pimpin benar-benar baik-baik saja seperti yang kita kira? Mungkin ya. Sangat mungkin juga tidak. Mengapa? Karena tidak semua hal berjalan seperti kelihatannya.

Bahkan, hal-hal prinsipil sering kali berujud dalam bentuk yang tidak kelihatan. Sehingga dengan sibuk memandang kegemilangan yang kelihatan itu, kita jadi terlalaikan dengan hal-hal fundamental yang eksistensinya tidak kita sadari. Jadi weh kita merasa semua baik-baik saja. Padahal mah tidak seluruhnya benar.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Dulu sekali. Ketika masih bekerja sebagai profesional. Saya mengira segala sesuatunya berjalan baik-baik saja. Semua pekerjaan diselesaikan dengan baik. Target penjualan terlampaui. Urusan administratif tertuntaskan. Dan, kelihatannya semua anggota di team kerja itu telah melakukan setiap penugasan dengan memuaskan. Sama sekali tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Suatu saat, atasan saya memanggil ke ruang kerjanya. Ah, itu soal biasa. Kalau tidak berdiskusi soal ‘what next’ atau ‘what if’, maka mungkin ada tugas tambahan yang akan saya dapatkan. Namun kali ini dugaan saya keliru. Ternyata beliau menyampaikan sebuah berita yang jauh lebih penting dari itu. Dan yang jelas, diluar dugaan. Tahukah Anda apakah gerangan berita itu?

“Dadang,” begitu beliau memulai percakapan. “Ada 3 anak buahmu yang datang menghadap saya.” Katanya.

“Oh, ya?” begitu kira-kira respon saya waktu itu.
Bagi kami, hal itu sebenarnya tidak terlalu istimewa karena kami sudah sepakat untuk membuka jalur komunikasi secara leluasa tanpa terhalangi sekat-sekat struktural.

“Ada hal penting apa yang perlu saya ketahui?” begitu saya bertanya.
“Begini…” lanjut beliau. Jelas sekali jika ada sesuatu yang luar biasa. “Mereka mengeluhkan tentang cara kamu berbicara kepada mereka…..”

Dhing!
Kalimat beliau seperti menggetok batok kepala saya.
“Maksudnya?” Saya membutuhkan penjelasan supaya mengerti apa yang terjadi.

“Mereka menginginkan agar kamu berbicara tidak terlalu direct,” jawab beliau.
Memang. Kalau urusan pekerjaan; saya termasuk orang yang bicara to the point. Langsung apa adanya. Dan selama ini, saya mengira begitulah cara paling efektif dalam berkomunikasi dengan team kerja saya. Buktinya, mereka bisa menyelesaikan semua penugasan dengan baik.

Hari itu, saya menyadari bahwa ternyata; proses komunikasi antara atasan dengan bawahan itu bukanlah semata-mata ditandai dengan sampainya instruksi. Hubungan antara bawahan dan atasan, bukan pula sekedar terselesaikannya pekerjaan mereka dengan standar yang tinggi. Lebih dari itu, anak buah kita membutuhkan sesuatu yang tidak selalu bisa diukur dengan angka-angka.

Hari itu, saya bersyukur sekali. Karena diberi kesempatan untuk memahami apa yang diharapkan oleh orang-orang yang saya pimpin selain dari sekedar catatan diatas kertas. Bayangkan seandainya mereka diam saja, atau memilih untuk menggunjingkan saya di warung kopi. Saya tidak akan pernah tahu harapan tersembunyi itu. Dan saya tentu akan kehilangan kesempatan untuk melakukan perbaikan yang diperlukan. Tanpa pengaduan itu, saya tidak mungkin bisa belajar meningkatkan diri agar bisa menjadi pemimpin yang lebih baik dari sebelumnya.

Anda, pernahkah mendapatkan masukan yang tulus dari anak buah Anda sehingga punya kesempatan untuk melakukan perbaikan dalam cara Anda memimpin mereka? Jika ya, maka bersyukurlah. Karena Anda mempunyai anak buah yang bersedia menunjukkan jalan yang perlu Anda tempuh, untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dikemudian hari.

“Kalau ada masalah, kenapa nggak ngomong langsung sih Dang? Kok harus ngomong keatasan kita segala?” Mungkin ada yang berpendapat demikian.

Bisa dipahami kalau Anda pun berpikiran demikian. Tapi, itu berlaku kalau kita menggunakan standar diri sendiri. Tapi tidak semua orang seberani itu untuk memberikan masukan secara langsung kepada orang yang bersangkutan. Bukankah begitu? Apa lagi kalau terkait hubungan atasan bawahan kan. Jadi, wajar saja kalau anak buah kita tidak berani langsung mengkritik kita. Itu pertama.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kedua, kalau bagi saya; peristiwa itu menjadi wake up call yang menyadarkan saya bahwa selama itu, saya baru bisa membangun keterbukaan dalam soal pekerjaan. Semuanya diomongin dengan leluasa. Tapi soal feeling? How do you feel working this way with me, luput dari perhatian. Jadi weh, mengadunya ke orang lain. Bukan langsung ke kita.

Pola pikir seperti itu diperlukan oleh setiap atasan loh. Karena yang kita pimpin itu manusia. Bukan robot. They feeeeeel… every second of experience interacting with their superior. Maka mereka butuh saluran dinamika emosinya.

Kalau saluran langsung ke atasannya belum terbangun – seperti pengalaman saya itu – maka secara otomatis akan mencari saluran lain. Bisa di toilet. Bisa di kantin. Bisa di warung kopi. Bisa melompat langsung ke atasan yang lebih tinggi. Pertanyaannya adalah; sudahkah Anda membangun saluran komunikasi itu?

NB: Leadership Series kami – Untuk Supervisor dan Manager ada (1) “LEADERSHIP IN PRACTICE”. Untuk Manager ada (2) “LEADING PEOPLE & MANAGING BUSINESS” dan (3) “EFFECTIVE BUSINESS LEADERSHIP”. Untuk Senior Leaders ada (4) “BUSSINESS SUSTAINABILITY & DISRUPTIVE INNOVATION”. Untuk All Leaders ada (5) “EFFECTIVE COMMUNICATION SKILLS FOR LEADERS”. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner.

Training : Effective Communication Skills

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Training: “Business Sustainability & Disruptive Innovation”

Leadership In Practice

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar: Business Management Daily

NB: “The art of communication is the language of leadership” – James Hume. Program “Effective Communication Skills For Leaders” yang saya rancang menggunakan Personality Assessment. Sistematis, dan aplikatif. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

Training : Effective Communication Skills

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.